PAK PRESIDEN, PAK MENTERI PUPR, JANGAN SAMPAI PROGRAM AIR BERSIH DI DESA MORANG MADIUN MANGKRAK. “  TOLONG BANTU MEREKA,PAK !”

PAK PRESIDEN, PAK MENTERI PUPR, JANGAN SAMPAI PROGRAM AIR BERSIH DI DESA MORANG MADIUN MANGKRAK. “  TOLONG BANTU MEREKA,PAK !”

KoranJokowi.com, Madiun, Jatim : Pasca pelantikan Presiden jokowi tahun 2014 lalu, beliau meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya agar terus membangun sarana prasarana air bersih dan sanitasi. Dukungan melalui program Padat Karya Tunai Penyediaan Air Minum (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Demikian pula saat Pandemi Covid 19 terjadi Januari-Februari 2020 lalu, Penyediaan Air Minum (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) menurut beliau sebagai upaya untuk mendukung perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Tidak tanggung-tanggung total anggaran yang disiapkan untuk kedua program tersebut mencapai sekitar Rp. 1,511 triliun di tahun 2020 lalu. Hal lain ke-2 programm itu merupakan bagian dari program padat karya dan  mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat krisis yang terjadi sekarang. Namun hal itu tidak dirasakan warga  Desa Morang, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, bahkan Dinas PU Perkim Pemkab Madiun ‘seolah’ tutup mata dan tutup telinga ?

KoranJokowi.com Prov. Jatim pun meminta tanggapan dari Samso, Selaku PLT Seketaris Desa Morang, ” Proyek tersebut (pamsimas) perencanaannya pada tahun 2018 dan di anggarkan serta di laksanakan pada tahun 2019, dengan anggaran senilai Rp .384.000.000, adapun sumber anggaran dari pemerintah dalam hal ini PU (Pekerjaan Umum) Kab Madiun sebesar Rp. 300.000.000 dan ditambah dari APBDes Rp. 42.000.000 serta ditambah dana Inchas Rp.15.000.000 dan tenaga kerja warga masyarakat calon pelanggan yang diuangkan, Jadi semuanya anggaran untuk Pamsimas sebesar Rp. 384.000.000,”Menurut Samso.

Ditempat terpisah, Anang Sutaryono, Pj Kepala Desa Morang membenarkan hal tersebut,ia menambahkan bahwa proyek sudah selesai pengerjaannya,”Sebetulnya itu proyek sudah tidak ada masalah dari pihak PAMSIMAS karena air juga sudah nyala dan laporan sudah selesai dan sudah peresmian,” Ungkapnya.

“Mengenai belum bisa mengalir ke warga calon pelanggan, karena belum ada kesepakatan antara pihak PAMSIMAS dengan warga calon pelanggan, mengenai biaya untuk pembelian dan pemasangan meteran kubikasi air, dari pihak pengelola pamsimas di tawarkan Rp 600.000  dan 2000/m3 serta iuran untuk menutup dana inchas Rp.15.000.000 yang dibebankan ke calon pelanggan, serta ditambah lagi biaya listrik perbulan kurang lebih di anggarkan Rp. 1.000.000 dan honor pengelola dalam satu bulan Rp 1.000.000 untuk 10 orang,” Sambung Pj Kades.

“Sebetulnya kemarin sudah ada kesepakatan dan biaya sementara di tanggung BUMDES, tetapi ada beberapa pihak tidak setuju karena katanya terlalu mahal, pada akhirnya sampai sekarang belum ada titik temu kesepakatan, padahal sudah di adakan 3 kali pertemuan untuk musyawarah,” Tegasnya.

Sementara itu Sigit, salah satu anggota TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Morang, Saat KoranJokowi.com Prov.Jatim  temui mengungkapkan, “Jumlah warga calon pelanggan yang akan menyalur air dari PAMSIMAS kurang lebih ada 80 warga, Pada awalnya mereka sudah setuju, Tetapi akirnya batal , tidak setuju karena biayanya dirasa terlalu mahal,”Ungkap Sigit.

“Kami memang keberatan untuk membayar biaya pengadaan dan pemasangan meteran kubikasi air yang senilai Rp, 600.000 dan di tambah biaya- biaya yang lain, seperti iuran biaya inchas yang berjumlah Rp 15.000.000 yang bagi kami sangat memberatkan padahal kami juga ikut mengerjakan proyek tersebut, Seperti pemasangan pipa yang tenaga kami di uangkan dan jumlahnyapun kami tidak tahu perharinya berapa,” Ungkap Warsono dan Yadi warga calon pelanggan.

Semoga Bupati Madiun, Dinas PU Perkim Pemkab Madiun dan instansi terkait dapat segera menyelesaikan hal ini, karena Presidn Jokowi dan Menteri PUPR bisa saja setiap saat ‘sowan’ kesana numpak moge. ‘Bruuummm…. ( Pri )

 

Tentang RedaksiKJ 1432 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan