JOKOWI – JK PUN TINGGALKAN RIZAL RAMLI YANG MENUNGGU BERJAM-JAM DI ISTANA, “AHAHAHAHA..”

Bisnis/Dwi Prasetya DEKLARASI JOKOWI-JUSUF KALLA Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kiri) dan Jusuf Kalla memegang Bendera Merah Putih saat deklarasi di Gedung Joang 45 Jakarta, Senin (19/5).

JOKOWI – JK PUN TINGGALKAN RIZAL RAMLI YANG MENUNGGU BERJAM-JAM DI ISTANA, “AHAHAHAHA..”

KoranJokowi.com, Bandung : Aja mumae’lo nabe’tta taue’ makkalla ‘ ricappa’na lete’ngnge. Pepatah Bugis ini memiliki arti  jangan pernah kamu mau didahului oleh orang lain dalam hal mengambil rezeki. Pepatah ini mengajarkan manusia untuk bekerja keras dalam hal mendapatkan rezeki. Jangan sampai yang seharusnya menjadi rezeki Anda menjadi rezeki orang lain karena Anda tidak mau mengambilnya.

Nah yang ingin saya sampaikan dibawah ini apakah ada kaitannya dengan pepatah diatas, silahkan anda ambil kesimpulannya sendiri. ‘Tabik.

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada, mantan Wakil Presiden RI – Dr.(H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) kelahiran WatamponeKabupaten BoneSulawesi Selatan15 Mei 1942 lalu. Memang piawai sebagai ‘politisi, JK dengan segala warnanya pun telah ikut ‘mematangkan’ manajemen-politik seorang mantan tukang meubel, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)  selaku Wapresnya sejak 20 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019. Dan sejak kursi Wapres berganti kepada KH.Maruf Amin, JK kemudian seolah bertapa.

Namun Kamis, 6/11 lalu, menurut sosok yang akrab disapa “Daeng Ucu” ini muncul ke publik kembali sekaligus ‘menampar’ Rizal Ramli  di kanal YouTube Karni Ilyas Club yang mengatakan bahwa JK memang tidak suka dia sejak lama selalu berusaha menjegal dirinya. “JK selalu block saya. Pokoknya JK enggak mau Rizal pegang ekonomi dan keuangan,” ujar Rizal Ramli yang semakin lama semakin tidak karuan statemennya.

Pada kanal itu JK bahkan ‘menampar dan menelanjangi Rizal dengan terbuka, Jusuf Kalla bercerita alasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Rizal Ramli saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman lalu karena memang ‘tidak-becus’ bekerja, bahkan kerap menggunakan bahasa ‘ragunan’ disaat marah kepada jajarannya. “Di era Pak Jokowi (Jilid I) dia tidak bisa memimpin dan koordinir menteri-menteri di bawahnya. Tidak bisa koordinasi, akhirnya di-reshuffle setelah 10 bulan menjabat. Waktu itu dia dipanggil, saya sedang bersama Pak Jokowi. Dijelaskan bahwa untuk kebaikan kabinet, maka dia diganti. Rizal tidak terima dicopot begitu saja dan mempertanyakan alasan Jokowi mencopot dirinya. Wah, dia menolak (dicopot). Dia tanya, apa salah saya? Wah, banyak ngomongnya panjang lebar. Saya dengar saja, itu kan maunya Pak Jokowi,” kata JK dikanal itu

Ditambahkan JK, Presiden Jokowi ketika itu meminta Rizal untuk menunggu penjelasannya di ruang lain di Istana, sementara presiden meminta waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain terlebih dahulu. Presiden, lanjut JK, baru selesai dengan pekerjaannya sekitar pukul 10 malam ketika itu dan ternyata Rizal masih setia menunggu.

“Pak Jokowi tanya ke ajudan apakah Rizal masih ada. Kata ajudan, masih ada. Lalu, Pak Jokowi bilang ke ajudan untuk diam-diam saja karena kami (Jokowi dan JK) mau pulang. Jadi, kami pulang diam-diam, tinggalkan Rizal Ramli di kamar lain itu,” ujar JK. Ahahahahah, mantap Daeng ! (Red-01/Foto.ist)

 

 

Tentang RedaksiKJ 1725 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan