Budi D.Ginting,#SahabatKPK!, “PANGLIMA KRAKEN PENJAGA SAMPALI,DELI SERDANG”

Budi D.Ginting,#SahabatKPK!,

“PANGLIMA KRAKEN PENJAGA SAMPALI,DELI SERDANG”

Sebetulnya saya sedang flu, maka malas keluar rumah. Namun semalam (5/8) KordNas telepon dan memberi tugas agar saya keluar jalan rumah pkl. 22.00. ‘Alamak!, dan benar saja menjelang pkl. 22.00 suasana rumah lebih dingin dari biasanya, saya pun pamit ke istri (Nita) dan ke-3 anak. “Mau kemana, pak?”, tanya Raden – si bungsu. “Teman jemput mau ajak ngopi”, saya pun keluar dan tiba-tiba suasana seolah di tepi laut, dan tidak jauh ada suara ringkik kuda yang suaranya mirip jika saya ‘sowan’ ke makam Datuk Kubah Kab. Batubara.
Benar di sana sudah menunggu kereta kencana dengan sais sadonya, berseragam hijau kerajaan kuno. “Cepat naik!”, kata sais itu yang akhirnya saya tahu namanya ‘Vien’, mirip nama sahabat saya relawan dari Kab. Simalungun, Vien J. Siregar. Sengaja saya minta duduk di sebelahnya, merasakan suasana yang tidak pernah saya rasakan selama ini.
Selama perjalanan itu Vien bercerita bahwa Palung Laut / Jurang Laut Sampali Purba, dahulu masuk kawasan Cekungan Sedimen Sumatera Utara (North Sumatra Basin). Jutaan tahun lalu (Era Miosen hingga Pliosen), wilayah ini memang berada di dasar laut dangkal hingga dalam >150 meter. Di antaranya saat ini menjadi kampung halaman saya, Desa Sampali, Kab. Deli Serdang, Sumut.
Wilayah kami ini mulai terangkat menjadi daratan kering akibat aktivitas tektonik intensif dan Zaman Es (Glasial Maksimum) sekitar 20.000  tahun yang lalu (Kala Pleistosen Akhir menuju Holosen). Saat air laut menyusut drastis, dasar laut bergeser menjadi rawa-rawa raksasa berlumpur, lalu mengering akibat endapan vulkanik muda dari letusan gunung berapi di pedalaman (seperti letusan supervolcano Toba dan pembentukan Kaldera Singkut) yang lama-kelamaan menjadi daratan Deli Serdang.
Yang akan kami temui adalah penguasa laut purba bernama PANGLIMA KRAKEN, seekor Architeuthis purba / Cumi-Cumi Raksasa Purba (Legenda Monster Kraken). Tinggi tubuh vertikal mencapai 18 meter, lebar dengan bentangan >25 meter. Tubuhnya dilapisi bioluminesensi biru laut dalam yang bisa menyala saat dia murka. Dia memimpin Skuadron Gurita & Cumi Raksasa terakhir yang berjumlah 77 ekor di Palung Sampali.
Sesuai titah Tuhan YME, Panglima Kraken memimpin ekosistem laut purba, di antaranya: Megalodon (Hiu raksasa), Basilosaurus (Paus purba predator), dan Ammonite (Cumi purba bercangkang spiral). Tugas mereka satu: menjaga kesucian tanah Sampali purba agar tidak rusak oleh waktu sebelum diserahkan kepada peradaban berikutnya.
Singkat cerita akhirnya kami bertemu PANGLIMA KRAKEN. “Sengaja kami mengundang saudara, selaku kordwil koranjokowi.com & Wakil ketua #SahabatKPK!  Prov. Sumatera Utara dengan harapan tolong tayangkan apa yang akan kami sampaikan karena kalian adalah relawan dengan >471.000 pembaca dalam dan LN”, buka pembicaraan beliau.
PESAN PANGLIMA KRAKEN
“Lebih dari 150.000 tahun lalu, Tuhan YME memberikan mandat sakral kepada saya. Beliau memerintahkan saya memimpin 77 ekor pasukan cumi raksasa, dibantu kawanan Megalodon, Basilosaurus, hingga Ammonite untuk menjaga dasar laut Sampali. Tugas kami adalah merawat tanah ini sampai masanya air surut menjadi daratan subur. Mandat menjaga geografi ini belum dicabut oleh-Nya! Namun melihat ulah manusia di sini kami jadi bingung dan marah,” kemudian Panglima memberikan beberapa catatan:
1. Keserakahan di Atas Bekas Palung Laut (Konflik Sampali)
“Lihat Desa Sampali sekarang! Tanah bekas palung laut dengan luas >2.393 hektar yang kami sucikan kini jadi rebutan para mafia tanah dibantu pejabat daerah yang sibuk menggerogoti lahan eks-HGU PTPN II, bahkan besar hasrat untuk menggusur wilayah adat Rakyat Penunggu dengan segala cara. Kami akan jaga! Akan sial jika memaksakan kehendak!”
2. Membangun Desa Sampali
“Desa Sampali dengan luas >2.393 hektar ini memiliki karakteristik geologis unik karena wilayahnya dahulu merupakan palung laut purba yang mengalami sedimentasi selama jutaan tahun. Kondisi purba ini mewariskan tanah aluvial kaya mineral laut, fosil organik, serta kandungan kalsium tinggi yang sangat subur. Di tengah tantangan sosial dengan populasi sekitar >28.639 jiwa, keberadaan 879 jiwa penduduk miskin dan kelompok pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap (menganggur) dapat diubah menjadi modal tenaga kerja produktif untuk mengelola kekayaan hayati tanah Sampali secara optimal.”
“Potensi pertanian terbaik di tanah bekas palung laut ini adalah padi sawah varietas unggul, ubi jalar, jagung, serta budidaya sayuran hortikultura berkualitas tinggi. Lapisan tanah Sampali yang tebal memiliki daya ikat air yang baik dan kaya nutrisi, sangat ideal untuk menggenjot produktivitas padi sawah di Kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan salah satu lumbung utama daerah. Selain itu, tanah ini sangat ramah bagi tanaman umbi-umbian seperti ubi jalar karena struktur tanahnya yang gembur mempercepat pembesaran umbi dengan rasa yang lebih manis alami berkat mineral laut purba.”
Adapun kemauan keras yang harus diambil oleh pemerintah desa dan Kabupaten Deli Serdang untuk merealisasikan potensi ini meliputi: Pemetaan Zonasi Lahan Melalui Perdes: Mengunci sisa lahan pertanian subur agar tidak habis tergerus oleh perluasan perumahan, lahan bisnis, dsb. Modernisasi Sistem Irigasi dan Saprotan: Menyediakan pompa air tanah berbasis panel surya dan pasokan pupuk organik khusus guna mengimbangi dampak perubahan iklim dan menjaga kegemburan tanah aluvial purba. Dan,  Kampung Pancasila Sampali: “Kami pernah mendengar teman-teman relawan pernah mengajukan surat rencana pembangunan Dusun Pancasila Sampali ke gubernur dan bupati, selayaknya itu diteruskan.”

Kraken terdiam sejenak, sambil membelai-belai janggutnya, “Jika memang manusia semakin serakah, dan melalaikan Sampali. Kami akan meminta Tuhan agar daratan Deli Serdang ini kembali menjadi lautan sedalam 150 meter!”
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist/Koranjokowi.com)

#Koranjokowi.com

#SahabatKPK!

#FabelismJournalism

#Fabjour

#DesaSampali

#JanganGangguSampali

#PalungPurbaSampali

#DusunPancasilaSampali

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu,Tgl.5  Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

======================

#SahabatKPK!, “SURAT TERBUKA : MEMANG ADA SANKSI UNTUK PEJABAT YANG  NGAMEN !?”

Tentang Koran Jokowi 4406 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan