Kabar Riau (172), “Forwadik Riau, Lebih  baik hidup tanpa pasukan dari pada hidup tanpa Wartawan”

Kabar Riau (172),

“Forwadik Riau, Lebih  baik hidup tanpa pasukan dari pada hidup tanpa Wartawan”

Koranjokowi.com. Pekanbaru, Riau:

Hari ini,Sabtu (1/4/2023) bertempat di Ballroom Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Riau Workshop dan Latihan Jurnalistik Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau diikuti oleh banyak peserta dari Siswa-siswi sekolah tingkat SMA Sederajat, dan Mahasiswa serta Wartawan Online di Pekanbaru

Dalam rangka meningkatkan pengenalan dan pemahaman serta literasi tentang tata cara penulisan berita kepada penulis, Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber sebagai pemateri yang berpengalaman dalam dunia jurnalistik dalam kegiatan Workshop dan Pelatihan Jurnalistik Dasar tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu, Wartawan Senior -Sahrul Mukhlis dari Riau Pos, Eka Putra Nazir dari Akademik Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Dr H Syafriadi, SH MH dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) serta dihadiri para peserta latihan jurnalistik dasar dan beberapa perwakilan pemerintah terkait.

Demo Sumarak Sigalingging – Ketua Panitia kepada Koranjokowi.com mengatakan dengan kegiatan ini maka peserta dapat lebih memahami tentang dunia jurnalistik karena dalam hal ini, setiap penyajian berita yang akan disampaikan kepada masyarakat lebih akurat dan sesuai fakta.

Sementara itu, Ketua Umum Forwadik Riau – Munazlen Nazir, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepesertaan siswa dimana kegiatan ini dapat memberikan jiwa jurnalistik kepada peserta sehingga kelak  bisa menyajikan berita dengan baik kepada masyarakat serta mengedukasi pembaca dengan memberikan informasi yang tepat dan terpercaya

Dr H Syafriadi, SH MH dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) menambahkan dalam pemaparannya dihadapan audiens yang hadir bahwa,” Profesi Jurnalistik tidak terikat oleh siapapun atau oleh birokrasi. Berjalanlah dengan aturan yang ada, dan kita mampu menjadi apa saja dan berjalan kemana saja saat kita menjadi seorang jurnalis. Lebih baik hidup tanpa pasukan dari pada hidup tanpa Wartawan, Lebih baik menjadi jarum dari pada menjadi gunting,” tutup Syafriadi.

Ketua Forwadik Munazlen Nazir menambahkan kepada Media ini bahwa,” kegiatan pelatihan Jurnalistik dan Literasi Digital ini sangat perlu mengingat era saat ini adalah digitalisasi. Pemerintah menyadari bahwa masyarakat memiliki hak atas informasi yang berkualitas, yang berdasarkan fakta, yang mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan, serta membangun nasionalisme,”.

” Untuk itu, sebagai bagian dari implementasi kebijakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang mengedepankan pengembangan dan peningkatan kualitas dan ketrampilan sumber daya manusia Indonesia, salahsatunya pelatihan jurnalis untuk pelajar dan mahasiswa,” ungkap Munazlen Nazir

(DaengJohan/Foto.ist)

Lainnya,

EDITORIAL
Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan