ANGKIE – STAFSUS PRESIDEN JOKOWI, “AYO, KAMU BISA ! “

ANGKIE – STAFSUS PRESIDEN JOKOWI, “AYO, KAMU BISA ! “

KoranJokowi.com, Bandung : Angkie Yudistia ini lahir 5 Mei 1987 adalah pendiri Thisable Enterprise, kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan difabel tuna rungu. Lulus dari SMAN 2 Bogor, Angkie kemudian melanjutkan kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta. Pada 2008, ia didapuk menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta. Masih pada tahun yang sama, ia juga dikenal sebagai “The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008”.

Bukunya yang berjudul ‘Perempuan Tunarungu, Menembus Batas demikian meng-insiprasi banyak orang khususnya para saudara kita dari komunitas difabel.

Ia bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk mempekerjakan orang-orang dengan disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam. Entah bagaimana ceriteranya, yang jelas Presiden Jokowi di 21 Oktober 2019, memilihnya sebagai  Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Sosial bersama 14 stafsus lainnya. kalau pun kemudian 2 temannya mengundurkan diri yaitu; Adamas Belva Syah Devara (Bidang Inovasi); Mengundurkan diri 21 April 2020 dan Andi Taufan Garuda Putra; Mengundurkan diri 24 April 2020/

Sejak usia 10 tahun, Angkie kehilangan pendengarannya. Dugaan sementara, hal itu tidak terlepas dari konsumsi obat-obatan antibiotik saat ia mengidap penyakit malaria. Lulus dari SMAN 2 Bogor, Angkie kemudian melanjutkan kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta. Kehidupan di kampus itulah yang kemudian sedikit demi sedikit mengubah pola pikirannya. Ia mulai sadar, bila ia tidak pernah menerima kekurangannya, sampai kapan pun ia tak akan pernah menikmati hidupnya.

Angkie pun bangkit dan prestasi demi prestsi pun terukir indah dalam hidupnya sesudah itu hingga kemudian menjadi stafsus Presiden Jokowi.

Angkie pastinya bukan setuju tawaran itu karena hak keuangan Stafsur sekitar Rp. 51 juta/bulan, popularitas sebagai bagian dari ‘orang istna,  juga bukan karena  setiap stafsus boleh mempunyai maksimal 5 orang pembantu/asisten dalam pekerjaannya, pastinya bukan itu semua?

Sebagaimana rilis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2018, bahwa ada 14,2% (30,38 juta jiwa) penduduk Indonesia yang menyandang disabilitas, dan Angkie ada didalamnya, dia menjadi mata dan telinga para saudara saudara kita yang difabel , memberikan penguatan mental bahwa difabel pun mampu sejajar dalam segala hal.

Mudah- mudahan Angkie tidak lupa bahwa hingga tahun 2020 lalu Kemenkes RI khususnya Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia ‘mengakui’ bahwa mereka belum punya data nasional penyandang disabilitas yang menggambarkan keseluruhan populasi dengan ragam disabilitas dan karakteristik dari masing-masing disabilitas. Lalu data Suspenas itu dari-mana ya? 

KoranJokowi.com mencatat ada beberapa masukan  yang diajukan Kelompok difabel seluruh Indonesia  (14/1/2021) lalu kepada pemerintah, yaitu :

1.Di sektor pendidikan, sektor pendidikan masih terbagi dua, antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Inklusif. Pemerintah harus segera menghapus adanya dikotomi ini sehingga semua difabel bisa mendapatkan akses pendidikan layak.gera menghapus adanya

2.Akses kesehatan. Suharto menilai selama ini banyak difabel belum bisa mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini dikarenakan kurangnya awarness dari para nakes dan juga aksesibilitas masih minim.Indonesia harus sudah mampu memproduksi sendiri segala peralatan/perlengkapan Difabel yang dominan produk luar.

3.Pandemi Covid-19 membuat  pendapatan  dibeberapa sekktor usaha/ekonomi kelompok difabel terdampak cukup besar, karena  banyak difabel bekerja di sektor informal dan paling terdampak. Jaminan sosial belum sepenuhnya menyentuh difabel. Sebab, sejauh ini belum ada yang khusus menyasar kelompok difabel. Harusnya semua instrumen jaminan nasional bisa dinikmati juga oleh difabel.

4. Distribusi vaksin pemerintah bisa menempatkan kelompok difabel menjadi prioritas penerima.

Apakah ini juga yang menjadi salah – satu pekerjaan rumah dari Presiden Jokowi hingga Angkie dipilih sebagai Stafsus bidang sosial?, Wallahu’alam bishowab. (Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 753 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan