
KACAU, 19,4% ASN ITU RADIKAL & INTOLERAN ?
KoranJokowi.com, Bandung : Sudah lama ‘tidak terdengar kicauannya, ‘Mas Darraz, Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif Maarif Institute, kemarin (6/10) akhirnya ‘berbunyi lagi. Kali ini dia berstatemen bahwa Kelompok radikal telah menyusupkan ideologinya ke para aparatur negara di sebuah instansi dengan sangat rapi. Dan caranya cenderung terselubung, sehingga luput dari perhatian dan penanganannya terlambat.
“Memang kelompok radikal ini sebetulnya begitu masif melakukan infiltrasi yang mana hal ini tidak disadari pimpinan di instansi tersebut, sehingga penanganannya cenderung terlambat,” ujar Mas Darraz dalam rilisnya yang tersebar di sosial media.
Saking rapinya, hasil riset yang dilakukan Alvara Research pada 2018 menunjukkan 19,4 persen ASN terindikasi radikal dan intoleran bahkan besar kemungkinan kelompok radikal itu telah menginfiltrasi ke dalam tubuh institusi TNI dan Polri.
…….
Dari sumber lain, KoranJokowi.com dapatkan data bahwa Jumlah PNS berstatus aktif per 31 Desember 2020 adalah 4.168.118 orang, di instansi pemerintah pusat sebanyak 958.919 (23,01%) dan di instansi pemerintah daerah berjumlah sekitar 3.209.199 (76,99%)
………
Mas Darraz yang juga anggota Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai infiltrasi oleh kelompok radikal cenderung sulit diidentifikasi. Karena masyarakat menilai aparatur negara merupakan kelompok yang memiliki jiwa nasionalisme paling kuat, sehingga terpaparnya aparatur negara perlu menjadi perhatian semua pihak.
Sebelumnya juga dia mengatakan jika masyarakat Indonesia masih rentan dan belum bisa memilah secara jelas nilai keagamaan yang benar dan yang disalahgunakan. Situasi itu membuka celah peningkatan kejahatan terorisme, sehingga perlu bagi seluruh elemen masyarakat melakukan kontra radikalisme.
Katanya, paham radikalisme juga disusupi lewat dunia siber. “Infiltrasi radikal melalui gadget, banyak sekali dari ajakan melakukan hijrah ke Irak, Suriah itu mengatasnamakan agama, kalau kita berpikir kritis, apa benar masuk surga harus ke sana dulu?,” ujarnya
‘Ambyaaaar !!
(Red-01/Foto.ist)
Be the first to comment