Hasdan Nover Zandi (6), ” KAESANG ITU PUNYA PDIP,  GAYA MILENIAL LAWAN KOLONIAL KOTA DEPOK THN.2024 !? “

Hasdan Nover Zandi (6),

” KAESANG ITU PUNYA PDIP,  GAYA MILENIAL LAWAN KOLONIAL KOTA DEPOK THN.2024 !? “

Koranjokowi.com, OPIni:

Dalam kesibukannya Hasdan Nover Zandi masih mau meluangkan waktu menjawab beberapa pertanyaan khususnya mengenai Kota Depok masa lalu  , sebagai Bacaleg DPRRI Dapil Kota Depok & Kota Bekasi tahun 2023, ‘Bang Zandi panggilan akrabnya melalui seluler (3/7) mengatakan beberapa hal yang kemudian kami simpulkan sebagai berikut :

7 MILENIAL STAF KHUSUS, TEMAN DISKUSI PRESIDEN JOKOWI - Loka Dewata

Kolonial atau kolonialisme dalam berbagai sumber disebut sebagai  Kebijakan dan praktik kekuatan dalam memperluas kontrol atas masyarakat lemah atau daerah, satu arah dengan penekanan baik fisik atau psikologis. Tidak lagi jamannya memaksakan satu kehendak atau program khususnya dipemerintahan mana pun, ini yang ditentang Presiden Sukarno, Presiden Hj. Megawati dan presiden Jokowi.

Mulai dari Nerd Hingga Alay, Inilah Lima Tipe Generasi Milenial di Indonesia, Anda Termasuk yang Mana? - Semua Halaman - Intisari

Bahkan Presiden Jokowi kerap menyampaikan bahwa  tugas utama aparatur sipil negara (ASN) adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat jaman kolonial dulu. itu tidak boleh lagi, bukan zamannya lagi”, demikian sebagaimana disampaikan saat acara Launching Core Values & Employer Branding ASN  Selasa (27/7/2021) lalu.

Mengenai usia milenial pun beliau kerap menyampaikan bahwa komposisi generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) yang mencapai lebih dari 110 juta secara nasional memiliki peran penting sebagaimana  energi baru untuk kemajuan bangsa Indonesia dalam berbagai bidang baik sosial politik , ekonomi, seni budaya, dsb.

Usia Milenial kita memang paham dan gandrung dalam 3 kemampuan atau kompetensi penting yaitu  melek finansial, berwirausaha dan menguasai keahlian digital. Mereka telah berada dalam tahap keahlian masa depan (future skills), serta memiliki kepercayaan yang tinggi dan siap berkompetisi dengan talenta global, dan memberikan kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Hal lain yang kami catat yaitu ;

1.Partai lain boleh saja meng-klaim Kaesang Pangarep (KP) namun itu putra Presiden Ir H Joko Widodo pastinya akan mengikuti arahan beliau apalagi beliau adalah Kader Partai Terbaiknya PDIP, juga lihat Gibran Rakabumi yang juga PDIP. Jadi tidak mungkin KP ‘pakai baju parpol lain.

“Banyak orang tidak tahu bahwa PDIP  memiliki AD/ART yang mengatur bahwa satu keluarga harus berada dalam satu partai. Dan ini berlaku juga kepada Kaesang pastinya. Kalau Pak Jokowi dan Gibran PDIP, berarti Kaesang pun harus PDIP. Jadi jika ada Parpol yang ingin ‘meminang’ Kaesang idealnya kuno-nuwunlah ke PDIP , tidak bisa sembarangan dong”, jawab bang Zandi.

Anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep bertemu Ketum PSI Giring Ganesha dengan memakai kaos PSI.

“Maksud abang ini ditujukan ke PSI ?”

“Siapa saja, cari kader parpol sendiri dong, ehehe”

2.Jumlah milenial kota Depok itu lebih dari 300.000 orang, dan mereka setuju jika KP maju sebagai Walikota Depok thn.2024 mendatang.“Milenial kota Depok merindukan perubahan ‘style baik di Pemkot maupun masyarakatnya, mereka menganggap selama ini kota Depok demikian ‘kolot dibandingkan kota lainnya. Milenial ingin Depok sepertii Kota Bogor, Bandung, Yogjakarta dsb. “, itu hal ke-2 yang disampaikan bang Zandi.

3.Potensi Pariwisata kota Depok masih ‘jalan ditempat, selama ini Pemkot  duduk manis dengan adanya Masjid Kubah Emas, Depok, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, dan beberapa Situ atau Danau Buatan. Lupa mencari ikon lain, sebut saja sektor kuliner, tempat ‘hang-out Milenial demikian terbatas. “Iya harus ada pembenahan dengan gaya Milenial bukan gayanya orang-tua, nah Kaesang pasti lebih paham bagaimana manajemen sektor kuliner baik yang sudah ada maupun membuat venue-venue baru. Apalagi Kota Depok dikenal sebagai Kota Pendidikan berarti jumlah mahasiswanya lebih banyak dibanding kota lain. Kan gitu ya”, ini hal ke-3 yang disampaikan bang Zandi.

4. Mengacu pada hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021-2022, angka buta aksara (Buta Huruf) di Indonesia masih sekitar  1,56 persen atau 2,7 juta orang, Provinsi Papua dengan jumlah 17,6% berada di urutan teratas. Disusul oleh Nusa Tenggara Barat dengan 9,93% setelahnya. “Kalau tidak salah Prov. Jawa Barat khususnya di Banten masih tertinggi yaitu sekitar  1,38%”, “Kota Depok berapa bang?”, pancing saya. “Cari saja di google, ahaha”

5.Kaesang juga diharapkan mampu memajukan peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang saat ini jumlahnya melebihi dari 1.000 pelaku usaha sektor  kuliner dan fashion. Sehingga dapat meminalisasikan tingkat kemiskinan Kota Depok  yang masih 2,53% dari jumlah penduduknya. Juga mampu meminimalisasi angka pengangguran Kota Depok yng saat ini mencapai sekitar 117.800 orang atau 9.76% dari jumlah angkatan kerja  sebesar 1.089.295 orang. Ini poin terakhir dari bang Zandi.

(Red-01/Foto,ist)

Lainnya,

SURAT TERBUKA UNTUK KETUM PDI PERJUANGAN IBU HJ. MEGAWATI SUKARNOPUTRI (Kiranya dapat segera Mencapreskan Ganjar Pranowo)

Pilpres 2024 (150), “GANJAR MEMANG BUKAN PRABOWO & ANIES”

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan