HARGA PADI DI KOTA GAJAH LAMTENG TERUS MEROSOT, “MAU IMPOR  ATAU MEMBUNUH PETANI. SILAHKAN SAJA ?”

HARGA PADI DI KOTA GAJAH LAMTENG TERUS MEROSOT, “MAU IMPOR  ATAU MEMBUNUH PETANI. SILAHKAN SAJA ?”

KoranJokowi.com, Lamteng : Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) padi kering panen GKP sebesar Rp. 4.250/kg namun kenyataanya harga tersebut tidak bisa dinikmati oleh para petani padi sawah di Lampung Tengah (Lamteng). Pasalnya memasuki panen raya harga gabah selalu jau di bawah HET yang ditetapkan pemerintah

Panen pada pada bulan Januari dan bulan Februari  2021 lalu harga gabah kering panen masih dikisaran HET ditingkat pabrik penggilingan akan tetapi  ditingkat petani harga masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah yakni dikisaran Rp. 4.000 hingga Rp.4.100 dimana harga ini berlaku pada bulan Februari 2021 lalu. Dan, pada Maret 2021 harga gabah kering panen terus anjlok  dikisaran Rp. 3.700 – Rp.3.800 /kg.

Santo petani padi di desa Saptomulyo, Kec. Kota Gajah, Kab. Lamteng  mengatakan harga padi panenan bulan Maret terus melorot pada akhir bulan Februari harga gkp didesanya masih berkisar Rp.3.900 – Rp. 4.000 tapi di bulan Maret sudah turun menjadi Rp.3.800 untuk jenis padi bukan padi mapan kalau padi mapan harganya hanya Rp. 3.700 .

Harga ini bisa turun lagi dibawah terutama padi yang dipanen menggunakan alat panen biasa, “ Iya bang, jika harga gabah selalu turun apa lagi yang bisa diharapkan petani sudah barang pasti akan semakin tidak menguntungkan jika harga gkp selalu turun sedangkan ongkos produksi naik terutama pupuk yang semula pupuk urea kemasan 50kg harga Rp.90.000 – Rp.95.000 sekarang menjadi Rp.125.000 – Rp.130.000 dikelompok . Pemerintah harusnya lebih paham bahwa sudah lama selain langka harga pupuk orea saja,  phonska juga naik . Kami sangat berharap Menteri Pertanian dan Pemda berupaya men-stabilkan kembali harga padi, kecuali memang  ingin meningkatkan impor  dan membunuh petani, silahkan !”, demikian Surya – nama samaran, petani setempat kepada KoranJokowi.com.

KoranJokowi.com masih ingat Provinsi Lampung tahun 2017-2019 pernah disebut  sebagai penyumbang terbesar pangan nasional dan menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi ke-6 di Indonesia. Termasuk pengakuan Mentan saat itu (6/10/2020) bahwa  Kab. Lampung Tengah  (Lamteng)  pun berprestasi dalam  produksi padi. Juga serapan KUR , Lampung ada di peringkat 5 nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah , Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Sekarang? (Farizal)

Tentang RedaksiKJ 1204 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan