Semua Pihak Butuh Waktu untuk Atasi Kendala Pendidikan di Era Normal Baru

PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL

KORAN JOKOWI | Sejak pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat penyebaran COVID-19 yang terus meluas, hampir semua kegiatan terhenti. Tak hanya sektor ekonomi yang terganggu, tetapi juga banyak sektor lainnya yang turut terdampak termasuk pendidikan.

Pemerintah mengambil kebijakan melakukan pembelajaran jarak jauh. Bahkan, ada guru terpaksa mendatangi peserta didik di rumah bagi mereka yang tidak bisa mengakses internet.

Banyak hambatan dan rintangan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh, namun semua itu harus dilalui demi pendidikan agar terus berjalan.

Seiring dengan telah diberlakukannya era kenormalan baru, wacana membuka kembali sekolah di tengah pandemi corona COVID-19 pun mengemuka.

Namun, hal itu menjadi polemik dari berbagai pihak karena dianggap terlalu berisiko meningkatkan penyebaran virus corona. Apalagi hingga kini grafik penyebaran COVID-19 belum terlihat melandai.

Mengenai kondisi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informasi menggelar diskusi secara daring bertajuk ‘Tantangan Dunia Pendidikan Era Kenormalan Baru’. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan dan penambahan wawasan mengenai tantangan dunia pendidikan di era kenormalan baru.

“Masyarakat harus bahu membahu untuk menghadapi situasi di masa pendemi ini harus bekejasama dalam menghadapi COVID-19 ini dengan menggunakan protokol kesehatan,” terang Prof. Dr. Widodo Muktiyo selaku Dirjen Kemenkominfo sekaligus narasumber di webinar ‘Pendekar Pancasila’, Senin, 20 Juli 2020.

Widodo menambahkan jika sejauh ini Kemenkominfo telah berupaya untuk membangun jaringan-jaringan agar memiliki jangkauan lebih luas, namun hal itu tentu saja masih belum cukup untuk bisa memaksimalkan program pendidikan secara online.

Menurut Dirjen Kemendikbud Hamid Muhammad, butuh waktu adaptasi bagi murid, guru termasuk orang tua untuk terbiasa melakukan aktivitas belajar mengajar tanpa harus tatap muka secara langsung. Hal itu tentunya akan mempengaruhi efektifitas belajar mengajar secara online.

“Guru siswa dan orang tua memerlukan waktu yang cukup untuk menyesuaikan dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh baik daring luring atau kombinasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Meski menemui banyak kendala, namun hal itu bukan sebuah alasan untuk berhenti belajar. Justru kondisi ini harus dimanfaatkan sebagai pembelajaran bagi dunia pendidikan Tanah Air agar bisa lebih maju dan berkembang. Namun tentunya harus dibarengi oleh peran aktif semua pihak untuk turut bersinergi dan bergotong royong.

(Sumber: Liputan6.com)

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan