Yth Presiden Prabowo,”DERITA TRANS AIR SUGIHAN, OKI SUMSEL THN.1980-2026. SIAPA PERDULI!?”

Yth Presiden Prabowo,

“DERITA TRANS AIR SUGIHAN, OKI SUMSEL THN.1980-2026. SIAPA PERDULI!?”

Koranjokowi.com, Kab. OKI, Sumsel.

Sejarah transmigrasi di Provinsi Sumatera selatan yang saat itu dikenal dengan nama ‘Kolonisasi’ dimulai pembukaan di wilayah Lintang, Pasemah  (wilayah Gn.Dempo – Kab.Pagar alam) tahun 1919. Namun para transmigran yang disebut ‘perintis’ asal pulau Jawa itu kemudian minta ‘dipulangkan’ , secara berangsur tahun 1922 pun akhirnya ditutup. Sebelumnya disana terdapat lebih dari 388 KK transmigran; 62 laki-laki, 140 perempuan dan 186 anak-anak.
Saya pun mencoba mencari tahu apa penyebabnya, dari berbagai sumber disebut penyebabnya adalah ; (1). Pemilihan Lahan yang tidak tepat karena didominasi rawa/payau, (2). Kurangnya Persiapan Infrastruktur, tak ada  penerangan maksimal, irigasi, dan akses jalan. (3). Penyakit malaria, dan ke -(4). Pemerintah tidak konsisten dalam segala kebijakan.
Kalau pun ada pengalaman buruk seperti di Pasemah, pemerintah Belanda pun tetap membuka program transmigrasi ke kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan sejak thn.1937-an lalu.  Padahal kab. OKI pun dikenal mempunyai  lahan rawa dan hutan luas, ada janji lain pastinya selain dianggap lahan subur untuk pertanian disana pun punya potensi  kekayaan ikan air tawar dan payau.
Program awal dilakukan di Belitang Kab. OKU Timur dan Tugumulyo Kab. Musi Rawas sejak thn.1931 , hingga kini tercatat jumlah trans di Belitang sekitar 3.995 KK  dan di Tugumulyo sekitar 2.743 KK.
 Era kemerdekaan RI, Menyusul kemudian tahun 1981-1982, gelombang besar transmigran asal Jawa tengah, Jatim, Jabar, Yogjakarta dan  Jakarta masuk wilayah kecamatan Air Sugihan, dan sekitarnya.
Namun tidak semudah membalikan telapak tangan, setelah sedikit konlik karena adanya pembagian wilayah Air Sugihan Kanan: Masuk wilayah administrasi Kabupaten OKI. Air Sugihan Kiri: Masuk wilayah administrasi Kabupaten Banyuasin namun lambat laun suasana pun kondusif. Namun muncul ‘ujian’ lain yang dialami para transmigran, di mana rawa gambut yang luas sulit dijadikan lahan persawahan yang produktif. Transmigran juga menghadapi konflik dengan satwa liar, seperti gajah dan harimau.

Hingga kemudian muncul musim kemarau ektrim dipenghujung tahun 1990-an, banyak transmigran di daerah rawa mengalami krisis pangan dan sebagian memutuskan untuk pindah atau meninggalkan lahan kec. Air Sugihan. Wilayah yang dikenal dengan sistem “Jalur”, yaitu kanal-kanal besar yang dibangun pemerintah sebagai sarana transportasi utama antar-pemukiman pun seolah ‘tidak bertuan.

 Demikian, kesimpulan sementara usai diskusi dengan sdr. Samidi – Kord,Koranprabowo.id Kab. OKI dan Supriyanto – Kord. Koranprabowo.id Prov. Sumsel-1 (4/5) lalu melalui seluler. Lalu bagaimana perjalanan saudara – saudara kita , para Trans di kec. Air Sugihan selanjutnya?, apalagi mereka selalu mengeluhkan tentang  tentang teror gajah – gajah liar, air bersih, listrik byar-pet, jaringan telepon/internet tidak baik, infrastruktur jeblok, penerangan jalan minim, dsb. Insyaallah di edisi depan kita akan bedah tuntas.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id kami mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu tgl. 6 Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id tidak bisa di-akses karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan maka untuk sementara seluruh informasi akan kami tayangkan disini , di Koranjokowi.com, mohon maaf atas segala ketidak-nyamanannya.

https://www.instagram.com/reels/audio/1616189553118605?igsh=ZTVsa2VjOW5oaHJh

@koranjokowi.com

Viral di kec.Air sugihan, OKI, Sumsel 😛🤩😛#VoiceEffects

♬ Sweet Child O Mine – yourmusic4ever💯

 

“PRABOWO YANG MINTA GIBRAN JADI WAPRES”

 

Tentang Koran Jokowi 4322 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan