TOLERANSI BERAGAMA TNI-AD, BERSIH-BERSIH GEREJA DI BELU, NTT.

TOLERANSI BERAGAMA TNI-AD, BERSIH-BERSIH GEREJA DI BELU, NTT.

KoranJokowi.com, Belu, NTT : Kalau pun informasi ini terlambat ke meja redaksi KoranJokowi.com, namun sepertinya rasa haru dan bangga patut kami sampaikan atas hal dibawah ini, nuhun untuk kang Dewa Aruna (Media Istana) atas infonya.

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada, Kamis (5/11/2020) lalu  Satgas pamtas Yonif RK 744/SYB Pos Dafala dibawah pimpinan Lettu Inf I Gusti Saputra S,H bersama personilnya telah melaksanakan pembersihan halaman Gereja Stasi dafala di desa Dafala, kecamatan Tasifeto timur, Kab. Belu, Rabu (04/11/2020). Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Dikatakannya, kebersihan rumah ibadah umat Kristiani perlu dijaga agar saat jemaat beribadah akan memberi rasa aman dan nyaman. “Gereja adalah salah satu sarana beribadah bagi umat Kristen, penting dijaga kebersihannya agar memberikan rasa nyaman bagi setiap jemaat yang beribadah. Demikian pula dengan tempat ibadah-ibadah lainnya.” jelasnya

Terpisah, Dankipur 3 pos Dafala Lettu (Inf) I Gusti Saputra, S.H. bahwa kebersihan rumah-rumah ibadah seperti Gereja, Masjid, Pura adalah hal yang mutlak dan harus dilaksanakan, personil Satgas pos Dafala dan Jemaat Gereja saling bahu membahu melaksanakan pembersihan di dalam maupun di dalam gereja.

Atas keterlibatan TNI dalam pembersihan tersebut, Bapak Frans Bouk selaku Ketua Jemaat Gereja dafala mengucapkan terimakasih kepada anggota Pos Dafala. “Terima kasih banyak kepada seluruh personil Pos dafala yang telah turut serta membantu membersihkan Gereja.

Pertemuan ini adalah bentuk toleransi umat beragama karena kami tahu personil Pos yang ikut melaksanakan pembersihan ini tidak semuanya beragama Kristen,” ujarnya. Sementara itu Dansatgas kembali mengatakan, kegiatan semacam ini bukan hal yang pertama namun sudah dan sering dilaksanakan di seluruh pos jajaran kami.

“Kami di dalam melaksanakan tugas di perbatasan RI-RDTL ini tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dan lain sebagainya karena kami hadir untuk semua kalangan dan kebebasan memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing juga harus dihormati.” tegasnya

Disimpulkannya, Kita semua adalah sama-sama ciptaan Tuhan dan kita semua adalah saudara.  Oleh karena itu kita harus saling membantu serta harus saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Mantap ! (Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1421 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan