Kemarin (10/10), Opung Binturong bersama beberapa warga masyarakat Desa Perkebunan Bandar Telu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat dengan langkah tergesa memasuki lahan di ujung desa untuk menjumpai kami. Wajah mereka tampak menahan amarah yang mendalam.
Melihat situasi tersebut, kami, Jumadi Sembiring dan Supran Toreh selaku perwakilan Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, bergerak cepat dengah mengacu pada arahan KordNas, Arief P. Suwendi, agar situasi tetap diredam secara tenang dan taktis.
Opung Binturong yang mengenakan pakaian pilot tempur khasnya langsung menghampiri kami, “Horas, Mejuah-juah!” serunya, disusul pelukan erat di antara kami.
.
Setelah suasana mulai agak cair, barulah Opung membeberkan duduk perkaranya. Warga yang hadir meminta agar Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! segera berkirim surat resmi ke Kantor Staf Presiden (KSP) RI di Jakarta, dengan tembusan kepada Menteri PUPR, Mabes Polri, Gubernur Bobby Nasution, serta Bupati Langkat. Surat tersebut membawa tiga tuntutan utama:

Pemeriksaan Lapangan Segera: Desakan ini mencuat setelah proyek pengerjaan lening (pemasangan batu/beton penahan bahu jalan) di ruas jalan provinsi kawasan tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi.
Kekhawatiran Mutu Fisik: Ketakutan masyarakat sangat berdasar. Infrastruktur penahan bahu jalan ini sangat vital untuk mencegah terjadinya longsor dan penurunan badan jalan. Jika dikerjakan tanpa mutu yang jelas, proyek tersebut dikhawatirkan ambruk dalam waktu singkat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pelanggaran Transparansi: Warga mempertanyakan tiadanya papan informasi proyek sejak hari pertama pengerjaan dimulai, di mana hal ini jelas menyalahi UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Bagaimana masyarakat bisa ikut mengawasi kalau anggarannya berapa, kontraktornya siapa, dan volumenya berapa saja sengaja disembunyikan? Wajar kalau kami menduga proyek ini dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan mutu pengerjaan yang benar,” ujar seorang warga berinisial JM, yang langsung diamini oleh warga lainnya.
.
“Bukankah proyek ini di bawah tanggung jawab Kepala Dinas BMBK Provinsi Sumut dan Kepala UPT Binjai-Langkat? Seharusnya mereka lebih tegas untuk hal ini karena anggaran ini juga bagian dari pajak kami yang dititipkan di APBN/APBD!” potong warga lain dengan nada kesal.
SIAP KE ISTANA PRESIDEN
Suasana di lokasi sempat kembali memanas dan gaduh. Melihat situasi tersebut, Opung Binturong langsung mengambil tindakan tegas dengan menelepon KordNas di Jakarta. Hampir 10 menit lamanya mereka berdiskusi serius via telepon. Setelah panggilan ditutup, Opung langsung menyampaikan hasil pembicaraan tadi di hadapan warga dengan suara lantang yang menggelegar:
.
“Bapak, ibu, ras teman-teman kerina. Nggo ngerana aku ras ketua relawan ndai. Janah kon, kalo perpustuken kel kam kerina mindo penampat, ibahan min surat si itandatangani nterem warga. Lah pagi surat e ibaba ku Presiden Prabowo arah kantor staf presiden i Jakarta. Kalo pedas dung surat e ibahan, pedas ka we dung urusanna!”
Opung kemudian menerjemahkannya agar dipahami seluruh massa yang hadir:
“Bapak, ibu, dan saudara semua. Saya sudah bicara langsung dengan pimpinan relawan pusat. Jika memang kalian serius untuk meminta bantuan, mohon kiranya buat surat resmi yang ditandatangani oleh sebanyak mungkin warga di sini. Nanti surat itu akan langsung dibawa ke Presiden Prabowo melalui Kantor Staf Presiden di Jakarta. Lebih cepat surat itu selesai kalian buat, maka akan semakin cepat juga urusannya diproses!”
.
Mendengar ketegasan tersebut, warga yang tadinya tegang seketika bertepuk tangan riuh dan gembira. Mereka menyalami tim relawan satu per satu dengan penuh rasa hormat sebelum akhirnya berpamitan pulang.
Sambil melangkah pergi, Opung Binturong mengangkat jempol tingginya ke arah kami, “Mauliate! Wassalamu’alaikum wr. wb.”
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)









“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.10 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=======
- #RepublikFabeliano, “ROCKY GERUNG, KORPRI & REPUBLIK FABELIANO”
- #RepublikFabeliano, “SEANDAINYA GUA GIBRAN !?”
- Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano. “SAMPALI KINI & MAULIATE OPUNG GUNUNG TOBA PURBA”
- #RepublikFabeliano, “MENGAPA ADA NAMA FEBRIE DI KORUPSI TOL MBZ RP.510 MILIAR?”
- Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano. “TOL SIMALUNGUN UNTUK SIAPA?”
- #RepublikFabeliano, “NUHUN, BYON MADNESS !!”
- Nasution Bersaudara, #RepublikFabeliano. “GAS BERACUN KAB.MADINA, KEMANA 22,5 MILIAR SERANGGA DISELAMATKAN?”
- #RepublikFabeliano, “SYAHGANDA KEPALA BAKOM & TAKDIR BASKOM?”
- #RepublikFabeliano, “MODAL 37% & LAMPU MERAH INDONESIA THN.2029 !?”
Be the first to comment