JEJAK PUTIH MISIONARIS DI KALBAR ‘DIBAYAR’ PEMDA OLEH TIDAK ADANYA LISTRIK DAN SINYAL TELEPON DI DUSUN BONDAU MENUKUNG HINGGA SAAT INI … ?

JEJAK PUTIH MISIONARIS DI KALBAR ‘DIBAYAR’ PEMDA OLEH TIDAK ADANYA LISTRIK DAN SINYAL TELEPON DI DUSUN BONDAU MENUKUNG HINGGA SAAT INI … ?

Koran Jokowi, Com. Sejarah / asal muasal berdiri nya bangunan gereja di dusun Bondau, paroki Menukung, keuskupan Sintang dimulai oleh perjuangan panjang seorang  bernama Romo Tengkalang (RT). Demikian pembicaraan kami dengan seorang tokoh masyarakat  dusun Bondau  Desa Ella Hulu Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi, Propinsi Kalbar sekaligus sebagai pemimpin umat Katolik , Hendrikus Dodong (HD).

RT kata HD harus berjalan melintas bukit  terjal, melawan arus sungai yang deras hingga lumpur pekat sejak  jalan Menukung menuju Bondau. “Sesekali beliau menggunakan mobil  dengan ban khusus, namun hal itu tidak menjamin perjalanan lancar banyak mobil terjerembab di tengah jalan karena buasanya alam hingga kerap beliau pun bermalam ditengah jalan. Tidak terbayang beratnya tugas beliau. Ini mungkin belum seberapa dibanding para misionaris sebelumnya”, kata HD kepada KoranJokowi.com (7/3) lalu.

Romo Tengkalang (RT) merupakan pribadi bersahaja, satu dari puluhan bahkan ratusan sosok seperti ini yang mempunyai  Komitmen kepada Allah dan dedikasi mereka demi rasa kemanusiaan yang  telah meninggal kan banyak jejak di bumi Kalimantan. Apapun mereka telah menjadi bagian dari 482 tahun sejarah berdirinya Gereja Katolik di Indonesia, dimana St, Fransiskus Xaverius ikut serta menebarkan bibit – bibit kasih Tuhan di Ambon,Saparua, dan Ternate, semua ini bisa terjadi tentu karena peran serta Roh kristus.

Teman teman KoranJokowi.com, Desa Bondau terletak di pinggiran sungai Melawi , Kab. Sintang namun desa ini masih belum di aliri aliran listrik, sedangkan disana ada ribuan jiwa  wwarga yang taat bayar pajak.

Sinyal telepon pun putus sambung, sekolah SD pun hanya mempunyai 3 (tiga) ruang belajar, mata pencaharian sebagian besar penduduk sebagai petani, dan penyadap karet, ketika di lihat secara akal sehat sangat wajar anak-anak dan orang tua mereka memiliki keterbatasan.

Namun mereka tetap ‘bersabar, tidak pernah menuntut apapun kepada Pemda dan instansi terkait, bahkan disetiap misa pemimpin ibadah  senantiasa mengajak Umat yang hadir untuk memberikan dukungan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia, di masa wabah pandemi covid 19 yang sedang melanda bangsa Indonesia.

Berikut kkutipan doa mereka yang kami sempat kutip, “ … Tuhan Yesus Kristus penyelamatan dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihlah kami dan bebas kan lah kami dari segala kemalangan dan cobaan kami mohon, jauh kan lah kami dan bangsa ini dari virus yang sedang melanda bangsa Indonesia dan dunia, sembuh kan lah yang sakit kuat kan lah yang sehat, topang lah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama. Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melakukan pekerjaan berat mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama yang lain. Kuatkan lah para dokter dan tenaga medis, pendidikan dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka, terutama bapak Presiden RI Ir. H Joko Widodo..Amin”  (F.Luwi/Foto.ist)

 

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan