PRESIDEN JOKOWI IBARAT MAHA DOKTER SPESIALIS PROYEK MANGKRAK PRESIDEN SEBELUMNYA !?, AHAHAHAH.

PRESIDEN JOKOWI IBARAT MAHA DOKTER SPESIALIS PROYEK MANGKRAK PRESIDEN SEBELUMNYA !?, AHAHAHAH.

KoranJokowi.com, Bandung: Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada, Pilkada Serentak tahun 2020 (9/12) kemarin alhamdulillah berjalan aman. Adapun kasus pasca bentrok Polisi – FPI biarkan para penegak hukum yang meng-eksekusi. Sekarang mari kita kembali ketugas ‘pengawalan’ kita atas kinerja Presiden Jokowi hingga tahun 2024 mendatang.

Sambil menyeruput kopi siang ini (10/12) ada beberapa hal penting yang perlu kita diskusikan, check it dot.

  Presiden Joko Widodo selama pemerintahannya memang sangat fokus pada pembangunan infrastruktur, bahkan hal tersebut dijadikannya sebagai salah satu program prioritas. Sebab, bak pembuluh darah –baik pembuluh arteri maupun pembuluh balik, eksistensi organ tersebut memiliki fungsi krusial guna menjaga sistem sirkulasi tubuh manusia untuk bisa terus bertahan hidup. Dan selama ini distribusi darah hingga ke-otak dan sebaliknya banyak mengalami ‘sumbatan’ maka dari itu banyak yang ‘mati’ mendadak. Belum lagi ada menteri dan kepala daerah bahkan banyak kepala Desa yang korupsi.

Para mafia ESDM, mafia infrastruktur, mafia Alkes, mafia bansos, mafia Indag, mafia sembako, mafia pajak, mafia singkong, dsb pun kalang kabut karena merasa kenikmatan yang selama Ini difasilitasi dijabat SI TUKANG MEUBEL. Ahahahah.

  Presiden Jokowi ibarat dokter spesialis, profesi/gelar  dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu setelah terlebih dahulu ‘lolos’ menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS). KoranJokowi.com mencatat ada lebih dari 30 spesialisasi. Dalam kenegaraan bolehlah kalau kita sebut/beri gelar beliau dengan ‘Maha Dokter Spesialis’?, ahahaha.. joke.

Selama tahun 2010-2014 Presiden Jokowi telah mengamati jauh hari bahwa indeks daya saing infrastruktur Indonesia  cenderung menurun, stugnant, jalan ditempat, padahal mereka kerap rapat menyusun perencanaan pembangunannya.

Presiden Jokowi tidak perduli semua itu, dia terus bekerja kalau pun para kabinetnya ‘terseok-seok mengikuti cara kerja beliau, ditambah polah-tingkah para pembencinya dengan segala cara ‘ab-normal, namun semua itu terlampaui berkat Tuhan menjaga beliau. Ahahah.

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada, dengan segala kekurangan dan kesederhanaan beliau, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai Rp. 809,6 triliun. Capaian tersebut setara 102,2% dari target pemerintah yang sebesar Rp792 triliun. Berarti Presiden Jokowi telah bekerja ‘in-track. Iyalah ! 

Selain Itu, bahkan, maaf, banyak proyek-proyek infrastruktur utama yang dimulai sejak pada Zaman Orde Baru hingga masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mangkrak hingga akhirnya ‘harus’ diselesaikan juga oleh Presiden Jokowi.

Sebelum menutup kopi siang ini, KoranJokowi.com juga mempertanyakan 2 hal saja;

1.Bagaimana ‘nasib’ Audit BPKP  lalu yang mengatakan ada 34 proyek listrik yang mangkrak era-SBY senilai Rp. 4,94 triliun, karena sedikit pun kiita tidak mendengar bagaimana ceritera akhirnya sampai saat ini?

2.Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Irjen Kemenhub merilis ada 33 proyek infrastruktur di Kemenhub, mayoritas proyek pelabuhan yang mangkrak. Puluhan proyek yang  tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan nilai lebih Rp 2,8 triliun (10 proyek pelabuhan di wilayah Sumatra, 12 proyek di Kalimantan, 2 proyek di Jawa, 1 di Sulawesi, 3 di NTT, 4 di Maluku, dan 1 proyek pelabuhan di Papua)

Diantaranya adalah proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Beringin, Pelabuhan Tanjung Berakit, Pelabuhan Dompak, Pelabuhan Mocoh, dan Pelabuhan Meranti di Sumatera, pembangunan Pelabuhan Pacita di Jawa Timur (Jatim), pembangunan Pelabuhan Matasiri, Pelabuhan Batatunjung, dan Pelabuhan Penajam Paser di Kalimantan, serta pembangunan Pelabuhan Sarmi di Papua. ‘uhuuk, uhuuk….

Atau semua sudah ‘di-amankan’ oleh Maha Dokter Spesialis?, tapi kenapa Masih pads over acting ya, Ahahaha..

Bah, sudah siang ini, aku pamit sudara, ahahaha.Cao.

(Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan