SEMAKIN ‘THE SMILING GOVERNOR’ INI  DILUPAKAN, SEMAKIN GANJAR PANCEN OYE MENUJU TAHUN 2024 !

KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN KE BOROBUDUR

SEMAKIN THE SMILING GOVERNOR’ INI  DILUPAKAN, SEMAKIN GANJAR PANCEN OYE MENUJU TAHUN 2024 !

KoranJokowi.com, Bandung : Ketokohan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bukan lagi level Jawa Tengah, sudah lama beliau ‘dibidik’ Relawan Jokowi untuk masuk bursa Capres/cawapres tahun 2024. Hanya masalahnya PDI-Perjuangan ‘merestui’ atau tidak itu pertanyaannya, karena sangat tidak mungkin mendatang beliau pakai jalur independen atau di-usung parpol non PDI-P, hya lah. ‘Watauu….

Mau bukti?, periode 24-30 September 2020 lalu bahkan Lembaga survei Indikator merilis survei nasional terkait pilihan Calon Presiden Tahun 2024, hasilnya nama beliau selevel kemudian dengan Menhankam Prabowo Subianto. ‘Watauu….

Survey dengan 1200 orang Responden yang dipilih secara acak dan wawancara via telepon dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95 % ini menyimpulkan bahwa Ganjar Prabowo memiliki suara tertinggi yakni sebesar 18,7% sedangkan Prabowo Subianto 16,8% . ‘Watauuu…

Relawan Jokowi tinggal menunggu ‘titah’ dari Solo, apakah akan mengikuti wacana para Parpol akan ‘mem-3 periodekan’ Presiden Jokowi atau bagaimana?. Jika sudah jelas titah ‘Solo’ maka mesin diesel yang telah panas ini akan bergerak dahsyat, karena ada kesamaan semangat Relawan Jokowi sebagaimana di Pilpres 2014 lalu. Relawan Jokowi harus pastikan Capres/Cawapres tahun 2024 mendatang ‘Wajib Garis Anti-Orba’.

Jika ‘Solo’ mengatakan Presiden jokowi akan ‘Stop’ di tahun 2024, maka mesin diesel Relawan Jokowi yang ‘kadung-panas’  ini akan dipindah-semangatnya kepada Ganjar Pranowo, yang KoranJokowi.com berikan sebutan  sebagai The Smiling Governor. ‘Watauuu…

Jika sebaliknya, dalam arti Solo setuju Presiden Jokowi 3 periode ?, sama, semangat Relawan pasti lebih seru dari Pilpres 2014 & 2019, titik. Ahahaha…

THE SMILING GOVERNOR PROFILE

Bernama lengkap H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P.  lahir di KaranganyarJawa Tengah28 Oktober 1968. Seperti halnya dengan Presiden Joko Widodo, Ganjar Pranowo juga memiliki kisah penggantian nama yang lazim terjadi pada tradisi anak-anak di tanah Mataraman zaman dahulu. Nama asli beliau adalah Ganjar Sungkowo yang berarti “Ganjaran dari Kesusahan/Kesedihan (Sungkowo), “Ganjar berarti hadiah dari Sang Pencipta, sedangkan nama belakang ini berhubungan dengan keadaan ketika Ibu mengandung dirinya. Saat itu keluarga beliau  banyak dirundung kesusahan.

Sungkowo sendiri memiliki arti kesedihan,” seperti dikutip di dalam novel “Anak Negeri; Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo”. Namun, ketika memasuki masa sekolah nama Sungkowo diganti dengan Pranowo. “Ibu dan Bapak takut kalau hidupku kelak selalu berkubang kesialan dan kesusahan bila memakai nama Sungkowo

Perjalanan hidup dan karir politik beliau demikian ‘nano-nano’ saat ini beliau menjabat selaku Gubernur Jawa Tengah periode kedua yang menjabat sejak 5 September 2018. Sebelumnya, ia adalah Gubernur Jawa Tengah Tgl. 23 Agustus 2013 – 23 Agustus 2018 dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004–2009 dan 2009–2013. Selain itu, Ganjar juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014–2019 berdasarkan Kongres KAGAMA November 2014 di Kendari.

Beliau adalah putra dari pasangan S. Pamudji (1933-2017) dan ibu Sri Suparni, anak kelima dari enam bersaudara. Saudara kandung dari Ganjar Pranowo antara lain Pri Kuntadi, Pri Pambudi Teguh (salah satu hakim agung di Indonesia, yaitu Hakim Agung Kamar Perdata), Joko Prasetyo, Prasetyowati, dan yang terakhir Nur Hidayati. Ayah Ganjar Pranowo sendiri merupakan seorang polisi dan sempat ditugaskan untuk mengikuti operasi penumpasan Pemberontak PRRI/Permesta.

Karena pernah aktif di GMNI dan mengagumi Soekarno, secara ideologis Ganjar masuk ke dalam simpatisan PDI. Tahun 1996, PDI dilanda konflik internal antara pendukung Soerjadi dan Megawati Soekarnoputri sebagai representasi trah Bung Karno. Tahun 1996 menjadi tonggak perubahan yang diinginkan masyarakat kelas bawah melalui figur Megawati Soekarnoputri. Ganjar ikut mendukung Megawati. Slogan pro Mega (Promeg) dipakainya bahkan sempat membuat Ganjar remaja bersitegang dengan orang tua. Maklum saja, ayah Ganjar adalah seorang polisi, sedangkan kakaknya seorang hakim, yang oleh Orba semua pejabat publik dilarang berpolitik dan harus mendukung Golkar sepenuhnya.

Kurang apa lagi The Smiling Governor ini untuk NKRI ?,

Be Careful, ‘Watauuu…

Ahahaha.

(Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 920 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan