#RepublikFabeliano,
“50 JUTA MASKER UNTUK KARHUTLA & KRAKATAU!?”

Senin, 7 September 2026 – Republik Fabeliano
“Yth teman teman Koranjokowi.com, dalam kesibukan bencana erupsinya Gunung Anak Krakatau (GAK) – 2-3 hari ini adah hal yang dilupakan banyak orang. Dan hanya kalian yang mampu menangkap hal itu, yang lain hanya seremoni informasi saja. Jangan lupa teman-teman, Pulau Anak Krakatau adalah laboratorium alam yang luar biasa di Selat Sunda. Mengingat pulau ini selalu terjaga karena siklus erupsi, sedikit manusia yang berpikir bagaimana harmonisasi hewan hewan disana dengan segala ketegangan erupsi. Mereka memang tuan rumah juga para hewan imigran tangguh melalui tiga jalur: terbang terbawa angin (aeolian plankton), berenang/hanyut di laut, atau dibawa oleh hewan lain”, demikian paragraf awal surat yang Koranjokowi.com terima sore ini (7/9) dari Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni yang tertulis rapih hingga 4 halaman Pdf.

Hal lain disampaikan pula, bahwa sebelum musibah ini diduga ada ratusan ribu bahkan jutaan spesies/kelompok hewan disana yang kita tidak tahu bagaimana keadaan mereka saat ini,diantaranya;

-
- Kelelawar dan Kalong: Jenis seperti Cynopterus sphinx (kelelawar buah pendek). Kelelawar sangat berjasa karena mereka adalah “petani” utama yang membawa dan menyebarkan biji buah pohon Ficus (ara) dan ketapang melalui kotorannya sehingga pulau menjadi hijau.
- Burung Alap-Alap Macan & Elang Laut Jawa: Burung pemangsa yang gagah. Mereka adalah penguasa rantai makanan tertinggi di pulau vulkanik ini.
- Burung-Madu Sriganti & Bubut Alang-Alang: Burung-burung kecil penyedap suasana yang hinggap di vegetasi pesisir pantai pulau.

-
- Biawak (Monitor Lizard): Spesies reptil paling dominan di Anak Krakatau. Beberapa di antaranya bisa tumbuh sangat besar (hingga lebih dari 1,8 meter). Mereka memakan apa saja, mulai dari kepiting, bangkai, hingga telur burung.
- Ular Terbang (Chrysopelea paradisi): Ular unik yang memiliki kemampuan meluncur dari satu pohon ke pohon lain di vegetasi Anak Krakatau.
- Tikus Lapangan: Salah satu mamalia darat non-terbang yang mampu bertahan hidup di sela-sela bebatuan vulkanik.
- Cecak Besar (Gecko): Jenis kadal/cecak yang bersembunyi di pepohonan pulau.

-
- Penyu Laut: Kadang terdampar atau mendarat di pasir pantai hitam Anak Krakatau untuk sekadar beristirahat atau mencari tempat bertelur.
- Kepiting Pantai: Bermacam jenis kepiting kecil yang sibuk menggali pasir hitam di sepanjang pantai pulau.
- Dolphin (Lumba-lumba) & Ikan Terbang: Sering melompat di perairan sekitar pulau untuk menyapa kapal-kapal peneliti atau patroli. [

-
- Kupu-kupu & Belalang: Serangga penyerbuk yang terbawa angin kencang Selat Sunda.
- Laba-laba Kecil: Uniknya, laba-laba adalah salah satu makhluk pertama yang tercatat tiba di Krakatau pasca-letusan hebat dengan cara membentangkan jaringnya agar tertiup angin bak balon (ballooning).




Be the first to comment