Budi D,Ginting. “MAKNA PERWIRITAN AKBAR DESA SAMPALI, KAB.DELI SERDANG”

Budi D,Ginting.

“MAKNA PERWIRITAN AKBAR DESA SAMPALI, KAB.DELI SERDANG”

Assalamualaikumwrwbw,

Sebagaimana telah disampaikan pada tulisan tulisan kami sebelumnya, jutaan tahun lalu Desa Sampali merupakan bagian pelung/jurang laut purba dimana hidup pula hewan hewan laut purba dsb. Di era kemerdekaan pun sama tidak terhitung berapa banyak perlawanan  laskar laskar rakyat baik kepada Belanda dan penjajah Jepang, tua muda, militer-  sipil – ulama juga kaum perempuan. Kita harus bangga bahwa rasa persatuan dan kesatuan itulah yang mengikat kita semua hingga saat ini.

Bapak, ibu dan warga Desa Sampali yang kami hormati,

Senang , bahagia juga terharus saat saya dikirimi foto-foto oleh Budi D.Ginting yang juga Kord.Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! Prov. Sumatera utara tentang acara PERWIRITAN AKBAR KAUM IBU Desa Sampali , Kec. Percut seituan, Kab. Deli serdang, Sumatera utara . Jumat, 4 September 2026 yang dilaksanakan diwilayah adat BPRPI Jati Rejo Mesjid Jami Sirohtol Mustakim,lalu.

Terimakasih atas kerjakeras semua  panitia khususnya Ketua Perwiritan Desa Sampali,Farida Anum Lubis, Ketua Perwiritan Nurul Hidayah Dusun Jati Rejo BPRPI Sampali – Kartini , Suherni, Ketua BKM mesjid – Eriyok, Ketua STM : Kambang Situmeang / suherman dan para panitia lain yang tidak bisa kami  sebutkan satu persatu. Mohon maaf kami tidak bisa hadir dari Bandung ,Insyaallah lain waktu sebagaimana Februari 2026 lali hampir sepekan kami disana. Oh ya, tidak lupa juga kami haturkan terimakasih atas kehadiran  Kepala Desa Sampali – M.Ruslan dan seluruh hadirin lainnya.

Perkenalan kami  dengan Budi dimulai sejak thn.2019  dimana sejak itulah saya sering  ‘mengantar-antarnya’  ke Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, Kantor Staf Presiden, ATR/BPN, Kejagung, Mabes Polri dsb. Karena ada beberapa program yang berkaitan dengan warga Dusun Jatirejo, Desa Sampali.

Termasuk kenangan saat ‘ibu ibu garis keras’ yang mayoritas juga adalah anggota Perwiritan ini –  ingin berusaha bertemu dengan (saat itu) Presiden Jokowi yang dinas ke Sumatera utara yang kemudian membuat spanduk agar dibaca beliau.Kemudian mereka convoy berkeliling, termasuk ikut serta memasang spanduk spanduk lain saat ‘era gaduh saat itu di dusun Jatirejo. Ini satu bukti nyata bahwa ibu ibu garis keras ini akan selalu tampil didepan pastinya seijin para suami dan keluarga, ini mahal harganya!

Yang saya pahami, Perwiritan Desa Sampali adalah kelompok atau perkumpulan pengajian warga yang ikut dipelopori oleh sdr.Budi, yang kini tersebar di media sosial. Istilah “perwiritan” (atau wirid) di wilayah Sumatera Utara, khususnya di kalangan masyarakat Melayu, Jawa, dan suku lainnya, merujuk pada kegiatan keagamaan rutin (biasanya mingguan atau bulanan) yang diisi dengan pembacaan surah Yasin, zikir, doa bersama, serta tausiyah agama. 

Kelompok perwiritan di Desa Sampali  menurut sdr.Budi terbagi menjadi beberapa karakteristik berikut:

1.Mayoritas kelompok perwiritan yang aktif adalah Perwiritan Ibu-ibu (perempuan) dan perwiritan bapak-bapak yang tersebar di berbagai dusun atau lorong di Desa Sampali.

2.Selain perwiritan rutin skala kecil di masjid atau rumah warga, Desa Sampali juga sering mengadakan Pengajian/Perwiritan Akbar yang mengumpulkan seluruh kelompok perwiritan se-desa untuk mempererat silaturahmi. 

ini senafas dengan sambutan Kades M.Ruslan yang mengatakan bahwa dalam pembangunan desa keterlibatan semua warga adalah prioritas termasuk tentang rencana pengaspalan jalan dilokasi tanah adat BPRPI yang kini masih terus diperjuangkan sesuai amanah warga serta menghindari konflik,

Ibu Kartini pun sama, dalam sambutannya mengatakan kegiatan sosial Perwiritan akan terus berjalan sebagai sarana komunikasi dan silahturahmi warga sehingga tidak tercipta miskomunikasi  dalam aktifitas sosial dan perlindungan hukum warga dalam segala hal.

Bapak, ibu dan warga Desa Sampali yang kami hormati,

Karena baru saja kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ,sengaja kami sampaikan bahwa di era beliau banyak perempuan perempuan Islam yang juga  yang ke medan perang, salah satunya bernama Nusaibah binti Ka’ab / Ummu Umarah.

Keterlibatan Umarah ini menjadi laskar Rasulullah, awalnya dikecam oleh para pria disana, namun atas ijin Rasulullah akhirnya diijinkan . Awalnya Umarah hanya diperbantukan dibidang logistik, kosumsi dsb. Namun karena besar keinginannya untuk maju didepan dengan kemampuan berpanah, berkuda dan beladiri. Umarah pun diijinkan digaris depan.

Terbukti saat Dalam Perang Uhud thn.625 Masehi, sejak awal dalam jumlah pasukan memang kita kalah karena hanya ada 700 prajurit sedangkan pihak musuh /Quraish >1300 orang lengkap berkuda dsb. Pertahanan lemah apalagi 300 orang diantara membelot kembali ke Madinah, Rasulullah sangat terpukul.  Umarah yang saat itu berusia diatas 27 tahun , tampil kedepan dia memasang badannya menjadi tameng hidup (perisai) demi melindungi Nabi Muhammad SAW dari serangan musuh. Bahkan dalam beberapa hadis, Rasulullah mengatakan….

“Tidaklah aku menoleh ke kanan maupun ke kiri pada hari Perang Uhud, melainkan aku melihatnya (Nusaibah) sedang berperang membela diriku.”

Bapak, ibu dan warga Desa Sampali yang kami hormati,

Kalau pun menderita belasan luka panah dia tetap sehat dan selamat. Dalam hidupnya, Ummarah telah banyak menjadi prajurit perang , bahkan satu tangannya putus karena pedang lawan di perang Yamanah thn 630-an masehi. Ummarah wafat karena luka yang tak sembuh dan usia senja pada usia 62 tahun.

Dari semua diatas, bolehlah kita ambil kesimpulan bahwa Islam  tidak membatasi perempuan untuk memiliki keberanian yang tinggi. Tokoh seperti Umarah  membuktikan bahwa dalam kondisi darurat dan demi melindungi kemuliaan, keyakinan serta lillahi’taalla , perempuan boleh ada didepan.

Dan ini kami rasakan bahwa ibu ibu Dusun Jatirejo pun mempunyai semangat ini, selamat atas PERWIRITAN AKBAR-nya. Semoga semangat ini terus terwarisi kepada generasi muda disana, Aamiin Yarabil’alamiin.

Dan jangan lupa,  kita masih punya cita cita lain yaitu membangun

DUSUN PANCASILA JATIREJO.Silahkan Pak Kades kita mulai!

Wassalamualaikum wrwb.

Mohon maaf lahir bathin.

(Red-01/Foto.ist)

Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano,”CEGAH KONFLIK AGRARIA SUMUT THN.2026″

#SahabatKPK!, “SURAT TERBUKA : MEMANG ADA SANKSI UNTUK PEJABAT YANG  NGAMEN !?”

Tentang Koran Jokowi 4454 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan