Rinaldo M.Tobing, RELAWAN JOKOWI PERLU ANTASARI AZHAR DI TAHUN 2020-2024

Rinaldo M.Tobing, RELAWAN JOKOWI PERLU ANTASARI AZHAR DI TAHUN 2020-2024

KoranJokowi.com, Bekasi: “Saya merasa sampai saat ini sosok seperti Antasari Azhar ini langka, seharusnya jika memang Presiden Jokowi akan melakukan Reshuffle , nama Antasari harus masuk dalam Kabinet. Akan ada warna lain dalam penegakan hukum, saya yakini Itu. Ada posisi yang layak untuknya yaitu Kemenkumham, Jaksa Agung, Ketua Komisi Yudisial atau Watimpres Bidang Hukum”,demikian Rinaldo M.Tobing mengomentari tokoh kharismatik kelahiran asal Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Maret 1953 lalu saat diminta tanggapan akan hal ini.

Masih kata Rinaldo saat jumpa diacara lamaran putri Corny Rahmawati,SH (Dewan Redaksi BD.Hukum) – Surya Sunarya (Pipit & Abeng) RM.Suharti, Cibubur. Antasari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimana Konstelasi Politik saat Itu tidak menguntungkannya, dia pun diberhentikan sementara pada tanggal 6 Mei 2009. Dan tidak hanya disitu pada 11 Februari 2010, badai kembali datang dia divonis hukuman penjara 18 tahun karena ‘terbukti’ bersalah turut serta melakukan pembujukan untuk membunuh Nasrudin Zulkarnaen,namun kasus ini menjadi kontroversi karena masyarakat Indonesia meyakini adanya kriminalisasi KPK, di mana Antasari saat itu sangat gigih berjuang untuk membersihkan Indonesia dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) melalui KPK

PERAN MEMENANGKAN JOKOWI DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG !?

Kami selaku Relawan Jokowi, sangat takjub atas ikut-sertanya Antasari sebagai ‘jubir non-formal’ Jokowi saat Pilpres 2019 lalu, dia tidak segan turun kejalan meminta masyarakat Kep.Babel memilih Jokowi. “Saya sudah bertemu dengan Pak Jokowi, beliau orang yang baik, maka pilihlah orang-orang yang baik. Karena orang baik pasti memilih orang yang baik,”demikian ajakannya.

Dan, entah karena ini upayanya atau bukan, yang jelas suara Jokowi di Kep. Bangbel saat Pilpres 2019 lalu mencapai lebih dari 495.000 lebih suara, adapaun pasangan Prabowo -Sandi hanya sekitar 288.000 ribu, berarti Jokowi menang di 7 kabupaten dan 1 kotamadya.

Kini, Antasari mulai ‘bernyanyi’, terkait kasus Djoko Tjandra yang kemarin sempat ‘gaduh. Antasari mempertanyakan transparansi eksekusi barang bukti dalam kasus korupsi cessie Bank Bali yakni uang senilai Rp 546 miliar. Infonya, uang tersebut sudah disita pada 2009 dan kemudian dititipkan ke rekening escrow account di Bank Permata. beliau saat itu penyidik sekaligus jaksa penuntut umum maka wajar kini beliau mempertanyakan bagaimana apakah sudah dieksekusi atau belum?. “Yang perlu diingat penyidik baik dari jaksa, KPK, maupun kepolisian dalam pemberantasan korupsi yang utama adalah penyelamatan uang negara,” ucapnya.

Antasari mengatakan eksekusi putusan pengadilan dalam kasus korupsi cessie Bank Bali, terutama barang bukti uang yang disita penyidik harus dibuatkan berita acaranya. Di situ, katanya, juga akan tertera siapa yang mengeksekusi putusan tersebut. Lanjut dia, hal tersebut menjadi bentuk transparansi penegak hukum dalam mengeksekusi sebuah putusan. “Antasari mepertanyakan transparansi kemana uang itu?, bisa lebih jelas tanya kepada yang saat itu menjabat selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tahun 2009 yang dijabat oleh Setia Untung Arimuladi yang kini juga menjabatsebagai Wakil Jaksa Agung. Ini bola panas Antasari, pasti akan banyak yang ‘senewen’ atas Bom Panas Antasari dalam kasus Bank Bali ini”, tutur Rinaldo.

Sebelum berpisah Karena Ada giat lain (23/8), Rinaldo yang Juga Dewan Redaksi KoranJokowi.com menyimpan harapan kiranya Presiden Jokowi memilih Antasari di pasca-Reshuffle mendatang. Baik sebagai Kemenkumham, Jaksa Agung, Ketua Komisi Yudisial atau Watimpres Bidang Hukum. “TAPI LEBIH IDEAL JIKA ANTASARI DI KOMISI JUDISIAL”tutup Rinaldo.  (Red/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1432 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

2 Comments

  1. Sejak awal jokowi terpilih di periode 1 dan dibebaskannya Antasari dr balik jeruji, sejak saat itu pula saya berharap pak Jokowi menggandeng beliau utk penegakan hukum. Saya tahu persis spt apa sepak terjang pak Antasari. Dan beliau byk tau dmn dan siapa aja yg msh memiliki kasus2 besar agar uang negara bs diselamatkan. Semoga harapan ini bs menjadi kenyataan

Tinggalkan Balasan