Budi D.Ginting #RepublikFabeliano, “KESAKSIAN PANGLIMA KRAKEN, PERJUANGAN BPRPI DI SUMUT”

Budi D.Ginting #RepublikFabeliano,
“KESAKSIAN PANGLIMA KRAKEN, PERJUANGAN BPRPI DI SUMUT”
Kemarin (27/9)  saat kami, saya – Budi D.Ginting selaku Kord.Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! Prov. Sumut dan KordNas – Arief P.Suwendi diruang kerja Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni. Tiba tiba masuklah  Panglima Kraken, sang Cumi cumi Purba yang menjabat sebagai  Wakil Presiden Bidang Hewan Purba Sumatera Utara. Sosoknya memang misterius , berwibawa dan sederhana. Kami pun berpelukan maklum sudah lama tidak bertemu, “Dimana istri istri kalian?”, tanya Kraken. “Dikantin, Eyang”, jawab saya. Kraken tersenyum. Dan, Rupanya Presiden sengaja mengundangnya untuk menyampaikan kesaksian sejarah perjuangan  Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI). Dalam waktu singkat Panglima Kraken yang usianya  hampir sama dengan Danau Purba Toba pun bersaksi
.
“Saya ini saksi hidup dari zaman sebelum HGU-HGU (Hak Guna Usaha) buatan manusia itu mencabik-cabik tanah ulayat Sumatera Utara. Rakyat Penunggu (BPRPI) itu sudah menunggui, merawat, dan menanam di tanah leluhur mereka jauh sebelum traktor-traktor korporasi datang mengusir mereka atas nama hukum industri! dan pembangunan manusia.Betapa perihnya melihat wilayah adat Melayu Penunggu dieksploitasi. Tanaman pangan milik rakyat dihancurkan, patok-patok gaib ditancapkan, dan intimidasi aparat terus mengintai. Manusia tega merampas ruang hidup petani dan masyarakat adat!”, Tubuh Kraken menggigil , maka dia meminta agar AC ruangan kerja Presiden dimatikan. Miss Pussy tersenyum bahkan membuatkan teh panas untuknya.
Kemudian Kraken melanjutkan,
—– Sebelum era kolonial, Masyarakat Adat Melayu di Sumatera Timur sudah memiliki tradisi Berladang Reba (membuka hutan untuk dikelola secara turun-temurun). Pada tahun 1898, Sultan Deli mengeluarkan Akta Konsesi yang menyewakan sebagian tanah adat tersebut kepada perusahaan perkebunan asing Belanda, namun dengan hak bagi rakyat untuk tetap menanam padi pasca-panen tembakau—yang dikenal sebagai tanah jaluran. —-
.
—- Setelah Indonesia merdeka, pemerintah mengambil alih eks-perkebunan kolonial tersebut menjadi perkebunan negara. Namun, pemerintah justru melarang masyarakat adat melakukan kegiatan berjaluran atau bercocok tanam di wilayah perkebunan tersebut. Akibat hilangnya sumber penghidupan, terjadi kelaparan hebat di kalangan Masyarakat Adat Rakyat Penunggu yang menyebabkan banyak anak-anak serta lansia meninggal dunia.Rakyat penunggu dinomor 17-kan, pembangunan gila-gilaan tanpa perduli kepada rakyat. —–
—–Sebagai respons atas penindasan dan kelaparan ini, masyarakat adat sepakat membentuk wadah perjuangan untuk merebut kembali hak ulayat mereka. Organisasi ini resmi didirikan pada 19 April 1953 dengan nama BPRP (Badan Perjuangan Rakyat Penunggu), kemudian ditambahkan kata “Indonesia”. Adapun Tokoh dibelakang BPRPI adalah Abdul Kadir Harun (Alm.) – Merupakan pemimpin periode awal yang memimpin gerakan dari tahun 1953 hingga 1979. Afnawi Noeh / Nuh (Alm.) – Tokoh sentral sekaligus perumus arah perjuangan organisasi yang memimpin dari tahun 1979 hingga 2006. Kemudian dilanjutkan kepada anaknya, Harun Noeh (Bang Alung). Dan oleh Alfi Syahrin, S.E. sejak thn.2018 yang sebelumnya adalah Sekjen saat dipimpin A.Noeh.—-
.
—- Pemakaian nama ‘Indonesia’ dibelakang BPRP  guna menepis  BPRP ‘ber-afiliasi dengan  gerakan separatis Komando Jihad (KoJi). Kata “Penunggu” sendiri dalam khazanah Melayu bermakna sebagai penjaga asli yang mendiami atau memelihara suatu tempat wilayah adat.—-
“Ada apa dengan Komando Jihad, Panglima?“, tanya Miss Pussy serius, wajah Kraken pucat. Menoleh kiri kanan, Maaf ibu presiden, ruang ini aman dari penyadapan?, tanya Kraken. Miss Pussy tersenyum lagi, kemudian mengambil benda serupa remote, Kliikk…dipencetnya dan seluruh ruangan bersinar ungu hingga 5 detik lamanya. “Panglima semua aman,  jika ada penyadap maka warnanya menjadi merah. Lanjutkan”
.
—- Siap ibu, Komando Jihad (KoJi) adalah nama kelompok ekstremis yang aktif pada masa pemerintahan Orde Baru (sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an). Istilah ini menjadi sangat sensitif dalam sejarah politik Indonesia karena sarat dengan rekayasa intelijen dan stigmatisasi untuk meredam kelompok-kelompok yang kritis terhadap pemerintah saat itu. ——

—-Saya pernah baca buku karya mantan Ketua Komisi Yudisial Dr. Busyro Muqaddas mengatakan bahwa Koji adalah bagian dari  Operasi Khusus (Opsus) BAKIN (badan intelijen negara kala itu di bawah Ali Moertopo), sebagai black propaganda (propaganda hitam) untuk: >>  Mendelegitimasi kelompok politik Islam menjelang Pemilu. >> Menciptakan ketakutan di masyarakat (bahwa ada ancaman radikalisme) >> Memberikan alasan sah bagi militer untuk menangkap siapa saja yang dianggap membangkang terhadap pemerintah. “Provokasi, intimidasi, korupsi dan posisi itu yang mereka cari, hak rakyat nomor 17, bahkan sebagian daerah ditunjuk sebagai komunis jika membangkang”, getar suara Kraken sehingga ikan ikan mas di aquarium bersembunyi.

Tiba tiba Panglima Kraken berdiri dan minta ijin ke toilet, saya dan KordNas tersenyum. Ya seperti itulah jika sudah sepuh, kena AC salah, kepanasan ,diare.

‘Ikan hiu muter muter, see yoy later!

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.27   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

=======

Budi D,Ginting.#RepublikFabeliano, “LAPORAN DARI RAPAT DPRRI 09092026?”

Tentang Koran Jokowi 4506 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan