Wilujeng Sumping,  “KELUARGA BESAR (ALM) ABAH MADUN”

Wilujeng Sumping,

“KELUARGA BESAR (ALM) ABAH MADUN”

Bandung, Tgl.15/05/2022

Bismillahirahmanirahim,

Asslamualaikum wrwb,

Salam Sejahtera & Damai Indonesia kita.

Silaturahmi  bukan hanya sekedar ‘kongkow – kongkow’ namun dia juga  menjadi kekuatan luar biasa bagi bangsa dan negara besar ini. Karena dengan saling bertemu langsung bisa meredakan ketegangan yang ada sekaligus mampu merekatkan ikatan persaudaraan di tengah masyarakat, khususnya sejak Pandemi Covid 10 melanda. Dan Kekayaan tradisi ini yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama-sama, ini yang mengawali keinginan terlaksananya  acara sederhana ini

:Peupeuriheun hirup didunia teu lila, lamun teu gaduh dulur hirup asa nyorangan. Pareumeun Obor:

Dalam agama apapun merupakan kemuliaan besar menyambung & merajut silahturahmi, demikian dalam al quran ada beberapa ayat yang mengamanahkan hal diatas salah satunya di An-Nisa;1, “ Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu “

Dalam hiruk-pikuk duniawi yang membayangi kita kadang kita khilaf bahwa ada kerabat keliling yang juga ikut mendoakan, maka silaturahmi  lebih termuliakan dengan mendahulukan terhadap keluarga yang masih ada hubungan darah seperti ayah, ibu, adik, kakak, dan saudara handai taulan

Dan Keluarga Besar Almarhum Abah Madun adalah bagian terkecil dari upaya anak bangsa menjaga ini semua, bahkan Rasulullah SAW sendiri menyebutkan betapa pentingnya menjalin tali silaturahmi.

Kita adalah penerus silahturahmi, sehingga akan menjadikan pemersatu yang tercecer lahir & bathin. Sampaikan kepada generasi – generasi sesudahnya , inilah kekayaan yang diberikan orang tua & leluhur kita. Jauhkan sempit hati dan fikir karena itu adalah kesia-siaan.

Jangan sia-siakan silahturahmi karena Allah melaknat orang-orang yang suka memutus tali silaturahmi sebagaimana dalam firman-Nya. Allah SWT berfirman, ...”Kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan.” (Muhammad: 22)

Tahun 1948 lalum Presiden Ir H Sukarno menemui ulama besar NU – KH Wahab Chasbullah, Buya Hamka dsb  salah satunya meminta solusi bagaimana meminimalkan konflik dikalangan semua ummat agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan. Semua sama  menjawab,“Silahturahmi”, halal bi halal.

See the source image

See the source image

Silahturahmi dalam bentuk halal bi halal bermula dari tradisi besar (great tradition) di keraton yang diserap umat Islam Indonesia yang menjadi keseharian rakyat biasa sebagai tradisi kecil (little tradition). Ketika itu, banyak raja/sultan yang mengumpulkan para bawahan dan prajurit  untuk melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri usai setelah perayaan Idulfitri. Tiada orang sempurna yang tidak khilaf dalam hidupnya.

Halal bi halal juga sudah ditemukan dalam kamus Jawa-Belanda karya Theodoor Gautier Thomas Pigeaud, terbitan tahun 1938. Dalam entri huruf A kamus ini memuat kata alal behalal, bermakna acara maaf-memaafkan ketika hari raya.

Silahturahmi, halal bi halal

tidak membutuhkan biaya besar, hanya keinginan & keikhlasan.

Doa kami para anak, adik, kakak, menantu, cucu, cicit, bao dari

1.alm. Madun bin Sarbini
2.almh Hasanah binti Jaya
3.almh Salehah binti Nataadinegara
4.alm Ai sukari bin Madun
5.Aca Sutisah binti Idi warsidi
6.almh Memeh Suhana binti Madun
7.alm Suhandi bin Madun
8.alm Koko bin Madun
9.almh iis binti Madun
0.al, Yokan Sarbini bin Madun

“Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan, kita akan bertemu pada momen mulia ini setiap saat. Alfatihah untuk para orang tua, keluarga dan kerabat yang telah mendahului, surgalah tempat mereka. Mohon maaf lahir bathin”

See the source image

Mewakili Keluarga Besar Alm. Ai Sukari bin Madun  & Almh.Aca Sutisah  binti Idi Warsidi

Alm.Nano Supriatna + Tanti Diah Asianti

Dadang Suyitno  + Tinah Ruwatinah

Dedi Sudiarto + Yati Indriati

Etty Supriati  + Agus Komarudin

Pia Supriyadi

Henny Suharyani  + Heru Sukmana

Hery Suharyanto + Wiji Lestari

Mewakili Keluarga Besar Alm. HMU.Suwendi, FSAI, FLMI, MBA 

Ny.Hj.Tini S.Suwendi

Arief P.Suwendi

Budi Sufiana

Corny Rahmawati

Denny Quswantara

 DIHIN PINASTI ANYAR PINANGGIH

“Setiap kejadian yang ada sudah dipastikan sejak awal, namun baru sekarang dialami.”, adalah tentang penerimaan total atas segala peristiwa yang terjadi di dunia ini. Lakukan yang terbaik, bermanfaat bagi orang banyak.

Sehingga ”Urang-Sunda tidak perlu terlalu merasa sedih jika ada  yang berpulang, tidak perlu terlalu merasa gusar bila ada yang mengusik ketenteraman, juga tidak perlu senang berlebihan saat ada kesenangan yang menghampirinya. Atau apa pun kejadiannya, ‘Urang  Sunda senantiasa meyakini segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana dan ijin-NYA. Dalam senang dan kesusahan , ‘Urang Sunda pantang tepok jidat & berguling-guling.

‘Keep Calm !

Wabillahitauifik walhidayah. Wass wrwb

-Arief P.Suwendi-

 

 

 

Tentang RedaksiKJ 2862 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan