Relawan Bertanya, “APA PERAN KPK DI PROGRAM MBG , PRESIDEN?”

Relawan Bertanya,

“APA PERAN KPK DI PROGRAM MBG , PRESIDEN?”

Koranprabowo.id, HotNews :

Sejak diluncurkan pada Januari hingga 1 Oktober 2025, program MBG – Makan Bergizi Gratis , dikatakan pemerintah jika manfaatnya telah mencapai lebih dari 30 juta orang dengan anggaran sebesar Rp.21 triliun. Di tengah kegembiraan itu tiba-tiba ada 6.517 orang penerima manfaat MBG yang mengalami keracunan periode Januari 2025 – 30 September 2025.

Relawan dan masyarakat pun ‘ngamuk dan menuding Kepala BGN – Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana dianggap ‘Gagal memimpin BGN dan salah tempat’ karena Dadan adalah S3 Entomologi – Leibniz Universität Hannover, Jerman (lulus 2000) , ilmu tentang serangga bukan soal gizi, gaez. Bijimana bisa presiden Prabowo, approved orang ini, engga ada yang lain?

Gaya komunikasi Dadan pun memang buruk , disaat angka keracunan meningkat, dia mengatakan masih dalam “batas wajar”, mengingat porsi makanan yang telah dibagikan mencapai angka yang sangat besar. “Jumlah porsi MBG yang disajikan sudah mencapai 1 miliar. Kasus keracunan hanya 4.711 porsi, masih di bawah 0,0005 persen,” kata Dadan

Dengan latar belakang keilmuan yang jauh dari gizi dan kesehatan masyarakat, penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN kini dipertanyakan. Berbagai pihak mengkritisi kesesuaian bidang keilmuan Dadan dengan tanggung jawabnya yang berkaitan langsung dengan kebijakan pangan dan gizi nasional.Apapun Kepala BGN – Dadan Hindayana punya alasan lain, dia mengatakan mayoritas kasus keracunan terjadi karena dapur MBG /Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memenuhi prosedur operasional standar yang sudah ditetapkan. ‘Bla, bla, bla. bla…

Mengapa kami sebut konyol, karena banyak masyarakat yang tidak mempercayainya, check it dot;

Ono Karyono

Kalau 19 ribu sapi dipotong tiap hari pastinya anak makan dengan daging sapi tiap hari kenyataannya tiap hari menu yang diberikan ke anak tidak jauh dari daging ayam dan daging ikan itupun anak yang tidak selera faktanya Harang yang dimakan sampai habis kalau diberi MBG hanya sekedar dicicipi, terbukti masih banyak sisa makanan yg dimasukan ke plastik untuk ternak. Ini Fakta di lapangan.

Jamri Dolla

Laporan Fiktif,selama berjalan MBG bulum pernah anak-anak disekolah kami makan daging sapi 😀

Ben Jaya

19 ribu sapi kemasan sachet kali ah

Putu Wardiasa

nih bapak kebanyakan bohongnya,anak saya di denpasar nggak pernah dapat daging sapi, ayam ama telor, ayampun rasanya basi, makanya anak saya bawa makanan dari rumah.ogah dikasih MBG.

Belum selesai tentang ini, Dadan kembali membuat ulah yaitu pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk hari libur, kata Dadan    kebijakan tersebut jauh lebih efisien dibandingkan jika pemerintah harus membangun seluruh infrastruktur dari awal. Insentif tersebut bukan sekadar bantuan biaya operasional, melainkan bentuk penghargaan negara kepada pihak swasta atau yayasan yang telah berkontribusi mempercepat penyediaan fasilitas pendukung program MBG. Pertanyaannya, mengapa diawal program tidak disampaikan ke masyarakat?, jalan baru atau jalan sendiri, dan?

Maka wajar jika relawan dan masyarakat meminta KPK ‘bukan hanya sekedar’ mengawasi program MBG ini, namun memang kerja total karena ada uang rakyat baik di MBG dan di KPK sendiri. Jika sudah tidak ada lagi yang dipercaya relawan dan masyarakat, maka jangan salahkan jika kemudian akan banyak muncul orang orang seperti mahasiswa TyoArdiyanto – BEM UGM atas ketidak-puasan uang rakyat yang mereka pakai.

TERAKHIR, BANYAK ORANG2 PARPOL DAN BINAANNYA YANG SEOLAH KRITIS DI MEDIA NAMUN DIBELAKANG KITA MEREKA REBUTAN ANGGARAN DAPUR MBG. NGEHE KAN?

‘KAPAN DADAN DIPECAT ?

(Red-01/Foto.ist)

 

Tentang Koran Jokowi 4248 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan