Dr Kapitra Ampera SH MH dan Dukungannya kepada Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI)

Dr Kapitra Ampera SH MH dan Dukungannya kepada Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI)

KoranJokowi.com, Bandung : LPOI Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang merupakan perhimpunan lebih dari 13 ormas berbasis massa Islam seperti NU, dsb yang didirikan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2012 lalu, LPOI mengukuhkan berdirinya Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). LPOI berkomitmen terhadap 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

13 ormas tersebut adalah Nahddlatul Ulama, Persis, Al Irsyad Al Islamiyah, Al Ittihadiyah, Mathlaul Anwar, Arrabithah Al Alawiyah, Al Wasliyah, Adz Dzikra, Ayariat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ikadi, Perti, Dewan Dakwah Islamiyah.

LPOI yang resmi dikukuhkan tanggal 1 Juni, diilhami oleh semangat kelahiran Pancasila. Semua ormas yang tergabung dalam LPOI memiliki komitmen yang sama terhadap 4 pilar demokrasi, dengan mendeklarasikan sikap anti kekerasan.Saat deklarasi itu Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Mengatakan LPOI dibentuk bukan untuk menghadapi siapa-siapa, bukan untuk memusuhi siapa-siapa. LPOI juga tidak memiliki kepentingan politik apapun juga beliau saat itu menolak jika LPOI dibentuk untuk menandingi ormas-ormas Islam yang sering melakukan kekerasan.

Pancasila itu bukan hanya sekadar simbol, sekadar dihapal, bukan hanya ditatar P4 seperti saat Orba. Tapi menjiwai untuk berbangsa dan bernegara. Saat ini belum tuntas nation building dan character building kita. Buktinya ada pembangunan gereja yang orang Islam keberatan, ada pembangunan masjid yang orang Kristen nggak mau.

Dan 22 Desember 2020 lalu, LPOI menyampaikan rilisnya dimana keseriusan LPOI akan terus mendorong pemerintah untuk wajib dan terus melakukan upaya nyata dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta kembali menciptakan rasa keselamatan dan keamanan masyarakats sebagaimana disampaikan Ketua LPOI, KH Said Aqil Siroj.

Atas rilis ini maka KoranJokowi.com meminta tanggapan dari Dr Kapitra Ampera SH MH ,Rabu sore ini (23/12), kalau pun awalnya keberatan namun akhirnya beliau menyampaikan beberapa catatan berkaitan hal diatas.

Kalau pun saya bukan siapa siapa di LPOI namun saya terus mengamati dan bangga kepada LPOI yang selalu obyektif dalam bersikap apalagi disaat adanya potensi disintegrasi bangsa. Maka wajar jika LPOI kemudian mendorong para ulama menjadi garda terdepan memerangi maraknya ujaran kebencian. Dan menyerukan umat Islam harus memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga dari segala bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan nasional. Kemudian memerangi berbagai bentuk provokasi oleh siapapun dengan alasan apapun, yang dalam pandangan Islam wajib diperangi oleh negara”, katanya

Masih kata Kapitra pernyataan Ketua LPOI, Said Aqil Siroj lalu cukup menenangkan publik, dimana beliau berharap umat Islam harus memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga dari segala bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan nasional. Kemudian memerangi berbagai bentuk provokasi oleh siapapun dengan alasan apapun, yang dalam pandangan Islam wajib diperangi oleh negara.

“Hal lain, dalam pengamatan saya, LPOI berharap dan meminta pemerintah menggelorakan kembali wawasan bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, agar aksi-aksi demontrasi tidak dilakukan pada saat-saat sekarang ini, karena dapat memperburuk situasi pandemi covid-19. Aksi demonstrasi yang brutal, anarkis, dan diwarnai tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa manusia serta merusak fasilitas umum dilarang syariat Islam. Siapapun pelakunya harus ditindak tegas oleh aparat. Dan LPOI pun meminta TNI dan Polri terus menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan negara sehingga menciptakan rasa aman bagi masyarakat” kata ‘Kanda Kapitra menutup seluler. Inshaa Allah (Red-01/Foto.ist)

Before,

Dr Kapitra Ampera SH MH, “PEMBELA ULAMA, ISLAM & NKRI”

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan