Mask Day, May Day !: “KEDOK HUKUM, MAFIA TANAH DALAM KASUS GUNATA DIWAJAH PN KOTA BEKASI”

Mask Day, May Day !:

“KEDOK HUKUM, MAFIA TANAH

DALAM KASUS GUNATA DIWAJAH PN KOTA BEKASI”

Koranjokowi.com, OPINi:

Aksi senyap jilid 3  Alwanmi – Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia  yang saya ikuti (Rabu, 8/5) lalu di PN Kota Bekasi  berjalan damai sejak pkl.09.00-12.00 , Jajaran Polresta Bekasi dan PN Kota Bekasi pun tampak santai menjaga sebagaimana 2 aksi sebelumnya (17/4 & 24/4 lalu) . Alwanmi bersama Alumni St.Yoseph Vincentius Jakarta ( Alumni134) serta dukungan para media /pers atas kasus hukum dan ketidak adilan yang di alami Gunata Prajaya  Halim serta ayah nya, Wahab Halim (GPH & WH)   dalam aksi nya para peserta aksi menggunakan Mask/Topeng /wajah Presiden Jokowi, Jaksa agung dan menteri ATR/BPN.RI. Ini benar benar asik, sehingga terkesan elegan dan fokus kepada sasaran aksi.

Arief P.Suwendi, KordNas Alwanmi yang juga Pim.Umum/Redaksi Koranjokowi.com saat orasi mengatakan tentang filosofi Topeng atau kedok sebagai penutup muka, kerap dipakai sebagai alat komunikasi /kemegahan budaya seni tari bagi masyarakat Indonesia dan dibeberapa negara lain. Juga Topeng banyak dipakai manusia didunia ini sebagai  satu bentuk perlawanan dan sikap tegas masyarakat  atas sesuatu hal termasuk yang dilakukan Alwanmi dalam aksinya. Diharap dengan ‘hadirnya’ wajah ke-3 tokoh besar bangsa ini TIDAK ADA PEMAKSAAN dalam kasus GPH & WH. “Dalam pledoi sudah disampaikan mengapa GPH & WH disebut tidak bersalah, seharusnya sidangnya di PTUN  bukan Pidana, obyektifitas proporsional profesional dan ber-keadilan itu yang kami tuntut . Jangan memaksakan penjara untuk GPH & WH, nanti Tuhan marah. Aksi ini juga kami persembahkan kepada para pencari keadilan peradilan hukum dimana saja berada khususnya tekad kita memberantas para mafia tanah, mafia peradilan hukum dsb. Ini juga semangat Presiden Jokowi, Jaksa agung dan Menteri  AHY yang harus kita dukung”

Mayday mayday suara terdengar disela sela aksi yang menyatakan kondisi darurat hukum, terdengar pula pekikan kata merdeka, bahwa kemerdekaan belum dirasakan, rakyat masih tertindas ketidak adilan dinegara sendiri. Sadar atau tidak sadar bahwa gedung megah PN Bekasi kota dibuat oleh uang rakyat
maka Hakim dan Jaksa terkait kasus GPH & WH  haruslah bersikap adil, melihat, mendengar dan benar dalam mengambil satu keputusan demi hukum bukan demi besarnya (mungkin) nominal yang diterima, dan  lewat pintu belakang.

Jika hukum berjalan di atas rel nya yang benar, Indonesia Emas 2045 akan terwujud sesuai sila kelima Pancasila, jadi wajib rakyat untuk mengetahui, diedukasi tentang penting nya Hukum dan rakyat pun berani membuka kedok mafia peradilan dan makelar hukum yang berpratek selama ini. Alwanmi akan tetap mengawal sampai kita rakyat merasakan adanya kemerdekaan di negaranya sendiri.

Sebagai penutup sengaja saya kutipkan salah satu contoh ungkapan tradisional dari bahasa daerah di Seram Bagian Barat m yaitu : “Ay      hata      ela-ela,          mansia    lepu-repu. Kayu batang  besar-besar  manusia  benyak-banyak:: “Batang kayu besar, banyak pula manusianya“, ungkapan tersebut bermakna pekerjaan besar atau berat dapat diselesaikan dengan semangat gotong royong, Amin.

Jakarta, Tgl. 10 Mei 2024.

Rigel Belatrix

Koranjokowi.com & Alwanmi Prov. DKI Jakarta

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

(Silahkan klik tautan ini)

Gambar Tanda Panah Melengkung - (546x596) Png Clipart Download

@koranjokowi7

Link Tiktok dibawah ini sudah dimakan ‘hantu’ sejak tgl.19 Maret 2024 lalu, ngeri ya.

@koranjokowi

Diary Relawan Jokowi: KONGRES RELAWAN JOKOWI SEDUNIA 2013, BANDUNG. “Koranjokowi.com & Alwanmi”

Tentang RedaksiKJ 3833 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan