PAK PRESIDEN JOKOWI, KORANJOKOWI.COM YAKIN DENGAN DANA RP.11,2 TRILYUN, INDONESIA AKAN PUNYA  74.957 MOBIL PERPUSTAKAAN DESA DI TAHUN 2021. 

PAK PRESIDEN JOKOWI, KORANJOKOWI.COM YAKIN DENGAN DANA RP.11,2 TRILYUN, INDONESIA AKAN PUNYA  74.957 MOBIL PERPUSTAKAAN DESA DI TAHUN 2021. 

KoranJokowi.com, Bandung : Pandemi Covid 19 memang meluluh-latakan semua sektor termasuk dunia pendidikan, karena sejak itu pula aktifitas pendidikan dilakukan secara daring tanpa tatap muka antara pengajar dan peserta didik. Pembelajaran daring yang sepenuhnya menggunakan internet kemudian menjadikan seolah dewa, namun tidak semmua wilayah terjangkau internet , bagaimana dengan daerah terpencil atau atau daerah terluar?, disatu sisi publik masih mengingat mangkraknya program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yaitu pengadaan  Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) pada tahun 2010 – 2011 lalu

Program yang diharapkan mampu menyediakan akses internet di daerah terpencil itu, ternyata tak berjalan seperti yang diharapkan. Anggaran untuk proyek itu saja terbilang fantastis, yakni Rp.1,4 triliun. Dari anggaran itu, ujungnya, ya terhenti begitu saja pada 31 Desember 2014, setelah dilakukan evaluasi bersama dengan Komisi I DPR RI.

Terhentinya program mobil internet itu malah bikin masalah, seperti utang-piutang. Sebuah unggahan pengguna akun Facebook yang bernama Wahyu Sutono (9/8/2020), memperlihatkan deretan mobil internet itu jadi rongsokan hingga berkarat. Mobil-mobil internet keliling yang dibiarkan terbengkalai tersebut berada di lahan gambut Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.Dsb. Salah-satu penyebabnya kami merasa saat itu KPK tidak dilibatkan, titik !

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada,

Pandemi Covid 19 sedikit banyaknya memang cukup menghambat kinerja dan program – program Presiden Jokowi, itu pasti. Apakah kemudian kita harus meratapinya dengan patah arang?, tidak. Apakah terus kemudian kita menyalahkan Presiden Jokowi?, tidak. Disinilah fungsi KoranJokowi.com, Alwanmi dan AkarJokowi2013 , kita adalah The Agen of change (Pembawa Perubahan), temuan dan laporan di masyarakat hingga desa terpencil wajib kita ‘munculkan’, Sehingga beliau, Kastaf PresRI dan kementerian/instansi terkait paham apa yang jalan dibawah, apa yang tidak jalan. 

Pertanyaannya, jika pandemi ini berlangsung lama dan pembelajaran daring menjadi berlarut-larut  pastinya para siswa  akan terbiasa dengan kemudahan-kemudahan yang tak mendidik dan mendewasakan mereka. Maka secara perlahan pun karakter siswa pun menjadi lemah.

Lihat saja bagaimana mereka menghabiskan waktu setiap harinya, mereka menjadikan gadget/internet  sebagai ‘dewa’, yang diantara senggang waktunya pun mereka berselancar dalam berbagai tujuan, lalu bagaimana mengawasi agar mereka tidak berselancar kepada games, website yang mengajarkan radikalism, pornografi, dsb?, karena orang tua tidak akan mampu mengawasi mereka 24 jam dalam ‘kesendiriannya. Ini tidak mudah dijawab.

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada,

Presiden Jokowi melalui Kemenkeu telah menyediakan anggaran kuota sekitar Rp.6 trilyun agar  semua siswa dan tenaga pendidik bisa mengakses internet secara gratis. Yang mana dana itu disebarkan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar  Rp.5,5 trilun untuk subsidi kuota internet di bawah dan bantuan internet siswa, mahasiswa, dan guru Kementerian Agama (Kemenag) senilai Rp.1,16 triliun.

Begitu besar tanggung-jawab Presiden Jokowi atas hal ini, disatu sisi tanpa banyak orang tahu beliau juga tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30,5 triliun untuk menggenjot pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) untuk menyediakan sinyal 4G di 9.113 desa dan kelurahan yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Presiden Jokowi menyampaikan langkah-langkahnya, yaitu;

Tahap pertama, yakni pada tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan meng-upgrade dan menyelesaikan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk 1.209 desa dan kelurahan.

Tahap kedua, pada tahun 2021, sebanyak 4.200 desa dan kelurahan di wilayah 3T akan dialiri akses internet lewat penggelaran kabel fiber optik, microwave link, dan pemanfaatan satelit.

Tahap ketiga, pada tahun 2022, dijanjikan 3.704 desa dan kelurahan yang mana masyarakat di sana bisa merasakan layanan internet seperti yang dirasakan di wilayah lainnya.

KoranJokowi.com sangat mendukung program ini, namun dalam ‘’keterjedaan’ realisasi program diatas, kiranya Presiden Jokowi pun dapat memberikan solusi atas banyaknya desa yang ‘tidak mempunyai’  unit Mobil Perpustakaan Keliling Desa (MobPusKeDESA), maaf ini istilah kami saja. Yang mana ini selain dapat menghindari pengaruh negatif banyaknya waktu siswa dirumah dengan ‘berselancar’ hal – hal diluar kebutuhan proses belajar-mengajar itu.

Bapak Presiden Jokowi Yth,

Kinerja Kemenkeu, Kemendiknas dan Perpusnas kami rasakan sudah demikian optimal di Pandemi Covid 19 ini, namun kiranya ‘keterbatasan anggaran’ menjadi penyebabnya. Maka mohon kiranya semua ini menjadikan pertimbangan bapak atas masukan dari para mitra-kerja kami yang mayoritas adalah para Kepala Desa yang demikian berharap adanya kemudahan mendapatkan bantuan MobPusKeDESA khususnya di tahun anggaran 2021 ini.

Kami merasa bapak Presiden Jokowi dalam membangun Kabinet Nawacita 1-2 ibarat tukang cuci piring kotor, kegagalan-kegagalan program yang identik dengan keadilan sosial bagi seluruh warga di desa di pemerintahan sebelumnya salah satunya. Benang kusut yang menjalar kemana-mana harus diurai satu-sama lainnya. Dan disaat itu pula mereka melakukan ‘perlawanan’ dengan cara cuci-tangan atau menyalahkan bapak.

Bapak Presiden Jokowi Yth,

Asumsi kami selaku Relawan Garis Lurus bapak, jika saat ini harga mobil pick-up Daihatsu Gran Max Pickup senilai Rp.130-135 juta + pembuatan aksesoris dan isi MobPusKeDESA , kami perkirakan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp.150-160 juta/unit

Kemudian dikalikan dengan jumlah desa yang ada saat ini yaitu sekitar 74.957  desa, maka kita hanya membutuhkan anggaran  sekitar Rp.11,2 trilyun. Bukankah ini bisa dimasukan pada APBN-Perubahan tahun 2021?, dan kami mohon kiranya program ini melibatkan KPK sebagai pengawasnya. Agar tidak seperti kasus tahun 2010-2011 lalu.

Bapak Presiden Jokowi Yth,

Kami tidak merasa penting ‘mengoreksi anggaran Rp. 30,5 triliun untuk  pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK)  sinyal 4G di 9.113 desa dan kelurahan itu. Namun ketersediaan 74.957  Mobil Perpustakaan Keliling Desa (MobPusKeDESA) pun kiranya menjadikan ‘prioritas’ bapak di tahun 2021 ini.

Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan, namun inilah ‘suara arus bawah’ yang kami himpun selama ini khususnya dari para Kepala Desa mitra-kerja kami.

Terima-kasih atas atensi Perpusnas.

Selamat datang, Mobil Perpustakaan Keliling Desa tahun 2021.

Inshaa Allah

(Red-01/ER-Foto.ist)

Next : Peran 74.957 ambulance desa tahun 2021

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan