“PAK PRESIDEN & KAPOLRI TOLONG AWASI PUNGLI GN.LEUSER!”
Kemarin (2/8) , Si Bintung, seekor binturong muda yang merupakan keponakan kandung dari OPUNG Kord. Penasehat Badan Intelijen FABJOUR—Jenderal Pine Marten alias Opung Binturong—sedang mengendarai mobil jip tuanya membelah jalur tengah Kabupaten Langkat menuju kawasan ekowisata Bukit Lawang.
Niat hati ingin Pulkam dan menikmati asrinya hutan Gn.Leuser, perjalanan Si Bintung justru berubah menjadi petualangan menguras emosi dan dompet. Baru saja melewati wilayah Batang Serangan, laju kendaraannya terhenti oleh palang kayu rakitan. Di depannya membentang titi darurat beralaskan papan rapuh, sisa-sisa proyek infrastruktur Pemprov yang mangkrak telantar bertahun-tahun.
“Motor lima ribu , mobil dua puluh ribu! Kurang dari itu, balik kanan!” bentak ‘pungli’ers sambil menghadang ala hero komik marvel,Si Bintung merogoh saku, bukan mengambil dompet, melainkan mengeluarkan ID Card keanggotaan relawan resmi #SahabatKPK! dan pers. “Saya sedang tugas,bang!”, Namun, jangankan takut, si Pungli’ers justru meludah ke tanah dan menyalak, “Halah! Kami gak perlu kartu itu, bayar atau balik kanan!”
Dengan dada mendongkol, Si Bintung terpaksa menyerahkan selembar uang lima ribu rupiah, hingga empat kali karena ada empat jembatan darurat serupa .Satu kali perjalanan, kantong satwa swadaya ini diperas habis hampir 20 ribu rupiah hanya untuk lewat di negaranya sendiri!?
Saat istirahat disebuh warung kopi, beberapa warga ada yang menyebut kasus zona hijau Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) perlahan mulai botak digerogoti kelapa sawit ilegal. Ada yang menyebut hingga > 300 hektare lahan hutan konservasi paru-paru dunia telah dialihfungsikan ,mulai dari wilayah Bahorok seluas 10 ha hingga ke area Batang Serangan seluas 30 ha, semuanya dirambah massal oleh tangan-tangan mereka yang lebih hebat dari para preman jembatan tadi.
Sampai di rumah opung Binturong, si Bintung menceritakan semua ini, “Opung! Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus segera obrak-abrik pos pungli dan ratakan seluruh perkebunan sawit ilegal di TNGL ini!” seru Si Bintung berapi-api.
“Sekarang Opung bisa bayangkan, ini akan menjadi cemooh kepada polisi sekitar yang dianggap tidak mampu menertibkan, kedua – selain warga banyak para wisatawan yang menggunakan jalan itu.Opung bisa bayangkan jika ada wisatawan dari LN, lalu mereka infokan melalui medsos dengan nada satir bahwa Kab.Langkat punya Bajak Laut di jembatan jembatan. Apa kata Dunia,Opung!?”
“Tenang dulu, Bintung. Kita harus paham batasan hukum. Kita dari jajaran pemerintahan Republik Fabelia tidak bisa masuk dan bertindak terlalu jauh soal ini. Kenapa? Karena ini murni wilayah hukum kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan wilayah hukum kita. Kita wajib menghormati hukum manusia di sana.”
“Nah dengan tayangnya informasi ini melalui korangjokowi.com dengan viewersnya > 473.115 dalam dan LN info ini pastinya akan sampai juga ketelinga Presiden Prabowo Subianto, Kapolri/Mabes Polri , Kementerian Kehutanan (Menhut), Kementerian Lingkungan Hidup (Men-LH), Gubernur Sumatera Utara – Bobby Nasution (Gubsu), Bupati Langkat, hingga Balai Besar TNGL. Itu upaya kita, elegan – proporsional & profesional”, pungkas Opung Binturong dengan tegas. Si Bintung manggut manggut.
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin Tgl. 3 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment