PRESIDEN JOKOWI, BUKAN PETINJU, BUKAN GRANDMASTER CATUR DUNIA. NAMUN DIA SIAP MELAHAP ASET SUHARTO YANG MANGKRAK !?, “KAU TAK BISA, BUKAN KU TAK BISA”

PRESIDEN JOKOWI, BUKAN PETINJU, BUKAN GRANDMASTER CATUR DUNIA. NAMUN DIA SIAP MELAHAP ASET SUHARTO YANG MANGKRAK !?, “KAU TAK BISA, BUKAN KU TAK BISA”

KoranJokowi.com, Bandung: Presiden Jokowi pastinya ‘heran sudah puluhan tahun. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (JKN) Kementerian Keuangan masih belum juga ‘mampu’ menguasai dan mengelola dua aset Yayasan Supersemar milik Keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto, yaitu Gedung Granadi di Jakarta Selatan dan Vila di Megamendung, Jawa Barat. Apakah harus dilahap juga oleh Presiden Jokowi?, sabar….brow. Ahahaha..

Kedua aset sebelumnya telah diambil alih oleh Kejaksaan Agung melalui mekanisme sita eksekusi. Kini, kedua aset masih berada dalam penyitaan pengadilan. Gedung Granadi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Vila di Megamendung oleh Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat.

Penyitaan kedua aset ini terkait dengan kasus yang melibatkan Yayasan Supersemar. Kasus ini berawal saat Yayasan Supersemar digugat oleh Kejaksaan Agung secara perdata pada 2007. Yayasan Supersemar diduga menyelewengkan dana beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai, dan dipinjamkan kepada pihak ketiga.

Pada pengadilan tingkat pertama, 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan‎ gugatan Kejaksaan Agung. Pengadilan menghukum Yayasan Supersemar membayar ganti rugi kepada pemerintah sebesar US$ 105 juta dan Rp 46 miliar.Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada 19 Februari 2009.

Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI‎ Jakarta pada Oktober 2010. Namun terjadi salah ketik jumlah ganti rugi yang harus dibayarkan. Jumlah yang seharusnya ditulis Rp 185 miliar, tapi yang terketik hanya Rp 185 juta. ‘Ahahahaha….

Sehingga putusan itu tidak dapat dieksekusi. Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali pada September 2013 dan dikabulkan. MA memutuskan Yayasan Supersemar harus membayar ganti rugi ke negara sebesar Rp 4,4 triliun.

Maka siapapun yang ‘gemar mencari salah Presiden Jokowi, akan terpukul sendirinya dengan upaya itu.

Presiden Jokowi bukanlah petinju dunia seperti Mohammad Ali yang gemar menari-menari dan meliuk-liuk sebelum meng-KO-kan lawannya diatas ring. Presiden Jokowi juga master catur dunia legendaris seperti Emanuel Lasker , Juara Catur Dunia selama 27 tahun (1894-1921). Lasker yang sederhana yang dikenal sebagai pembunuh lawan caturnya melalui  pendekatan “psikologis” dalam permainannya, yang dikenal juga senantiasa  memainkan gerakan yang kurang bagus untuk membingungkan lawannya. 

Presiden Jokowi adalah putra Solo, mantan tukang kayu biasa namun mempunyai puluhan juta relawannya. Yang juga gemar menari, meliuk-liuk dan psikological touching dalam memimpin bangsa dan negara besar ini. Itu saja.

Ibarat lagu Slank, kutak bisa jauh …jauh…darimu,

dan,

kau tak bisa……’pastinya.

Mari jangan ganggu Pak Dhe kami,

‘Ayeee…..

(Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1045 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan