MENGAPA BENCI ASENG CHINA, SEDANGKAN INVESTASI SINGAPORE NOMOR SATU SELAMA INI?

MENGAPA BENCI ASENG CHINA, SEDANGKAN INVESTASI SINGAPORE NOMOR SATU SELAMA INI?

KoranJokowi.com, Bandung: Pandemi Covid 19 boleh saja meningkat namun roda ekonomi harus terus terjaga, ini pekerjaan berat Presiden Jokowi namun ‘Bajaj Pasti berlalu’, buktinya realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang Januari-September 2020 kita mencapai sebesar Rp. 301,7 triliun (86,7%) dari target Rp. 348,1 trilyun.

Prestasi ini pun diakui oleh Global Investment Competitiveness Report 2019/2020 (Bank Dunia), yang menyebutkan bahwa Indonesia ‘masih’ menjadi salah satu dari 10 negara yang paling banyak dilirik oleh investor asing.

Kemudian diperkuat dengan rilis dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menyatakan bahwa Singapura adalah negara yang memberikan kontribusi terbesar bagi investasi asing di Indonesia. Kemudian, disusul oleh negara China dan Jepang yang masing-masing berada pada peringkat kedua dan ketiga.

Sementara itu, di posisi ke-6 hingga kesepuluh masing-masing diduduki oleh negara Hong Kong, Belanda, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan terakhir yakni Australia.

Jelas sudah sudara sudara, 30,6% dari total investasi asing di Indonesia dimiliki oleh Singapura, kemudian Jepang (17,8%), dan China (8,2%). Ada pun Arab Saudi  ‘hanya’ USD5,4 juta, Yaman USD3,2 juta, Jordania USD1,4 juta, serta Suriah dan Lebanon USD1 juta.

Dari beberapa sumber yang KoranJokowi.com himpun, terdapat beberapa kendala yang saat ini masih sering dihadapi oleh para investor asing di Indonesia. Salah satu kendala yang sering diperbincangkan adalah dalam hal regulasi, khususnya regulasi investasi yang dibuat oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa terdapat 24 perusahaan asing yang siap sedia untuk berinvestasi di Indonesia dengan estimasi total nilai investasi adalah sebesar Rp.700 Triliun. Dikarenakan regulasi perizinan, perpajakan, pengaturan lahan yang dinilai rumit, membuat banyak dari investor tersebut yang mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Akhir tahun 2020 lalu, ada 5 provinsi yang ‘dilirik’ para investor asing dan (maaf) saya merasa perlu untuk mengaitkan dengan suara Presiden Jokowi saat Pilprees 2019 lalu agar tercipta ‘ke-seimbangan’ sikap ,yaitu;

1.Jawa Barat dengan total investasi mencapai USD. 35,68 miliar 

Prabowo-Sandiaga: 16.077.446

Jokowi-Ma’ruf: 10.750.568

..

2.DKI Jakarta sebesar 30,60 miliar dollar AS,

Jokowi-Ma’ruf: 3.279.547

Prabowo-Sandiaga: 3.066.137

3.Jawa Timur  20,16 miliar dollar AS,

Jokowi-Ma’ruf: 16.231.668

Prabowo-Sandiaga: 8.441.247
..

3.Jawa Tengah 16,38 miliar dollar AS,

Jokowi-Ma’ruf: 16.825.511

Prabowo-Sandiaga: 4.944.447
..
4.Banten 15,95 miliar dollar AS dan

Prabowo-Sandiaga: 4.059.514

Jokowi-Ma’ruf: 2.537.524

..
5.DIY  1,18 miliar dollar AS.

Jokowi-Ma’ruf: 1.655.174

Prabowo-Sandiaga: 742.481

..

‘Mari jangan jadi manusia munafik,son.

Ahahahaha…

(Red-01/Foto.ist)

 

 

Tentang RedaksiKJ 1421 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan