LIHAT KE-3 TOKOH DUNIA INI BERANI MEMERANGI TENTARA ALLAH, KAMU !?

LIHAT KE-3 TOKOH DUNIA INI BERANI MEMERANGI ‘TENTARA ALLAH’, KAMU !?

KoranJokowi.com, Bandung : Pandemi Covid 19 adalah salah-satu ujian berat yang diberikan Allah kepada ummatnya, bagaimana cara mampu keluar dari ujian, semua kembali kepada manusianya sendiri. Yang jelas, tidak ada manusia yang keluar dari ketetapan Allah. Telah menjadi ketetapan Allah SWT bahwa manusia pada suatu waktu akan tertimpa musibah atau penyakit. Ini juga yang membedakan manusia di hadapan Allah, yakni tingkat ketakwaan mereka. Dalam beberapa sumber disebutkan  penyakit di dalam Alquran disebutkan ‘Marobun, yang terbagi dalam dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani.

Penyakit ini juga pernah menimpa hidup seorang nabi, yakni Nabi Ayyub as. Penyakit yang bersarang pada raga Nabi Ayyub selama 18 tahun lamanya. Tidak ada bagian tubuh nabi Ayyub yang tidak sakit kecuali mulutnya yang senantiasa digunakan berzikir kepada Allah SWT. Setelah 18 tahun menerima penyakit tersebut dengan penuh rasa sabar, Nabi Ayyub kemudian memohon kepada Allah agar penyakitnya segera diangkat.

“Nabi Ayyub memohon pada Allah dengan mengucapkan ‘Wa ayyuba ‘idz naada rabbahu ‘annii massaniiyaddhurru wa ‘anta arhamurrohimin’, Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya : “(Ya Tuhanku) sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang. (QS. Al Anbiya ayat 83).

Kemudian doa Nabi Ibrahim terkait penyakit, sebagaimana tertulis dalam surat Asy-Syuraa ayat 80 : “Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini“, yang artinya “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku”.

Begitu juga disebutkan dalam hadits, “Ma’anzalallahu daa an, illa anzala lahu syifaan,” (HR. Bukhori), artinya “Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya”.

Jadi setiap penyakit ada obatnya kecuali satu saja, kematian. Kematian tidak bisa disembuhkan artinya kalau sudah mati ya sudah. Tapi kalau penyakit-penyakit fisik dan psikis ada penangkalnya. Banyak.

PRESIDEN JOKOWI SETUJU 329,5 JUTA VAKSIN ANTI COVID 19

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan untuk pelaksanaan program vaksinasi pada masyarakat, Indonesia telah melakukan pemesanan atau firm order 329,5 juta dosis vaksin COVID-19. Secara rinci, vaksin yang dipesan tersebut adalah 3 juta dosis yang sudah tiba di Tanah Air ditambah 122,5 juta dosis lagi dari Sinovac, kemudian dari Novavax sebanyak itu 50 juta dosis, dari COVAX/Gavi sejumlah 54 juta dosis, dari AstraZeneca 50 juta dosis, dan dari Pfizer sejumlah 50 juta dosis vaksin.

“Artinya, jumlah totalnya yang sudah firm order itu 329,5 juta, hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan, Kita akan selalu lakukan yang terbaik untuk semua ” ujar Presiden.

Disaat banyak orang merasa paling benar dan mendikte Presiden Jokowi tentang vaksin anti Covid 19, diluar Indonesia mereka bahkan saling bahu-membahu meyakinkan publik bahwa perlu kesamaan sikap untuk itu salah satunya melalui suntik vaksin anti Covid 19.

Check it Dot

PAUS FRANSISKUS MELAWAN OPINI NEGATIF

Paus Fransiskus memastikan dirinya akan menerima vaksin COVID-19. Jika tidak ada halangan, kata ia, dirinya akan disuntik vaksin COVID-19 pada pekan depan.(14-25//1), “Minggu depan. Saya sudah mendaftar dan akan digelar di Vatikan…Saya percaya bahwa etisnya semua orang harus mau divaksin,” ujar Paus Fransiskus, dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 9 Januari 2021.

Paus Fransiskus menjelaskan, bersedia divaksin adalah hal yang etis karena hal tersebut berkaitan dengan nyawa banyak orang. Tidak mau divaksin, kata ia, sama saja dengan mempertaruhkan nyawa diri sendiri dan nyawa orang lain. Ia berharap warga dunia mengikuti langkahnya untuk menerima vaksin COVID-19.

Sebagai catatan, Paus Fransiskus masuk dalam kategori warga yang diprioritaskan menerima vaksin COVID-19 lebih dahulu. Selain karena ia lansia (84 tahun), Paus Fransiskus juga memiliki rekam jejak penyakit pernafasan. Salah satu bagian paru-parunya pun telah dibedah ketika ia masih muda

RAJA SALMAN OPTIMIS SUNTIK VAKSIN

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud menerima suntikan vaksin COVID-19 pada Jumat malam, 08 Januari 2021. Menurut Saudi Press Agency, vaksin COVID-19 yang disuntikan kepada Raja Salman tersebut merupakan dosis pertama, yang nantinya akan dilanjutkan suntikan vaksin dosis kedua secara bertahap. Sementara itu, Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfig Al-Rabiah mengatakan, vaksin tersebut sengaja disuntikan kepada Raja Salman sebagai cara membuat masyarakat Arab Saudi percaya akan efektivitas khasiat dari vaksin COVID-19.

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada,

silahkan simpulkan sendiri mana yang lebih mulia dalam hal kemanusiaan, ke-3 tokoh dunia itu atau orang-orang yang selama ini sibuk meminta Presiden agar menjadi orang pertama untuk vaksin?, bukankah Covid 19 itu adaah TENTARA ALLAH seperti yang mereka katakan sejak awal?, kenapa harus takut !?

Dan semoga ke-3 tokoh dunia itu, … dan kita semua tidak ‘dilaknat’ Allah karena memerangi tentaranya, amin.

‘Ahahahah..

(Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 920 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan