#RepublikFabeliano, “ROCKY GERUNG, KORPRI & REPUBLIK FABELIANO”

#RepublikFabeliano,
“ROCKY GERUNG, KORPRI & REPUBLIK FABELIANO”
..
Teman-teman, mohon luangkan waktu agar membacanya tuntas.
Kemenangan >58% (96,2 juta suara) Capres/Cawapres Prabowo–Gibran di Pilpres 2024 bukan hanya milik partai pendukung: Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, hingga PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan Prima. Bahkan jika dihitung dari jumlah kursi periode 2019–2024, basis pemilih mereka seharusnya jauh lebih besar. Di dalamnya ada andil relawan Gibran dan Jokowi—terutama mereka yang selama 10 tahun tidak “menyusu” kabinet.
Lalu: di mana Rocky saat itu?
Rupanya ia sibuk hadir dalam deklarasi Koalisi Kuning, Ijo, Biru (KIB) pada 1 Februari 2023 dan menyuarakan dukungan kepada Anies Baswedan. Bahkan menyatakan Golput dalam Pilpres 2024 sebagai sebuah “opsi moral” karena etika demokrasi telah ditinggalkan. Intinya: ia tidak mendukung Prabowo–Gibran. Titik.
Tidak hanya konsisten mengkritik Jokowi dan Gibran, ia juga pernah secara vulgar—entah sengaja atau tidak—menghina Presiden Prabowo Subianto lewat diksi kontroversial: “Sekarang saya tidak ragu-ragu mengatakan presiden ke-8 kita adalah ‘Bangan Tol’.” — 7 Mei 2024, UNIPMA, Jawa Timur.
Kata-kata “barbar” itu sulit dilupakan oleh kami para relawan pengusung Prabowo–Gibran.
‘Bummmm !, sejak 2 Oktober 2026, Opsi moralnya melunak dia tidak ‘menolak’ saat diminta menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bersama 25 orang lainnya  sebagaimana tertuang dalam Keppres No.107/P Tahun 2026. Dan dia berhak menikmati fasilitas negara yang luar biasa mewah dari istana yang selama ini disebut dengan  “Istana adalah pusat kedunguan”, apa saja yang akan diterima dia mulai akhir bulan ini ?;
.
1.Gaji Rp76,5 juta/bulan ,Tunjangan jabatan, kendaraan dinas, serta proteksi pengawalan dan jaminan kesehatan yang disetarakan dengan tingkat Menteri Negara. Dan semua itu bersumber langsung dari uang rakyat (APBN) yang kerap dia ‘dungu-dungukan.

2.Staf Pendukung, 1 orang Sekretaris Anggota resmi dengan standar gaji take-home pay aparatur negara (Eselon II) di kisaran Rp15 – Rp35 juta/bulan , belum termasuk tim asisten pribadi (aspri) eksternal bawaan.

Dalam Kepres itu disampaikan pula bahwa salah satu tugas dan kewajiban utama Wantimpres adalah “memberikan nasihat dan pertimbangan strategis secara terbatas dan tertutup (rahasia) kepada Presiden”.Nasihat Wantimpres bersifat internal untuk kepala negara, bukan konsumsi panggung media. Kalaupun di hadapan publik Rocky membela diri bahwa alasannya menerima jabatan tersebut adalah taktik “agar bisa berada sedekat mungkin di telinga presiden”.
.
MINTA GIBRAN MUNDUR
Lalu mengapa saat di podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored – Kamis, 8 Oktober 2026. Dengan jumawanya mengatakan,  “Alangkah elegan nya Gibran mengundurkan diri, untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal.”, Jauh hari juga dia kerap mengatakan jika  MBG adalah pemborosan anggaran negara tapi kemudian menyebut kalau menolak MBG akan berakibat buruk ke depannya. ‘Ahahah.
.
Ini yang kami sebut dengan ‘Konsisten terhadap in-konsisten’-nya ,  sengaja maupun tidak dia  menggunakan status, waktu, dan obyektifitasnya sebagai Watimpres. Menghalalkan cara-cara dengan berdalih semua itu  “pandangan atau proposal pribadi”.
Sikap ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bisa kita bayangkan  jika  166 orang  jajaran kabinet dan pejabat tinggi pemerintahan ;
.
8 Menteri koordinator
41 Menteri Tekhnis
56 Wakil Menteri
10 pejabat setingkat menteri/Kepala Lembaga
26 Watimpres
 .
“Berprilaku seperti Rocky, apa kata dunia !?”

DUA WARNA, DUA PRIBADI?

“Penggunaan visual warna merah dan hitam melambangkan jiwanya yang gemar memprovokasi, memberontak, dan mencari panggung kegaduhan di luar. Sementara sisi hitam melambangkan kenyataan bahwa ia dengan kesepiannya kini telah melangkah masuk ke dalam lingkar kekuasaan formal, menikmati fasilitas negara, dan terikat aturan birokrasi istana. Pembelahan visual ini memancarkan pesan dualitas yang telanjang di mata relawan / publik—sebuah pertarungan identitas antara idealisme masa lalu yang garang dengan kenyataan kenikmatan istana dan popularitasnya sebagai pejabat publik, ngehe kan?, ahaha.

“…Sesungguhnya dia itu kesepian, makanya butuh asupan POPULARITAS POLITIK DAN PUJIAN PUBLIK!” demikian cetus Nyonya BurHan Isabel—burung hantu hippies peranakan Afrika- Sunda Cianjur yang juga cenayang kondang di Republik Fabeliano, saat live di podcast pribadinya, “CURHAT DONG”, yang memiliki 42 juta viewers.
.
Tiba-tiba, ponselnya berdering ,
“Curhat Dong! Halo Nyonya BurHan… Kami hewan relawan Gibran dan Bapak Jokowi garis keras sejak tahun 2012! , Nama  saya Koh Modo, komodo peranakan Tionghoa asal Cagar Alam Wae Wuul, Manggarai Barat, NTT. Mahasiswa Sospol semester VI,” suara di seberang telepon terdengar menggebu-gebu. “Silahkan, apa tanggapan atau kritik anda”, jawab Nyonya BurHam.
ROCKY JADI KORPRI ?
“Melalui podcast ini, saya mengikuti diskusi ini sejak awal. Saya tawarkan  dua ide untuk hal ini, Nyonya. Yang  Pertama, bagaimana kalau Rocky diangkat saja jadi PNS-RI  kalau pun usianya 67 tahun , dia bisa masuk golongan  Jabatan Fungsional Ahli Utama serupa  Guru Besar/Profesor dan Peneliti Ahli Utama ?, sehingga dia akan pakai seragam batik KORPRI kemana mana. Dan tidak bisa ‘asal nguap’ karena terikat UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Kedua,  tolong sampaikan ke Presiden RI agar Rocky ‘dihibahkan’ saja ke sini, ke Republik Fabeliano. Biar dia bebas  bicara  tolol dan dungunya dengan  semua hewan di sini yang memang tidak ada aturan birokrasi, dan bukan di dalam istana RI sebagai bangsa dan negara besar yang beradab!”
Tuuutt… tuuutt… tuuut!
Telepon terputus,
Nyonya BurHan  menutup sesi live-nya.
Ikan hiu muter-muter, see you later!
Dari Bandung, Kita Lawan!

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

Tentang Koran Jokowi 4527 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan