#RepublikFabeliano, “BKSDA YOGJA JANGAN SOMBONG KEPADA MONYET EKOR PANJANG!”

#RepublikFabeliano,

“BKSDA YOGJA JANGAN SOMBONG KEPADA MONYET EKOR PANJANG!”

.

JUMPA PERS 

Waktu dan Tempat :

Jumat, Tgl. 25 September 2026.

Istana Negara Republik Fabeliano, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pembicara:

Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni

Mbah MEP – Monyet Purba Yogjakarta  thn.618 Masehi

Moderator :

Nona Rusarosi

Wakil Menkeu Bd.Komunikasi & Hubungan Publik

Pengamat :

Jenderal Srijag
Wapres Bidang Pengumpul Uang Sitaan Koruptor

“Teman teman media yang kami hormati, saya nona Rusarusi moderator – Kord.Hewan Rusa Totol Seluruh Istana Presiden yang juga selaku Wakil Menkeu Bd.Komunikasi & Hubungan Publik. Terimakasih sudah datang di Istana negara kembali. Menjawab pertanyaan saudara saudara baik melalui WA, Email , telpon dsb. Khususnya mengenai Fenomena Monyet Ekor panjang (MEP)  atau  Macaca fascicularis yang dikeluhkan BKSDA Yogjakarta ,dsb. 

Selain hadir disini Presiden Miss Pussy Noni dan Jenderal Srijag – Campuran Srigala India & Anjing Hutan/Ajag, Provinsi Lampung maka kami perkenalkan disebelah saya ini bernama ‘MBAH MEP’ , sesepuh Monyet Ekor Panjang Purba  di seluruh DI. Yogjakarta yang telah berusia lebih dari 100 tahun, bahkan para moyangnya telah ada jauh sebelum era Kerajaan Mataram Kuno (Medang) abad ke-8 hingga ke-10. Kepada Ibu Presiden silahkan, waktu dan tempat kami persilahkan…..

BKSDA KALSEL BUKAN BKSDA YOGJAKARTA

Miss Pussy berdiri, “Ya!,Jenderal Srijag saja dulu, silahkan Jenderal!”, …Jenderal yang kemana-mana selalu bawa karung dengan teks DANA PILPRES 2029 , dan kita tidak tahu apa maksudnya ini, tersenyum dan berdiri. “Teman teman Jurnalis, kasus turunnya MEP ke beberapa  pemukiman manusia  di Yogjakarta adalah koreksi untuk manusia karena mereka mengabaikan kehdiupan MEP. Saya pagi tadi baru pulang dari Kalimantan selatan, disana sedang ramai kasus 14 Perusahaan menyetor dana ke BKSDA sebagai kompensasi atau kewajiban karena memanfaatkan area hutan konservasi untuk kepentingan bisnis mereka, seperti pemasangan tiang listrik dan infrastruktur lainnya. Kasus ini terjadi tahun 2021-2024,  20 orang sudah diperiksa. Lucunya sampai saat ini penegakan hukumnya ‘macet masa sudah satu tahun tidak ada perkembangan!, Insyaallah malam ini saya kembali ke Kalsel. Sementara ini saja, silahkan ibu Presiden dilanjut, saya standby”, 

Miss Pussy mengangguk dan melanjutkan bicara, “Bahkan beberapa sumber mengatakan mereka telah ada di zaman Pleistosen , sekitar ratusan ribu hingga jutaan tahun yang lalu. Jelas ya, mereka lebih awal ada, daripada manusia di Nusantara ini. Silahkan Mbah”, kata Miss Pussy, Si Mbah terbatuk sebentar, matanya menatap tajam para jurnalis TV, Radio, Cetak dan Online kemudian berdiri dengan tongkat saktinya dan mengambil microphone diatas meja.


MEP YOGJAKARTA ERA TAHUN 618 MASEHI

“Teman teman Jurnalis, dimeja kalian ada alat bernama AI Translator Earbuds atau Earphone Penerjemah Bahasa. Silahkan dipakai dan nanti boleh dibawa pulang. Karena saya hanya fasih berbahasa Tiongkok kuno”, para jurnalis pun memasang ditelinga mereka, suasana hening.

.

“Intinya begini, moyang kami telah ada diseluruh hutan purba Mataram Kuno bahkan era Dinasti Tang (Xin Tang Shu) sekitar thn.618  Masehi saat itu mereka menamakan wilayah Mataram Kuno dengan Ho-ling) khusus tentang hubungan dagang internasional karena kita kaya akan rempah. Salah satu bukti tertulis tertua mengenai kehadiran fisik orang-orang Tiongkok di wilayah Mataram Kuno tertuang dalam Prasasti Bungur A yang berangka tahun 860 M. Di dalam prasasti tersebut, tercantum istilah jabatan “Juru Cina”, pejabat kerajaan Mataram Kuno yang ditunjuk khusus untuk mengurus, memungut pajak, dan mengatur para pedagang perantau dari Tiongkok yang bermukim di Jawa khususnya di Mataram Kuno”, Si Mbah menghentikan bicaranya, dia mengambil obat asma dari saku kemeja lurik dan meminumnya. (Para jurnalis saling berbisik, menyadari bahwa AI Translator mereka sebenarnya menerjemahkan Mandarin Modern, bukan Tiongkok Kuno, tapi mereka memilih diam karena takut diketok tongkat  sakti Mbah MEP).

.“Nah para moyang kami ikut terlibat dalam hal ini, ikut menjaga ketertiban terhadap tamu sebagaimana pribahasa ‘Tamu adalah raja. Karena saat itu hutan masih lebat, banyak tukang begal dan hewan predator pemangsa Juru Cina yang sedang bekerja, jadi kami sudah punya andil kepada kerajaan, bangsa dan negara ini. Jika saat itu manusia punya jabatan Tuha Alas atau Manggalas (penjaga/pengelola hutan), moyang kami pun ada yaitu 人类的守护者 atau Rénlèi de shǒuhù zhě atau Guardian of humanity, saat itu kami bukan hanya menjaga hutan saja namun  juga menjaga manusia manusia serakah. Jika saat itu luas tutupan hutan pulau jawa > 1,2 juta hektar sedang hutan DIY > 84.921  hektar, berarti ada >60 juta MEP di Pulau Jawa dan >4,2 juta MEP di htan hutan Yogjakarta!“, para jurnalis manggut manggut.

MEP YOGJAKARTA ERA TAHUN 2026

“Waktu terus berjalan, banyak hutan tergantikan properti dsb termasuk hutan di Yogjakarta  semua ulah manusia. Dan kami adalah korbannya, lahan dan tempat hidup kami semakin sempit. Manusia malah menanam aneka pohon-pohon keras berkayu besar (non-buah) yang sangat rapat dan lebat. Pohon buah-buahan justru lebih banyak ditanam manusia di area pekarangan rumah atau perkebunan buatan masyarakat. Ingat , hewan seperti kami tidak dikasih hak oleh Tuhan menjadi petani atau penanam buah sampai saat ini, paham !!!?”, tiba tiba suara Si Mbah melengking tinggi. Para jurnalis panik.

….”Manusia hidup tenang karena punya pohon buah, sawah, ladang. Lalu kami? Tidak adil! Andai boleh meminta kepada Tuhan, lebih baik kami saja yang lenyap dari bumi — termasuk di Yogyakarta. Kami bertahan hidup di lahan yang makin sempit, terdesak. Pernahkah manusia berpikir: apakah kami juga diberi bagian dari Makan Bergizi Gratis? Tidak pernah!….

….Apakah manusia di Indonesia peduli berapa miliar serangga yang binasa sia-sia saat KARHUTLA THN.2026 hingga lebih dari 202.000 hektar? Tidak peduli! Lantas kami heran — mengapa tiba-tiba Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) D.I. Yogyakarta justru berniat mengekspor kami, dengan alasan mengurangi populasi demi riset biomedis? Untunglah BRIN menolak rencana itu. Semua simpang siur, di medsos  anak anak kami bahkan lebih mengerikan disebutlah harga kami lebih dari USD.300/ekor! …
Sadarkah manusia? Tuhan menciptakan kami dengan peran yang tak tergantikan — kami adalah “Petani Alami”, “Arsitek Hutan”. Saat kami memakan buah dan menyebarkan biji ke seantero hutan, kami menumbuhkan kembali pepohonan, menjaga hutan tetap hidup dan beraneka ragam. Kami mengendalikan hama, menjaga keseimbangan alam……
.
…..Apa yang bisa manusia lakukan? Hutan ditebang, digantikan bangunan, jalan, jembatan — semua itu untuk manusia, bukan untuk kami. Lahan kami menyusut, pakan kami habis, lalu kami yang disalahkan”.
Si Mbah meminum obat asmanya lagi. Wajahnya tampak pucat, napasnya berat…..

.”Manusia lupa kami juga Bagian Penting Rantai Makanan , karena kami juga diburu , dilukai dan dimakan para hewan predator seperti ular sanca, macan tutul Jawa, hingga burung elang. Jika kami punah memang siapa yang mau kasih makan mereka?, MBG!?. Kami juga adalah  satwa indikator. Jika  kami  mulai merantau, keluar hutan dan masuk wilayah manusia itu tandanya di hutan tidak ada lagi makanan seperti yang terjadi di Yogyakarta selama ini, itu adalah sinyal atau “alarm alam” bahwa sumber kehidupan dan makan mereka  sudah rusak atau mengalami deforestasi parah. Jadi jangan ada manusia yang mengatakan kami hama, dan jangan coba meng-ekspor kami  dengan berbagai alasan. Manusia diberikan Akal oleh Tuhan, berpikirlah! ,BKSDA Yogjakarta pun jangan sombonglah sama kami!, mari bicara baik baik“, wajah Si Mbah semakin pucat, tim medis mulai siaga.Diujung meja, Miss Pussy menangis.

.”Terakhir, maaf saya pakai bahasa Tiongkok kuno. Wǒmen shì shàngdì de shòu zàowù; rúguǒ wǒmen quèshí bèi shì wéi hàichóng huò wúyòng de dòngwù, nà jiù qíqiú shàngdì jiāng wǒmen cóng dà dìshàng——tèbié shì cóng rì rě de sēnlín zhōng——chèdǐ mǒ qù ba. — Artinya —- kami adalah mahluk tuhan, jika memang kami dianggap hama atau hewan tidak manfaat,  mintalah kepada tuhan agar musnahkan kami dari muka bumi khususnya dari hutan di Yogjakarta. Merdeka !, Merdeka!, Merdeka!”, teriak Si Mbah diikuti para jurnalis.

‘Bruuk!

Miss Pussy yang pingsan, Lah!

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl.25   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

============

Tentang Koran Jokowi 4503 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan