Perbanyaklah Berdo’a dalam Setiap Waktu dan Keadaan

Perbanyaklah Berdo’a dalam Setiap Waktu dan Keadaan

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللّٰهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ: اللّٰهُ أَكْثَرُ . (رواه أحمد والبخاري والحاكم)

Dari Abu Said Al-Khudri Rodhiyalloohu ‘anhu berkata, Rosuulullooh ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah ta’ala, selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah ta’ala, akan memberi padanya 3 (tiga) hal: [1] Allah ta’ala, akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah ta’ala, akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah ta’ala, akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan: “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi ﷺ lantas bersabda: “Allah ta’ala, lebih luas rahmat dan karunia-Nya” (HR. Ahmad 3/18, Al-Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no 710 dan al-Hakim 1/493)


Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

  1. Tidak ada perbuatan yang sia-sia bila itu diniatkan karena Allah Subhaanahu wa ta’aalaa. Demikian pula dengan do’a, semakin banyak do’a dipanjatkan, maka akan semakin besar anugerah yang akan diterima.

  2. Seorang hamba selama masih berdo’a maka itu menjadi bukti bahwa iman dan pengenalan seseorang pada Allah Ta’aalaa, baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.

  3. Do’a seorang hamba kepada Robb-nya menunjukkan bahwa ia yakini adanya Allah Ta’aalaa, dan Allah itu Maha Ghooni (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Mampu, Robb yang berhak diibadahi semata tidak pada selain-Nya.

  4. Do’a menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Ta’aalaa. Karena seorang yang berdo’a ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Allah Ta’aalaa, ia pun berarti menyerahkan urusannya kepada Allah Ta’aalaa, semata tidak pada selain-Nya.

  5. Do’a adalah sebagai peredam murka Allah. Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ. (رواه الترمذي)

“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373)

  1. Bukti orang sombong adalah tidak peduli dan sedikit berdo’a. Seolah-olah sudah cukup tidak butuh lagi rizki baik dunia maupun akhirat.

  2. Hadits yang agung di atas menunjukkan besarnya keutamaan berdo’a kepada Allah Ta’aalaa, dan kepastian dikabulkannya do’a seorang muslim dengan salah satu dari tiga perkara yang tersebut dalam hadits di atas, jika terpenuhi padanya syarat-syarat dikabulkannya do’a.

  3. Dalam hadits, disebutkan dua di antara syarat-syarat dikabulkannya do’a, yaitu selama:
    (1) tidak mengandung dosa
    (2) tidak memutuskan silaturahmi.
    Dan masih ada syarat-syarat yang lain, yaitu:
    (3) ikhlas dalam berdo’a,
    (4) tidak tergesa-gesa dalam pengabulan do’a,
    (5) halalnya makanan dan pakaian, dan lain-lain [lihat kitab “Fathul Baari” 11/96 dan “Tuhfatul ahwadzi” 9/228-229].

  1. Syarat penting lain dikabulkannya do’a adalah yang disebutkan oleh Rosuulullooh ﷺ dalam sabda beliau: “Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin (Allah akan) mengabulkannya, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari (seorang yang ketika berdo’a) hatinya lalai dan lupa (tidak berkonsentrasi).” [HR. At-Tirmidzi no. 3479 dan Al-Hakim no. 1817, juga oleh Ahmad dari jalur lain 2/177]

  2. Keburukan yang dihindarkan dari seorang hamba dengan do’anya adalah mencakup semua keburukan, baik dalam urusan dunia maupun agama [Lihat “Tuhfatul Ahwadzi” 10/18].

  3. Dianjurkan memohon do’a sebanyak-banyaknya kepada Allah, karena rahmat dan karunia-Nya lebih luas dari apa yang diminta oleh hamba-hamba-Nya [Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” 2/592].

Tema Hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

  1. Kepastian dikabulkannya do’a seorang muslim dengan salah satu dari tiga perkara yang tersebut dalam hadits di atas, jika terpenuhi padanya syarat-syarat dikabulkannya do’a;

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ۞

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila dia berdo’a kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186)

  1. Ingatlah bahwa Allah Ta’aalaa memang Maha Meng-ijabahi setiap do’a;

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۞

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)

  1. Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita. Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik;

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۞

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah : 216)

  1. Namun ingatlah bahwa segala perbuatan kita akan berakibat sesuai dengan yang kita perbuat baik amal shaleh maupun amal buruk, termasuk dalam hal ini jika kita selalu berdo’a kepada Allah SWT.;

مَنْ عَمِلَ سَيِّـئَـةً فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا ۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَاب ۞

“Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia dalam keadaan beriman maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.” (QS. Ghafir : 40)

  1. Allah akan senantiasa meng-ijabahi do’a-do’a kita, membalas amal ibadah dan amal buruk kita;

وَيَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ وَالْكٰفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۞

“Dan Dia memperkenankan (do’a) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras.” (QS. Asy-Syura’ : 26)

وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ…

Mohon maaf lahir bathin jika Ada hal yang menjadikan kurang berkenan.

(Rinaldo M.Tobing, Dewan Redaksi/Sources: Berbagai sumber)

Tentang RedaksiKJ 1193 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan