I Nyoman Parta Adi, “BALI PURBA DAN BALI SAAT INI”

I Nyoman Parta Adi,

“BALI PURBA DAN BALI SAAT INI”

Bali, yang dikenal secara global sebagai Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura, yang luasnya  sekitar 5.780 kilometer persegi dan merupakan primadona pariwisata internasional berkat perpaduan alam tropis yang eksotis serta tradisi budaya Hindu Bali yang kental.

Selain pulau utama Bali, provinsi ini juga mencakup gugusan pulau kecil di sekitarnya yang sangat populer untuk wisata bahari, seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Kami juga punya beberapa spot menarik baik untuk investasi maupun kunjungan wisatawan , misalnya;  
    • Bali Selatan: Pusat keramaian dan hiburan malam yang mencakup wilayah Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan kawasan resor mewah Nusa Dua. 
    • Bali Tengah (Gianyar & Ubud): Pusat seni, budaya, kerajinan tangan, alam pedesaan, serta hutan lindung seperti Sacred Monkey Forest Sanctuary. 
    • Kawasan Pegunungan: Dataran tinggi vulkanis aktif yang membentang dari barat ke timur, menghadirkan pemandangan magis dari Gunung Agung dan Gunung Batur. 

BALI ERA PURBA
Jauh sebelum menjadi destinasi wisata dunia dan dipengaruhi budaya Hindu-Jawa, Bali pada era purba (masa praaksara/prasejarah) atau sekitar 1,8 juta tahun lalu hingga 5.000 tahun Sebelum Masehi (SM), adalah pulau liar yang dihuni oleh komunitas manusia purba dengan kebudayaan batu dan perunggu yang sangat maju. Saat itu kami juga punya Stegodon (Gajah Purba), Hiu Purba, dsb. 
Fase Kehidupan Manusia Purba Bali
    • Zaman Batu (Paleolitikum – Neolitikum): Ribuan tahun sebelum Masehi, manusia purba di Bali hidup berpindah-pindah, berburu, hingga mulai menetap di gua-gua untuk bertani. Alat-alat batu yang awalnya kasar lambat laun diasah menjadi halus, seperti beliung batu untuk menebang pohon. 
    • Zaman Megalitikum (Batu Besar): Kepercayaan spiritual mulai tumbuh kuat, ditandai dengan pendirian bangunan batu besar untuk memuja roh leluhur. Jejak tradisi ini membentuk cikal bakal masyarakat Bali Aga atau Bali asli yang menghuni wilayah pegunungan. 
    • Zaman Perundagian (Perunggu/Kebudayaan Dongson): Bali memasuki era kemahiran teknik tinggi beberapa abad sebelum Masehi. Masyarakatnya sudah sangat lihai melebur logam untuk membuat kapak perunggu, perhiasan, hingga genderang perunggu besar (nekara). 

Bukti Sejarah dan Peninggalan Utama
    • Manusia Purba Gilimanuk: Ditemukan cikal bakal peradaban manusia prasejarah Bali di kawasan pesisir barat (Situs Gilimanuk) yang diperkirakan hidup sekitar beberapa ribu tahun silam. Mereka sudah mengenal sistem kemasyarakatan dan perdagangan maritim antarpulau. 
    • Sarkofagus (Peti Mati Batu): Tradisi penguburan purba di Bali tergolong unik; jenazah diletakkan di dalam peti batu berbentuk silinder seperti mangkuk tangkup bersama “bekal kubur” berupa perhiasan logam dan manik-manik. Situs ini banyak ditemukan di daerah Gilimanuk, Tabanan, dan Gianyar. 
    • Nekara Pejeng: Merupakan nekara perunggu terbesar di dunia yang dibuat dari satu cetakan utuh, tersimpan di Pura Penataran Sasih, Gianyar. Benda purba ini membuktikan bahwa teknologi pengecoran logam masyarakat Bali kuno sudah sangat luar biasa.

Bagaimana dengan Kabupaten Bangli?
Bangli  yang merupakan tempat domisili saya sekarang secara administratif masuk dalam pembagian wilayah Bali Timur, namun jika dilihat dari pembagian zona wisata dan geografisnya, Bangli sering dikelompokkan ke dalam kawasan Bali Tengah atau Kawasan Pegunungan (Dataran Tinggi) Bali. Bangli merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki garis pantai. Sebagian besar wilayahnya berada di dataran tinggi yang sejuk.
Karakteristik & Destinasi Utama Bangli
Karena letak geografisnya yang unik di tengah pulau dan berada di dataran tinggi, Bangli memiliki daya tarik alam dan budaya yang sangat khas:
    • Kawasan Kintamani: Daerah berudara dingin yang sangat terkenal dengan pemandangan magis Gunung Batur dan Danau Batur. Ini adalah salah satu pusat geowisata (Geopark) utama di Bali.
    • Desa Penglipuran: Salah satu desa adat tertua dan terbersih di dunia. Desa ini mempertahankan tata ruang tradisional Bali (Tri Hita Karana) secara murni dan sangat populer di kalangan wisatawan.
    • Pura Kehen: Salah satu pura bersejarah dan terbesar di Bali yang sering disebut sebagai pura kerajaan tertua di pulau ini, menampilkan arsitektur punden berundak yang megah.

Kab.Bangli Era Purba?
1. Temuan Sarkofagus (Peti Mati Batu) di Manikliyu
Salah satu bukti paling kuat adanya pemukiman manusia purba tingkat tinggi di Bangli berada di Desa Pakraman Manikliyu, Kintamani. Di daerah ini, para arkeolog menemukan peninggalan zaman Megalitikum berupa sarkofagus (peti jenazah dari batu utuh).
  • Fakta Unik: Sarkofagus di Bangli ini memiliki ukiran tonjolan berbentuk persegi empat pada permukaannya. Di era purba, orang yang dikubur di dalam sarkofagus bukanlah orang sembarangan, melainkan kepala suku, tokoh adat, atau kaum bangsawan purba yang memiliki status sosial sangat tinggi.
2. Nekara Perunggu Pembawa Hujan
Selain peti batu, di daerah Kintamani (termasuk Desa Manikliyu) juga ditemukan Nekara Perunggu. Benda purba berbentuk menyerupai dandang terbalik ini berasal dari zaman Perundagian (kebudayaan Dongson). Pada masa purba, masyarakat Bangli menggunakan nekara ini dalam ritual-ritual magis, salah satunya sebagai masmedia atau alat upacara ritual untuk memohon hujan kepada kekuatan alam.
3. Asal-Usul Masyarakat Bali Aga di Trunyan
Bicara soal era purba Bali tidak bisa lepas dari Desa Trunyan, sebuah desa kuno yang terletak di pinggir Danau Batur, Kintamani, Bangli. Penduduk Trunyan merupakan keturunan asli masyarakat Bali Aga (Bali Mula/Purba) yang sudah menetap di sana ribuan tahun lalu, jauh sebelum migrasi besar-besaran kerajaan Hindu-Jawa (Majapahit) ke Bali.
  • Tradisi Penguburan Mepasah: Cara pemakaman di Trunyan—di mana jenazah tidak dibakar (ngaben) ataupun dikubur di dalam tanah, melainkan hanya diletakkan begitu saja di atas tanah di bawah pohon Taru Menyan—merupakan bentuk sisa tradisi kepercayaan animisme purba yang terus dirawat dan bertahan hingga era modern saat ini.
4. Kaldera Purba Gunung Batur sebagai Pusat Kehidupan
Secara geologis, kawasan Kintamani di Bangli terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Batur Purba puluhan ribu tahun yang lalu. Kaldera raksasa dan Danau Batur yang tercipta dari letusan tersebut menyediakan tanah yang sangat subur dan sumber air melimpah. Faktor inilah yang menarik manusia-manusia purba zaman prasejarah untuk mendirikan pemukiman awal mereka di dataran tinggi Bangli.
BALI KINI UNTUK APBN
Sektor pariwisata Bali memiliki andil yang sangat krusial, di mana Bali menyumbang sekitar 55 persen terhadap total devisa pariwisata nasional. Dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp320 triliun, Bali menyumbangkan Rp176 triliun (55%).  Pintu Masuk Utama Indonesia: Bali juga menyumbang 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) nasional. Dari jalur udara saja, tercatat sekitar 7,05 juta wisman mendarat di Bali dalam setahun. Dan, penerimaan pajak dari sektor pariwisata murni di wilayah Kantor Wilayah DJP Bali mampu menembus Rp1,24 triliun hanya dalam satu semester
Nah teman teman yang mau lebih dalam mengetahui Bali juga Kab. Bangli, bisa hubungi saya. Kita eksplore sesukanya, saya siap mengantar. Suksme.
(Red-01/Foto.ist)
Tentang Koran Jokowi 4454 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan