Trio Sihombing,
#RepublikFabeliano.
“LANUD ATANG SANJAYA BOGOR BERBISIK?”


“Terimakasih atas kehadiran kalian, nama saya NYAI SURILI TOMBOY, kalau pun usia saya hampir 200 tahun saya diberkati Tuhan untuk awet muda selama saya selalu berbuat kebaikan. Istilah Tomboy ,diberikan oleh orangtua karena saya kerap berpakaian ala laki-laki. Dan mungkin didunia ini, hanya saya sebagai monyet ekor panjang yang bisa silat dan ‘terbang’ dari satu pohon ke pohon lainnya tanpa suara. Saat ini juga kami sedang memohon ijin kepada ibu presiden Pussy agar dapat diperbantukan ke pemerintah RI, untuk ikut mengejar koruptor2 yang yang buron ke-LN. Namun belum disetujui. Oh ya, Anak, menantu, mertua, besan, cucu dan cicit saya ada ribuan mereka menyebar diseluruh gunung dan hutan disekitar Kab. Bogor hingga Cianjur”, kata Nyai sambil menaruh Kipas saktinya diatas meja.
.
“Kamu maunya bagaimana,Jeck?”,…”Teman teman Koranjokowi.com maunya sipil”,…”Ya sudah itu pilihan, hak demokrasi kok”, .. dan Nerko ikut bertanya. “Mengapa korupsi sulit dihilangkan,Nyai?”, ….”Karena manusia tidak mampu mengendalikan ke-imanannya. Mereka lupa Tuhan itu ada. Korupsi itu terjadi dimana-mana,tidak melulu dalam politik. Itu juga terjadi di bansos, dirumah2 ibadah, bencana dsb. Googling saja saat Tsunami pun masih ada korupsi”

“Kalian tahu tak? tanah yang kita injak ini diera jaman purba bukan jalan aspal dan bangunan saja. Kecamatan Kemang namanya diambil dari Pohon Kemang — kerabat mangga yang buahnya harum manis, tumbuh subur di mana-mana. Dulu wilayah ini masih bagian dari Cianjur, baru pindah ke Bogor sekitar tahun 1950-an. Berdiri resmi sebagai kecamatan pada tanggal 6 Februari 1995, hasil pemekaran dari Kecamatan Semplak.Dan kami telah ada ratusan tahun sebelumnya , hidup damai tanpa kebisingan pembangunan manusia”
“Di tanah ini pula seorang anak sunda bernama Letnan Kolonel (Anumerta) Atang Sendjaja — kelahiran Bandung, 17 Februari 1914 menorehkan sejarah. Beliau adalah salah satu penerbang pertama Republik Indonesia, yang mengangkat lambang Sang Merah Putih terbang di langit saat penjajah belum mengakui kemerdekaan kita! Namanya sejak thn.1966 menjadi nama pangkalan ini , menggantikan nama Pangkalan Angkatan Udara (PAU) Semplak. Sayangnya di wikipedia tidak ada foto beliau, ini koreksi ya, Jas merah”, kemudian Nyai menyerahkan selembar foto kepada kami, “Ini ilustrasi sosok beliau, gagah”, kami manggut-manggut.

“Usia Lanud ini telah lansia, maka melalui koranjokowi.com ini Nyai punya usul saat ini runway hanya sekitar 1500 meter dengan lebar 3.000 meter. Terlalu pendek, terlalu sempit! Pesawat berbadan besar tak bisa mendarat dengan aman. Beban penuh pun tak sanggup ditampung. Belum lagi anggaran perawatan yang terbatas. Helikopter legendaris seri Super Puma — kawan-kawan sayap yang setia melayani rakyat sejak lama — kini suku cadangnya makin langka. Skadron Teknik (Skatek) 024 berjuang sekuat tenaga, tapi tanpa dukungan anggaran yang memadai… sayap pun mulai rapuh.”

“Yang Nyai tahu, anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI untuk tahun 2027 > Rp189 triliun, semoga teranggarkan untuk perbaikan runway menjadi min.2500 meter dengan lebar 60 meter . Nyai yakin, almarhum Atang Sanjaya pasti akan tersenyum bangga karena pangkalan ini akan menjadi Pangkalan Udara Gabungan Terintegrasi — Dua Sayap Sekaligus!”


“Atang Sanjaya dulu terbang dengan pesawat seadanya namun penuh semangat. Kini tanah kelahirannya memohon: perlebar sayapnya, perkuat landasannya, lengkapi sarana penunjangnya. Itulah bisik tanah Kemang. Itulah harapan Atang Sanjaya dari langit. Dan kami — Nyai Surili, beserta para hewan di seluruh hutan dan gunung sekitar memohon agar ini ditayangkan di KoranJokowi.com “, pinta Nyai dengan tatapan mata yang tajam sambil mengibaskan kipas saktinya sebaganyak ‘tiga kali”, kami mengangguk. Diluar para pengawal Nyai berteriak teriak, “Merdekaaa!!!..Ikan hiu muter muter, See you later.BERSAMBUNG(Red-01/Foto.ist)








“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, 5 September 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==
======================





Be the first to comment