JIKA SAYA PRESIDEN JOKOWI, ADE ARMANDO SAYA MASUKAN SEBAGAI KEKUATAN BARU DI KANTOR STAF PRESIDEN , ‘HUSS..!!

JIKA SAYA PRESIDEN JOKOWI, ADE ARMANDO SAYA MASUKAN SEBAGAI KEKUATAN BARU DI KANTOR STAF PRESIDEN , ‘HUSS..!!

KoranJokowi.com, Bandung : Saat masih ‘kelayapan di Ibu Kota metropolitan’ sebagai kuli disket, saya kerap mengikuti acara – acara ‘senior’ ini, baik selaku senior relawan maupun journalist. ‘Bang  Ade, atau  Dr. Ade Armando, M.Sc. adalah orangnya. Dia kelahiran Jakarta24 September 1961 , dosen di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), serta di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi, dsb.

Bang Ade memang pendukung/Relawan Jokowi yang punya karakteristik sendiri, jam terbangnya  cukup asik, sulit tertebak banyak orang  bagaimana dia bersikap, kadang pro, kadang kontra dengan yang lainnya. Tanpa pamrih, Rem-nya kadang blong bagi sebagian orang, namun bagi saya pribadi logis , itulah level-nya bang Ade. Ahahaha.

 

Saya pernah mengikuti shortcourse Journalist di Jakarta  yang dia pimpin sekitar 3 hari lamanya bersama sebuah media cetak / surat kabar nasional ‘R’, gayanya memang begitu,  ‘nyentrik namun berbobot. Dan seiring waktu dia masih tetap demikian, saya lupa kapan dia membuat statemen ini, namun berkesan mahal. Ada pesan tersembunyi dalam statemen yang ditujukan kepada para Relawan Jokowi, “Tidak harus mendukung Jokowi dengan cinta buta, namun dengan akal sehat, karena dengan akal sehat negara ini akan selamat. Para pendukung Jokowi perlu terus mengingatkan Jokowi , perlu mengkritik pemerintah bukan karena benci Jokowi tapi karena mencintai Jokowi,” ujar Bang Ade. ‘JLeeb !

Dalam seling waktu saya masih luangkan waktu untuk menyaksikan chanel ‘Logika Ade Armando’, dan ini semakin membuat saya  yakin memang Kang Ade itu nyentrik namun berbobot. Dia memang  layak menjadi mentor dan senior para Relawan Jokowi sebagaimana tokoh muda lainnya yang saya sukai; Azaz Tigor Nainggolan, SH,MH. Uchok Sky Kadhafi, Maurarar Sirait, Tsamara Amamy, Teddy Gusnaidi, Budiman Sujatmiko, Ardian Napitupulu, dsb. Yang mengedepankan logika daripada narasi dan popularisasi murahan.

Bang Ade  ahli komunikasi, pengajar dan jurnalis Indonesia, S1 dari Universitas Indonesia (1988), S2 dari Florida State UniversityAmerika Serikat (1991) dan S3 dari Universitas Indonesia (2006)  ini  merupakan putra pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Ayahnya adalah seorang diplomat yang terpaksa harus turun setelah terkena dampak runtuhnya rezim Soekarno

Sedikit saya cuplikan ‘ke-nyentrikan’ bang Ade ini dalam menyampaikan narasi Logikanya, check it dot ;

1.Menjelang Pilpres 2019 lalu, Bang Ade pernah berseteru dengan Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden – Ali Mochtar Ngabalin , dan Bang Ade menyarankan Presiden  Jokowi mengevaluasi keberadaan Ngabalin sebagai corong komunikasi presiden. Ade melihat ada potensi Ngabalin justru bisa membahayakan Jokowi di Pilpres 2019, utamanya terkait citra Jokowi sebagai pemimpin demokratis. Hal ini terkait dengan pernayataan Ngabalin yang menyamakan gerakan #2019GantiPresiden dengan gerakan makar. “Ini [#2019GantiPresiden] makar ini. Ini adalah gerombolan pengacau keamanan. Saya yang bilang,” demikian Ngabalin saat itu.

Bang Ade pun mendebat , “Ngabalin pandangannya berbahaya dilihat dari sisi HAM dan demokrasi. Walaupun tidak secara jelas mengatakan tapi argumen [makar] itu mengarah pada pelarangan #2019GantiPresiden. Itu bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi, syah saja dia menunjukkan kesetiannya untuk membela Jokowi secara total, tapi apa yang dilakukannya justru memalukan. Di mana logikanya bahwa sebuah gerakan untuk mengganti Presiden disamakan dengan gerakan makar?, Sekarang dia di bawah KSP, ini justru membahayakan. Sekarang saya belum bisa tentukan, tapi kalau Ngabalin dibiarkan ngomong seperti ini bisa membahayakan Jokowi,” kata Ade , karena menurutnya gerakan #2019GantiPresiden bukan makar, melainkan lazim terjadi di negara demokrasi dan Presiden Jokowi adalah sosok yang demokratis kecuali jika dilakukan dengan kegiatan radikal , bertentangan dengan hukum, dsb. 

2.Youtube Cokro TV, Kamis (21/1/2021). Sejujurnya Ade Armando mengaku menjadi salah satu orang yang makin penasaran siapa saja di balik gerakan FPI. Sebab selama ini FPI merupakan ormas yang cukup diagungkan sebagian orang. Padahal di satu sisi, dia percaya ada kekuatan raksasa di belakangnya yang bergerak dengan pendanaan besar. FPI itu, baginya, hanya sekadar motor utama untuk menggerakkan misi-misi yang sudah direncanakan. Ade tak percaya jika gerakan-gerakan besar FPI selama ini yang membutuhkan dana tak sedikit cuma datang dari sekadar memalak restoran atau dana iuran anggota belaka.“Omong kosong kalau sekadar kaum muslim terlibat secara sukarela. Bayangkan, dia punya laskar terlatih, dia punya markas 30 hektare di Megamendung, mereka punya asrama, perkebunan, ruang pertemuan dan pelatihan, sarana olahraga, belum lagi kehidupan boros keluarga Rizieq selama di Arab. “(Yang ramai disebut publik) Ada nama keluarga Soeharto, keluarga SBY Cikeas, dinasti JK. Di luar itu orang juga menyebut nama-nama seperti Gatot Nurmantyo, Tommy Winata, Reza Chalid, atau bahkan kekuatan-kekuatan internasional.”

3.Di akun Twitternya @adearmado1, (29/1) ia ‘ujug-ujug’ memuji kinerja Anies Baswedan yang bekerja keras blusukan hingga ke lokasi kumuh. Kicauan itu disertai dengan foto Anies saat meninjau suatu lokasi yang tampak kotor. Unggahan itupun mendapat beragam komentar dari para netizen. Tak sedikit yang menyebut bahwa pujian yang dilontarkan Ade Armando merupakan sindiran yang dibalut pujian untuk Anies Baswedan.

“Lah itu kameramen pribadi yang bawa kamera sebelah kanan bawah jongkok sampai kesel gitu, lihat wajahnya, dalam hati ‘bos gue kebanyakan drama’ angel kayak apa lagi yang musti gue ambil, sudah kebanyakan gaya, sampai mati gaya akhirnya,” balas Kamarwan seorang Netizen yang menanggapinya. ‘Ahahaha…

4.Logika milik Ade Armando mengatakan ada sebuah keanehan ketika banyak ustad-ustad yang berbicara ngasal justru malah mendapat belaan dari banyak orang. Apesnya lagi MUI malah tinggal diam. Apakah ini logika yang bernalar?, dan  tidak dalam sepekan ‘karya’ Bang Ade ini  telah ditonton sekitar 1.081.433 orang ….(Youtubenya silahkan Check diakhir  tulisan ini) 

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (bahasa Latinlogica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu di sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa diartikan dengan masuk akal

Suka tidak suka, Bang Ade Armando telah mengajarkan kita para Relawan Jokowi bagaimana Logika itu mahal harganya , Logika Pro & Kontra Presiden Jokowi. ‘Cakev ! (Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1757 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan