HIV/AIDS DIANTARA FREDDI MERCURY & TEKAD PRESIDEN JOKOWI !!? -(1)

HIV/AIDS DIANTARA FREDDI MERCURY & TEKAD PRESIDEN JOKOWI !!? -(1)

KoranJokowi.com, Bandung : Teman, sekitar Oktober 2018 lalu dunia musik dan film terguncang hebat dengan dirilisnya film Bohemian Rhapsody , saya termasuk yang beruntung menyaksikan saat rilis film itu disebuah teater mewah di Jakarta. Gratis pula, maklum kita pakai Id-Pers, ahahah. Check it dot !

film Bohemian Rhapsody adalah sebuah film biografi tahun 2018 tentang grup band rock Inggris, Queen. Film ini menceritakan tentang kehidupan penyanyi Freddie Mercury, dan disutradarai oleh Bryan Singer, skenario oleh Anthony McCarten dan diproduseri oleh Graham King dan mantan manajer Queen Jim Beach. Dan pemeran Freddy adalah aktor bberbakat baru bernama Rami Malek.

Jalinan dan runtut film ini tu sederhana saja, maka saat sesi tanya-jawab saya menyebutnya bahwa film ini memang FILMOGRAPHY, Biography berupa film.

Freddie Mercury lahir di Zanzibar, 5 September 1946, dan meninggal 24 November 1991 di usianya yang ke 45 tahun. Kalau pun tidak secara terbuka di film itu disebutkan bahwa penyebab kematiannya adalah karena Bronkopneumonia, padahal jenis penyakit yang identik dengan   HIV AIDS yang dideritanya.

Seperti yang kita tahu meski tampak selalu bahagia diatas panggung, Freddie Mercury cukup pelit untuk membagikan kehidupan pribadinya.Ia sangat menjaga privasi yang ia miliki.

Berikut fakta-fakta mengenai Freddie Mercury yang dihimpun dari berbagai sumber;

1. Hanya Mary Austin yang tahu keberadaan abu dari Freddie Mercury di makamkan. Mary Austin adalah mantan tunangan Mercury. Meski keduanya memutuskan untuk berpisah, keduanya tetap dekat hingga akhir hayat sang musisi. Sosok Austinlah yang menjadi inspirasi di balik lagu, Love of My Life, milik Freddie Mercury.

Dalam lagu itu Mercury mengklaim bahwa Austin adalah belahan jiwa. Sebelum Mercury meninggal, ia mengungkapkan kepada Austin di mana ia menginginkan tempat peristirahatan terakhirnya. Mercury mengatakan kepadanya bahwa ia hanya ingin beristirahat dengan tenang, di akhir hayatnya. Austin menepati janjinya pada Mercury.Dia menyimpan abu Mercury yang telah dikremasi selama 2 tahun. Dan saat sorotan akan kematian Freddie Mercury mereda diapun mengubur abu itu di lokasi yang ia rahasiakan.

2. Freddie Mercury menyerahkan sebagian besar hartanya pada mantan tunangannya Mary Austin. Tak dapat yang memungkiri bahwa Mary Austin adalah salah satu orang yang istimewa di kehidupan Freddie Mercury.Meski tak secara resmi menikah, Freddie Mercury selalu menganggap bahwa Mary Austin adalah miliknya.” Kamu akan menjadi istriku, dan kamu akan tetap menjadi milikmu,” ucap Mercury.

Diberbagai sumber saya catat bahwa Mercury meninggalkan Austin sebuah rumah mewah senilai USD.75 juta (?), dengan 28 kamar di dan sebagian besar pendapatan hak cipta atas karyanya.

3. Freddie Mercury tak tahu dirinya mengidap HIV AIDS

Pada tahun 80-an, AIDS masih begitu lekat dengan pria homoseksual. Pada masa itu tes untuk HIV tidak begitu akurat. Mercury tidak tahu bahwa ia telah terpapar HIV sampai ia didiagnosis pada April 1987. Salah satu hal yang membuatnya sadar adalah tumor sarkoma Kaposi yang ada di bahunya.Sarkoma Kaposi adalah jenis kanker kulit langka yang merupakan penyakit yang menjadi ciri adanya AIDS.

Meski sudah terdiagnosis, Mercury tak mau terang-terangan mengaku akan penyakitnya, baik pada rekan bandnya maupun keluarga. Baru pada 22 November 1991, dia mengumumkan secara terbuka bahwa dia dinyatakan positif HIV / AIDS, dan 24 jam kemudian dia pun meninggal.

4. Freddie Mercury berteman dengan Putri Diana

Dibalik sorotan yang dia dapat, Mercury ternyata bersimpati pada penderitaan Putri Diana.Vokalis ini berteman dengan Diana pada pertengahan 1980-an, saat dimana dirinya menjadi sorotan media.

5. Sempat berteman dengan Michael Jakcson

Keduanya sempat berteman sejak terlibat dalam proyek lagu There Must Be More To Life Than This. Namun pertemanannya mereka tak berlangsung lama sejak adanya perselisihan antar keduanya

Teman,
HIV – Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), keduanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini hidup dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, dan cairan vagina.

Penularannya terjadi melalui hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS tanpa menggunakan alat konstrasepsi, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang sedang dikandung. Dan HIV/AIDS ini memang MEMATIKAN, karena hingga saat ini tidak ada obatnya.

Apakah HIV/AIDS Freddy akibat sex-bebas?, bisa ya, jika saya lihat di film itu. Wallahu’alam bishowab.

Teman,
Berdasarkan data UNAIDS, pada akhir 2019, lebih dari 37,9 juta orang di dunia hidup dengan HIV dan lebih dari 770.000 orang meninggal karena AIDS. Bagaimana di Indonesia?, Menurut rilis Kemenkes RI akhir tahun 2019 lalu, Jumlah pengidap HIV/AIDS pada 2019 meningkat 30% dari sebelumnya hanya 15%dibanding tahun 2018. Nah Lu !!

Kemenkes juga menyatakan daftar daerah tertinggi kasus HIV-nya, yaitu :

1.DKI Jakarta masih terbilang banyak, yaitu 62.108 jiwa.

2.Jawa Timur 51.990 orang,

3.Jawa Barat 36.853 orang,

4.Papua 34.473 orang, dan

5.Jawa Tengah 30.257 orang.

HIV/AIDS DIANTARA FREDDI MERCURY & TEKAD PRESIDEN JOKOWI !!?
HIV/AIDS DIANTARA FREDDI MERCURY & TEKAD PRESIDEN JOKOWI !!?

Untuk daerah tertinggi penderita AIDS-nya yaitu;

1.Papua, yaitu 22.554 orang.

2.Jawa Timur 20.412 orang,

3.Jawa Tengah 10.858 orang,

4.DKI Jakarta 10.242 orang, dan

5.Bali 8.147 orang.

Negara boleh sedang terguncang dengan Covid 19, namun HIV/AIDS jangan dilupakan. Sayangnya, selama Pileg/Pilkkada 2014-2019 tidak terdengar para calon dewan atau calon kepala daerah yang ikut ‘perduli’ tentang ini sebagai materi kampanye, pasti ini juga akan terjadi di Pilkada serentak 2020 ini, karena HIV/AIDS tidak laku ‘dijual’ !?

Bagaimana dengan Presiden Jokowi?, wow… banyak yang lupa, saat rapat terbatas mengenai evaluasi proyek strategis nasional melalui video conference, Jumat (29/5/2020). Beliau tetap ‘concern’ akan HIV/AIDS,, ceheck it dot; “ Kita jangan lengah, saya meminta penanganan penyakit selain Covid-19 diperhatikan. Pemberantasan beberapa penyakit selain Covid-19 masuk dalam proyek strategis nasional. Misalnya di bidang kesehatan, kita memiliki agenda besar yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat. Yang ini harus terus kita kerjakan,” kata Jokowi.

Satu hal lagi, Presiden Jokowi sempat trenyuh saat seorang ibu bernama Siti Fatimah, usia 20 tahun, asal Banyuwangi Jawa Timur (6/2014) lalu mengirimkan surat terbuka untukk beliau, dimana ibu ini menceritakan masalahnya karena ketakutan janin bayinya tertular HIV/AIDS dari suami yang meninggalkannya.

Ayo, pak Presiden gaspol lagi soal HIV//AIDS ini ! (Red-01/Foto.Ist)

 

Tentang RedaksiKJ 1950 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan