Semalam (8/11) saya ditelepon KordNas Koranjokowi.com, banyak hal kami bicarakan. Sekitar Pkl.21.44, saya diminta tutup telepone dan segera keluar rumah. “Kamu keluar dan dia menunggumu sejak tadi”,pesan KordNas saya pun keluar, “Ya Allah !”, disana sudah ada si Moly – Kambing saya yang tahun 2024 lalu saya jual Rp.2 juta untuk biaya perawatan istri yang sakit, juga ada 2 anggota kabinet Republik Fabeliano yang mengawalnya, yaitu Mbah Rebon – sesepuh Udang Cirebon – Menteri MBG, KopDes & Koperasi Nelayan yang sedang di-skorsing dan Akamsi – anjing liar jenis Mongrel/Mutts yang menjabat sebagai Utusan Presiden Urusan Wara-wiri. Kami pun berkangen-kangenan.
Tidak lama istri pun keluar membawa kopi dan singkong rebus, banyak hal yang kami bicarakan. Salah satunya ada beberapa pesan dari Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni, yaitu:
1.Molly sudah ditebus dari pembelinya dan saya diminta untuk merawatnya lagi
2.Saya diminta untuk membantu masyarakat Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon sekaligus mengawal dan mengawasi praktek praktek korupsi
3.Menurut penuturan cerita rakyat setempat, wilayah Desa Sampih pada zaman dahulu kala merupakan kawasan hutan belantara yang sangat lebat dan dihuni oleh binatang buas. Hutan ini sangat ditakuti oleh masyarakat luar karena terkenal sebagai sarang ular raksasa yang sangat berbisa dan siluman.
Suatu hari, datanglah tiga orang pengembara sakti mandraguna ke wilayah tersebut, yaitu Buyut Manah, Buyut Karim, dan Buyut Jayasa. Saat baru tiba di perbatasan barat (dekat daerah Susukantonggoh), mereka langsung dihadang oleh seekor ular sanca sebesar pohon pinang. Berkat kesaktian ketiga buyut ini, ular tersebut berhasil ditaklukkan. Hutan angker itu pun kemudian dibersihkan dan dibuka menjadi sebuah pemukiman yang subur dialiri oleh air sungai yang jernih.
Seperti cerita turun-temurun, nama “Sampih” disematkan karena daerah ini terbukti subur dan nyaman, sehingga mampu merawat penduduk pendatang hingga menjadi betah atau “kerasan”
Saat ini ada 5 dusun, 8 RW, 20 RT, dengan sekitar 450 sampai 600-an Kepala Keluarga (KK). Sebagian pemuda dan warganya juga memiliki tradisi merantau ke kota-kota besar untuk bekerja.
4.Potensi Ekonomi Desa Sampih
a.Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sampih.
Sebagai bagian dari 412 desa di Kabupaten Cirebon yang mendapat legalitas resmi, Kopdes Merah Putih di Desa Sampih menunjukkan progres administrasi yang sangat positif dibanding desa-desa lain di sekitarnya. Kopdes Sampih kini tengah disiapkan untuk menyatukan kekuatan bersama UMKM lokal untuk menjadi mitra pemasok rantai makanan (seperti pasokan telur, beras, atau sayur) ke pihak dapur SPPG Susukanlebak agar roda ekonomi warga berputar di dalam desa sendiri.
.
Titik Rawan Korupsi:
Penyalahgunaan Dana Operasional & Kas Koperasi, Kredit Fiktif dan Nepotisme Simpan Pinjam, termasuk banyaknya kasus Kongkalikong Rantai Pasok BUMDes & Kopdes jika pengurus Kopdes atau perangkat desa memiliki usaha pribadi yang dipaksakan masuk menjadi penyalur utama pupuk, bibit, atau bahan pokok. Perputaran uang koperasi akhirnya hanya menguntungkan elit desa, bukan anggota masyarakat kecil.
b. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) & Hubungannya dengan Desa
Secara teknis, Penyaluran paket MBG untuk anak sekolah di wilayah Desa Sampih disuplai langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak.Dapur SPPG ini mengelola dan memproduksi sebanyak 3.609 paket makanan bergizi setiap hari sekolah.
.
Pembicaraan terhenti karena istri saya pamit mau ngaji. “Saya tidak masak apa-apa, kalau mau makan silahkan , pamit mau ngaji, wassalamualikum wrwb”,
Pasokan masif tersebut didistribusikan secara berkala ke 29 sekolah di area Susukanlebak, meliputi jenjang RA, PAUD, TK, SD, hingga SMP. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah Desa Sampih masuk ke dalam peta wilayah layanan SPPG ini
Untuk area Susukanlebak, salah satu penggerak distribusi paket MBG ke puluhan sekolah (RA, PAUD, TK, SD, hingga SMP) adalah dapur SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak. Skema pasokan lokal ini dirancang agar uang negara berputar di desa dan menguntungkan para petani, peternak, serta pedagang sayur di sekitar Desa Sampih dan Susukanlebak.
Titik Rawan Korupsi:
Manipulasi Kualitas Bahan Makanan (Downgrading), Modus “Siswa Hantu” (Mark-up Jumlah Paket), Monopoli Vendor Pemasok Dapur SPPG biasanya kongkalikong atau kickback (setoran) antara kepala Satuan Pelayanan (SPPG) dengan oknum pemasok sayur, telur, atau daging tertentu. Bukannya memberdayakan petani desa sekitar Sampih, oknum SPPG bisa saja sengaja menunjuk vendor “titipan” dari kota luar dengan harga yang di- mark up.
“Ingat pesan Ibu presiden, Kalau pun sampai saat ini tidak ada kasus keracunan di kab.Cirebon namun kalian jangan lengah,ingatkan itu terus melalui Kades/kuwu. Karena kasus ini di Kota Cirebon meningkat dari 270, 395, hingga angka akumulatif akhir sebanyak 426 orang. Yang mayoritas korban didominasi oleh anak-anak sekolah (pelajar TK, SD, serta day care) sebanyak 292 anak, ditambah kelompok dewasa sebanyak 67 orang termasuk beberapa guru sekolah dan 2 orang petugas dapur. Kasus meluas ke warga dewasa karena beberapa paket makanan dibawa pulang ke rumah dan turut dikonsumsi anggota keluarga”, tutup Akamsi, Mbah Rebon hanya manggut manggut sambil mendengarkan lagu dangdut dari radionya.
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl. 9 November 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment