KONFLIK GAJAH DAN WARGA KECAMATAN SUOH LAMPUNG BARAT IBARAT CERMIN DIRI & SINETRON YANG TIADA AKHIR ? . AKAN DATANG, HARI GAJAH LAMPUNG BARAT !?- (1)

KONFLIK GAJAH DAN WARGA KECAMATAN SUOH LAMPUNG BARAT IBARAT CERMIN DIRI & SINETRON YANG TIADA AKHIR ? . AKAN DATANG, HARI GAJAH LAMPUNG BARAT !?- (1)

KoranJokowi.com, Lambar : Pagi ini belum juga sikat gigi, ada japri dari Een H.Prayuda,wkl.Pimp.Umum/Redaksi  yang mengabarkan ada kawanan gajah yang mengamuk dan merusak lahan warga di Suoh, Kab. Lampung Barat. Sebagaimana dilaporkan Asep Hermawan, KordKab. lampung Barat.

Teman, secara umum dibelahan bumi mana pun konflik ini akan terus muncul disaat manusia pun ‘merambah’ alam mereka, rusak atau menyempitnya habitat satwa liar khususnya gajah disebabkan salah satunya karena aktifitas pembukaan areal dan konversi menjadi lahan pertanian dan perkebunan atau Hutan Tanaman Industri yang ‘semau gue‘. Termasuk Hutan Lindung yang kemudian dikomersilkan secara sepihak?, Ahahah…

Kawanan Gajah pun sama dia mempunyai hak atas alam, pernahkah penanganannya berorientasikan kepada Gajah?, Pernahkah mereka diajak ‘bicara’ secara kekeluargaan?, apa mau gajah, apa mau manusia? Ahahah..

Keangkuhan manusia terhadap satwa liar juga keoada Gajah adalah ‘sumber dasar ‘ mengapa mereka menjadi ‘rusuh, intinya mereka juga punya hak untuk eksistensi, memiliki alam beserta isinya sebagaimana pikiran mereka.

Teman,
solusi yang efektif disuatu lokasi, belum tentu dapat diterapkan pada situasi konflik di daerah lain,
demikian pula sebaliknya. Solusi Itu jangan hanya dari sudut pandang manusia, perlu juga dilihat dari sudut pandang satwa liar termasuk dari gajah itu.

Tidak ada solusi tunggal dalam pemecahan konflik antara manusia dan satwa liar dan ketepatan tindakan penanggulangannya. Kalau pun ada Itu juga tidak sebanding dengan penderitaan Gajah, ahahah.

Teman, saya pernah baca artikel dimana sekawanan Gajah ngamuk menyerang perkampungan di Kerala, India karena masalah sepele. Kawanan gajah menemukan ada satu gajah yang hamil telah mati menjadi bangkai karena diberi makan nanas yang didalamnya berisi petasan.

Teman, dalam beberapa sumber disampaikan, bahwa sifat gajah betina lebih atraktif daripada gajah jantan.

Gajah betina hidup dalam kelompok, dipimpin gajah betina yang paling tua. Dia akan menentukan kemana kelompoknya pergi mencari makan dan beristirahat.

Gajah jantan anak-anak ikut dalam kelompok ini sampai umur 12-15 tahun. Lalu, mereka akan hidup sendirian atau sementara bersama gajah jantan lain.

Data WWF diakhir tahun 2019 menunjukan 55 gajah Afrika dibunuh tiap hari untuk diambil gadingnya. 90% Populasi gajah Afrika habis di abad ke-20. Tinggal 415 ribu gajah Afrika hidup di alam liar.

Gajah Afrika juga hidupnya terancam, tinggal 50% populasi dalam 3 generasi. Tinggal ada 45 ribu gajah Asia hidup di alam liar.

The Indian Express menyebutkan kasus di Kerala itu memang perseteruan antara gajah dan para petani yang tidak akan berakhir kecuali gajah gajah Itu dibunuh?, Maksud Lo !!?

Teman,

Dalam satu ceritera dari seorang sepuh di Lampung Barat saya pernah mendengar bahwa ada pihak mengatas-namakan Pemerintah yang mengusir warga satu Desa menggunakan gajah dan dijaga aparat. “Saya lupa bang kapan Itu, tapi Itu tepat Bulan Ramadhan tahun 1990-an, warga desa diusir paksa padahal mereka adalah transmigran resmi”,kata beliau.

“Cari data lebih detil dan bukti2-nya Pak, kalau perlu nanti Kita buat HARI GAJAH LAMPUNG BARAT“, jawab saya enteng

Teman,

Pembangunan pertanian mengubah habitat satwa liar dan gajah di berbagai negara Asia, dari India sampai Indonesia. Hutan tempat gajah mencari makan menjadi ladang dan Pemukiman, sungai tempat mereka minum menjadi saluran irigasi. Dan Alam mereka yang tentram kemudian tergerus oleh sebuah Pembangunan wisata apapun nama dan alasannya. Termasuk perambahan oleh Korporasi?, Hya lah !, ahahah..

Teman,

Mereka menyingkir untuk sebuah kepentingan manusia dan mereka ikhlas sebagai makhluk yang harus dimusuhi?, Jika mereka sulit mendapat air dan makan, apa kita perduli?,Come on !

Pertanyaan kita malah sebaliknya, sejauh mana kementerian/instansi dan Pemda melindungi hak-hak mereka?

” Kami berharap pemerintah daerah provinsi, Kabupaten, hinga pusat harus segera mengambil langkah sigap , tepat dan cepat. Apa lagi saat ini petani ke hilangan mata pencarian yang harus nya beberapa mingu atau bulan panen,namun saat ini pupus,tiada harapan lagi dan warga harus menelan pil pahit terkait insiden ini”, tutup japri Asep kepada Een yang diforward kepada saya.

Lalu, salah gajah dimana ?…(Red-01/Foto.ist)

BERSAMBUNG

Tentang RedaksiKJ 1950 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

1 Trackback / Pingback

  1. | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan

Tinggalkan Balasan