KELUARGA PENAMBANG EMAS ILLEGAL  KAB. KUANSING RIAU TIDAK TAKUT DIPENJARA, “HAH… !”

KELUARGA PENAMBANG EMAS ILLEGAL  KAB. KUANSING RIAU TIDAK TAKUT DIPENJARA, “HAH… !”

KoranJokowi.com, Kuansing, Riau : Masyarakat asli Kabupaten kuantan singingi (Kuansing), Riau. Dari dulu hingga saat ini tidak pernah menpermasalah kan Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya asalkan aktifitas tersebut tidak di lakukan di tempat- tempat yang di larang oleh tokoh- tokoh adat dan pemuka masyarakat seperti di sepanjang aliran sungai Dan merusak Pasilitas umum.

Aktifitas penambang emas di Kab.Kuansing sudah hampir puluan tahun dan masyarakat sekitar tidak pernah komplain atau menpermasalahkannya hal ini terbukti masyarakat tidak pernah melakukan unjuk rasa terkait aktifitas PETI tersebut,“Apalagi saat Pandemi Covid 19 ini bang,  yang utama mereka melakukan di tanahnya sendiri bukan dan tidak mengunakan alat berat atau BOX jadi apabila ada yang memposting aktifitas PETI tersebut di media social itu hanya untuk KEPENTINGAN PRIBADI nya saja. Saya baca edisi lalu di KOranJokowi.com mereka bahkan meminta bantuan bagaimana agar mengurus ijin agar egal, itu yang kami nantikan, kami kan bukan penjahat, kami dan mereka itu perlu makan, bang”, jawab Nunu-warga sekitar.

Pada saat Koranjokowi.com melakukan ‘silaturahmi  disetiap kecamatan yang berada di Kab. Kuansing , semua senada dengan Nunun. Termasuk pernyataan dari Datuak – seorang sesepuh disana, “Kalau aktifitas  PETI disini akan sangat sulit untuk di berantas, ini sudah menjadi kearifan lokal atau menjadi ekonomi alternatif saat pandemi Covid-19 yang melanda. Sudah banyak para ahli Pertambagan nasional bakan Dunia yang coba meneliti kandungan emas yang berada di perut bumi kab.Kuansing tapi hasil tidak banyak dan emas disini  hanya bisa untuk bertahan hidup dari hari ke hari, kalau  istilah kami di sini bang ini disebut denganEmas hanyut”ucap Datuak

Doni pekerja PETI menambahkan “Kami lebih baik mendekam di jeruji besi dari pada anak istri kami kelaparan bang, memang ada solusi dari pemerintah?”

Hal lebih ekstrim disampaikan Wiwi, istri dan ibu dari pekerja PETI. ditemani anak gadisnya Rani. “Suami dan anak saya memang bekerja disitu, saya tidak takut mereka dipenjara kalau perlu saya pun ikut dipenjara. Semua bisa dibakar kami akan terus melakukan lagi, dibakar, kami kerjakan lagi, begitu saja kok repot. Memang siapa yang bisa memberikan kami makan, ya hanya PETI itu”

Dari hal diatas semua kami, Koranjokowi.com berharap Pemkab Kuansing bahkan Pemerintah Pusat dapat mencarikan solusi yang tepat daripada terus mengejar mereka untuk ‘dipenjara, karena Penjara tidak akan pernah kosong jika semua mengedepankan hukum. ‘Maaf jika kami salah, namun memang demikian realitanya. Pembaca boleh tidak sependapat dengan kami, terimakasih…  (Budi A/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1193 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan