#RepublikFabeliano, “PESAN HEWAN 50 JUTA TAHUN LALU TENTANG G30S/PKI?!”

#RepublikFabeliano,
“PESAN HEWAN 50 JUTA TAHUN LALU TENTANG G30S/PKI?!”
.
Hari ini, Minggu (27/9) sejak pkl.08.00 pagi Press Room Istana Republik Fabeliano telah  dipenuhi awak media dalam dan luar negeri. Mereka menanti tamu istimewa istana yaitu Nyonya Ankylosaurus, Ketua Badan Antikorupsi dan Anti-Ajaran Sesat Hewan Dunia di bawah UNA (United Nations of Animals) berupa hewan purba >50 juta tahun lalu dengan berat >8 ton, panjang > 6 meter  dan tinggi >1,7 meter. 
Nama Ankylosaurus berarti ‘Kadal Kaku’, tubuhnya yang gempal dislimuti  kulit keras bertulang (osteoderm)  mirip dinding tank tempur berduri dan ujung ekor berupa bongkahan tulang besar yang sangat keras mirip kepalannya ‘Hulk. Maka seekor Tyrex pun mikir jika harus berkelahi dengannya, kalau pun ‘sangar’ namun  dia pendiam dan hanya makan daun-daunan; pakis hutan,dsb.
.
Nyonya Ankly bukan perempuan sosialita yang hobby dugem namun seorang Profesor Doktor Ilmu Filsafat Doktor (Dr.) atau Ph.D. / Dr.Phil,  Gelar tertinggi tingkat strata 3 (S3)  dan pemilik  100 media sejak zaman purba.
.
Pukul. 08.18, yang ditunggu pun muncul- Presiden Miss Pussy bersama Nyona Angkly berjalan menuju kerumunan media.Disertai anggota kabinet lainnya,
1.Jenderal Bodas Siliwangi – Menteri Dalam Negeri Fabeliano
2.Jenderal Bruno Ono – Wapres Bidang Pengamanan Istana
3.Nick Butkus – Menteri Muda Urusan Guguk Selebriti Dunia
3.Nona Kucanreng Wallace – Menteri Keuangan & Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan Garis Wallace

 

@koranjokowi.com

#G30S /PKI🤔🦕🦖🦕

♬ original sound – DS Priyadi – DS Priyadi

“Maafkan kelambatan kami, perjalanan jauh membuat tamu kita minta waktu rehat. Oke teman teman media , CV Nyonya Ankylosaurus sudah kalian pegang semuanya ya, nah untuk mempersingkat waktu maka kami persilahkan Nyonya Anky untuk langsung bicara”, buka Miss Pussy, 
Nyonya Ankylosaurus menegakkan kakinya yang kokoh, lalu tatapannya berubah serius. “Saya datang bukan untuk mencari konfrontasi dengan negara Republik Indonesia.  Saya datang sebagai perisai pertahanan moral dan suara kebenaran di Republik Fabeliano. Namun jangan lupa di RI, Jumlah Penduduk Miskin: 22,93 juta orang ,Total Pengangguran Terbuka >7,46 juta orang – Pengangguran Usia Muda nya(15–24 Tahun) >17,37%, Tamatan SD / Sederajat (Termasuk yang tidak tamat) – > 48,27 juta jiwa, Tamatan SMP / Sederajat –  46,08 juta jiwa), Tamatan SMA / SMK / Sederajat > 60 juta, dan Sarjana / Diploma > 23 juta.  Semua realita ini,  yang harus mereka hadapi sehingga slogan INDONESIA EMAS 2040 bukan sekedar retorika dan materi kampanye saja. Ini yang tidak boleh terjadi di Republik Fabeliano!”
.
G30S/PKI – LUBANG BUAYA
“Para jurnalis, anak-anak muda di Indonesia sana  kebanyakan hanya tahu bahwa G30S/PKI =  LUBANG BUAYA. Mereka hanya melihat sumur tua itu sebagai monumen kengerian fisik atau tontonan horor tahunan,mereka para orang dewasa lupa bahwa dunia terus berputar. Rasa muak itu membuat generasi muda khususnya Gen-Z  tidak ter-edukasi baik bahwa dibelakang G30S/PKI ada ajaran sesat dan radikal  yang sampai saat ini  terus bekerja merayap di bawah tanah, menyebar fitnah, memicu kecurigaan antar-kelompok, hingga akhirnya meletus menjadi tragedi pembantaian yang merobek persatuan.”
.
Nyonya Ankylosaurus mengembuskan napas hangat dari rongga hidungnya ,  “Sejarah yang tidak dipahami dengan utuh oleh generasi muda akan cenderung diulang sebagai komedi atau tragedi baru. Dan saya tahu persis di mana letak kegagalan fatal pemerintahan RI  dalam mengedukasi sejarah ini!. Selama puluhan tahun, mereka  tidak pernah mau mendengar bagaimana versi Gen Z  di RI dalam melihat sejarah mereka sendiri!”
Oleh karena itu, di bawah bendera UNA dan 100 jaringan medianya, kami menawarkan kepada Republik Fabeliano  akan  Program Proteksi Sejarah dan Anti-Ajaran Sesat yang ramah algoritma Gen Z. G30S/PKI = Lubang Buaya  adalah masa lalu RI yang sudah selesai, namun kita harus lebih siap negara ini tidak ‘terjangkiti’ paranoid G30S/PKI ; adu domba, hoaks politik, ego kekuasaan, dan radikalisme oral dan verbal — karena semua ini adalah bahaya laten yang wajib diwaspadai.
.
“Mari kita balik logikanya, teman teman jurnalis. Alih-alih mencekoki mereka dengan doktrin kuno, biarkan Gen Z  RI yang memegang mikrofon dan kamera untuk menyuarakan kewaspadaan lewat bahasa mereka sendiri. Generasi muda khususnya Gen Z   di RI juga bukan generasi bodoh, mereka wajar jika mempertanyakan efektifitasnya apa  tentang G30S/PKI = LUBANG BUAYA karena disatu  sisi negara  tetap menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama dengan sejumlah negara yang menganut sistem satu partai berpaham komunis, baik dengan Tiongkok, Korea utara, Vietnam, Cuba, Laos , dsb. Bukankah mereka juga negara komunis?”, mata Nyonya Angkly tajam, Jurnalis diam senyap.
.
“Saya sudah serahkan dokumen kepada Presiden Miss Pussy tentang buah pikir saya atas hal ini, yang terdiri dari 4 hal, yaitu :
1. Dekonstruksi Tafsir Tunggal & Cross-Checking Data
Bagi Gen Z, sejarah bukan sekadar hafalan teks di sekolah. Riset menunjukkan bahwa anak muda zaman sekarang aktif membandingkan berbagai sumber informasi ‘pembanding’; via internet, media sosial, dokumen deklasifikasi, hingga menonton film dokumenter seperti karya Joshua Oppenheimer (Jagal dan Senyap). Banyak yang lupa, jika mereka ‘nggak’ suka drama gaya babe thn.60-an  yang sarat dengan politik dan propaganda yang tidak dipahami mereka.

.

2. Fokus pada Sisi Kemanusiaan dan Pelanggaran HAM

Alih-alih terjebak dalam perdebatan politik siapa yang benar atau salah secara ideologis, Gen Z menaruh perhatian besar pada aspek kemanusiaan.; Mereka melihat tragedi ini dari dua sisi kelam: pembunuhan keji para perwira TNI AD, sekaligus pembantaian massal serta stigmatisasi tanpa peradilan terhadap ratusan ribu warga sipil yang ‘dituduh’ komunis pasca-peristiwa tersebut kemudian dilenyapkan. Disatu sisi Gen Z melihat tidak ada keseriusan para babeh mengurusi  kasus pemerkosaan Mei 1998, jutaan rakyat menderita akibat Karhutla, UU Perampasan aset, dsb.
3. Jengah dengan Komodifikasi Isu “Kebangkitan PKI”
Setiap bulan September, isu “PKI Bangkit” kerap digoreng oleh elite politik atau kelompok tertentu. Di mata Gen Z, narasi ini sering dianggap tidak relevan, usang, bahkan menjadi bahan candaan (meme) di media sosial karena komunisme secara global dinilai sudah gagal. Mereka lebih mencemaskan isu-isu kontemporer yang nyata di depan mata mereka seperti perubahan iklim, lapangan kerja, kesehatan mental, korupsi, dan demokrasi digital. Termasuk ruang ekspresi melalui ‘One-Peace’, Anarcho dsb tanpa para babeh babeh itu tanya mengapa jadi seperti ini?
.
4. Menolak Warisan Trauma, Memilih Literasi Kritis
Gen Z memandang masa lalu sebagai pelajaran berharga (energi moral) agar bangsa Indonesia tidak mengulangi luka dan perpecahan yang sama. Mereka menolak mewarisi dendam antargenerasi dan lebih memilih membangun kesadaran demokratis yang inklusif agar ruang dialog serta kebebasan berpikir tetap terjaga.

“Ingat, teman teman Jurnalis. G302/PKI  di Indonesia adalah masa lalu, bukan disini. Dan, bagi para Gen Z  disini yang jumlahnya puluhan juta jangan dipaksakan untuk larut dalam masa lalunya  ‘G30S/PKI = LUBANG BUAYA,  karena mereka mempunyai ‘barrier/penghadang’ sendiri. Jangan memaksakan sesuatu yang mereka tidak suka, namun ajak mereka bicara dan tanya ‘apa yang kalian mau’?, saya yakin mereka akan menjawab  hala yang lebih mengerikan; biaya pendidikan murah/gratis, lapangan pekerjaan terjamin, moralitas pejabat terjaga baik diruang publik – tidak saling ‘menggonggong untuk menutupi kebijakan yang salah, Presiden atau pejabat yang dibayar APBN jangan mencemooh rakyat diruang publik, penindakan terhadap koruptor tanpa kompromi, dana desa kembali keawal, tinjau kembali program MBG – KopDes seperti di RI apakah itu kehendak rakyat, bagaimana Penanganan Karhutla dan mitigasi kepada hewan, dsb. Itu lebih penting”,  
Nyonya Ankylosaurus  mendengus nafas panjang, palu Hulk – nya menggedor lantai 3 kali. Para jurnalis bertepuk tangan. Kemudian Miss Pussy berkata, “Teman teman Jurnalis, saya mengambil keputusan detik ini juga jika Nyonya Angky akan kami jadikan penasehat presiden, insyaallah surat permohonan akan kami kirim secepatnya kepada UNA. Republik ini butuh para penasehat yang telah selesai dengan hidupnya sehingga kerjapun lebih maksimal karena tidak mempunyai kepentingan apapun sebagaimana Nyonya Angky ini.”Waspada masa lalu, kuasai masa kini, amankan masa depan!”, kata Miss Pussy mengakhiri jumpa pers ini.
Bruukkk..!
Nyonya Angky pingsan.
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl. 28   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

=======

 

Tentang Koran Jokowi 4507 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan