#SahabatKPK!, “MISTERI 10 POHON & NINJA BANDUNG !?”

#SahabatKPK!,

“MISTERI 10 POHON & NINJA BANDUNG !?”

lebih dari 105.000 tahun lalu, sebelum ada aspal Jalan Riau kota Bandung ,sebelum lapangan olahraga padel SixNine serta kedai kopi Cihapit berdiri, wilayah Kota Bandung adalah sebuah cekungan sunyi. Berdasarkan catatan geologi prasejarah, kawasan ini dibentuk oleh hamparan Danau Purba Bandung yang mahaluas (60X40 Km) dengan asumsi kedalaman >25 -700 mdpl. Di tepian air raksasa itulah, jutaan tahun lalu, para leluhur hewan purba—mulai dari AKI  STEGODON (Gajah purba) dan AKI CIPAN  (Tapir Purba) ,Cs —hidup berdampingan, di daratan kering, rawa-rawa, dan hutan lebat di sekitar tepian danau yang menjadi tempat tinggal ideal bagi mamalia besar. Mengunyah dedaunan hijau, dan menjaga warisan alam ciptaan Tuhan tanpa perlu berebut batas wilayah.
Maka, ketika berita mengenai Wali Kota Bandung – Muhammad Farhan yang mengamuk hebat akibat hilangnya 10 pohon mahoni tua (tinggi >8 meter, lingkar 30Cm)  yang berusia >10 thn di Jalan Riau – Cihapit sampai ke telinga para leluhur hewa purba disana. Maka AKI STEGODON dan AKI CIPAN, yang memang paling disegani dikomunitas hewan Bandung Purba langsung mengajak saya ketemuan atau istilah gaulnya  ‘cafe meeting, saya pun langsung menuju lokasi by Ojek. Dalam waktu cepat kami pun telah duduk bareng mendiskusikan hal tadi.
“Pepohonan itu  menutupi sebagian besar jalur pejalan kaki sehingga area jalan tersebut dulunya sangat teduh dan sejuk dari sengatan matahari. Semua pohon yang ada kota Bandung adalah para cicit pohon purba, kita sayangkan jika harus ditebang secara illegal”, kata AKI STEGODON, yang sebetulnya punya berat badan > 6 ton dengan tinggi >3 meter .Adapun AKI CIPAN, tingginya >90 Cm dengan berat >250 Kg. Namun mereka mengikuti pola diet ketat sehingga akhirnya serupa tubuh manusia, setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak membuat saya dan pengunjung lainnya heran.
Masih kata AKI CIPAN, “Jika kamu hidup di era jaman kami, baru kamu tahu bahwa ,contoh ya, Goa Pawon yang ada di Padalarang ,Kab.Bandung Barat itu tingginya >600 mdpl saja masih punya bukti gigi ikan hiu purba, berarti bisa dong kalau kita simpulkan Goa Pawon itu pun adalah pantainya Laut purba. Nah kota Bandung pun posisinya sama >600 mdpl. Saat mengering, kota Bandung ibaratnya ada ditengah mangkuk Danau Purba Bandung, ehehe”, saya manggut manggut.
“Iya bro ,soal hilangnya 10 pohon mahoni itu sebetulnya urusan remeh temeh, seharusnya itu urusan selevel Kadis Perumahan-Permukiman/DPKP, UPT Penghijauan dan Pemeleiharaan Pohon atau camatlah, ngapain walikota sampai sebegitunya. Dan jangka lebih dari satu minggu sejak pohon hilang baru ‘gaduh itu menandakan lemahnya kordinasi dan pengawasan di pemkot Bandung dsb. Makanya para hewan di Jepang sana pun bingung betapa hebatnya NINJA BANDUNG, kerja senyap ,10 pohon raib. Ahahaha”, balas AKI CIPAN sambil menyeruput juice pepaya.

Sindiran Satwa: Mengapa Marah Saat Sistemnya Sendiri yang Tidur?

“Bagi kami, urusan sepuluh batang pohon mahoni yang hilang dicor semen itu adalah perkara kecil,gini lo , bagaimana mungkin seorang pemimpin kota baru menyadari ada pohon setinggi belasan meter lenyap di pusat keramaian setelah berminggu-minggu berlalu? Itu bukan semata-mata salah si penebang alias si ‘ninja’ berbaju petugas, itu tanda bahwa sistem pengawasan Pemkota Bandung lalai, maaf ya hanya sibuk jika gubernur KDM datang saja, baru sibuk. Iya dong?”, ujar AKI STEGODON kepada saya.
Dengan semakin dahsyat bersikap di publik dan medsos , ini sama saja  menguliti kelemahan fundamental tata kelola Pemkot Bandung yang seharusnya menjadi bahan introspeksi internal, bukan panggung kemarahan publik. “Mari kita tanyakan, apa peran CCTV  milik pemkot atau warga setempat?, Kenapa aksi penebangan liar berskala besar di dini hari bisa lolos tanpa deteksi dini? Apakah kamera kota hanya berfungsi sebagai hiasan jalanan?”, tambah AKI CIPAN setelah memesan Lotek kesukaannya.
Kemudian AKI STEGODON meminta saya merekam penuh semua jangan ada yang tersisa, diantaranya materi diskusi yang baru itu adalah;

1.Misteri Piket Malam: Di mana barisan petugas dan pegawai piket malam yang digaji dari uang rakyat ketika gergaji mesin meraung-raung di tengah kota? Kelemahan manajemen patroli inilah yang membuat maling berbaju dinas begitu leluasa beraksi.

2.Pemeliharaan Pohon Udzur: Pemkot Bandung dinilai gagap memetakan dan merawat pohon-pohon yang sudah masuk “usia udzur”. Alih-alih diinventarisasi dan dilindungi dengan sensor atau patroli rutin, pohon-pohon sepuh dibiarkan telanjang hingga mudah dieksekusi syahwat komersial.

3.Gaya kepemimpinan : Kota  Bandung tidak bisa dikelola dengan gaya kepemimpinan reaktif yang hobi mengancam gugat, segel, dan seret ke ranah pidana. Padahal ada  gunung persoalan sistemik yang jauh lebih besar dan butuh penanganan serius ketimbang sekadar mengamuk di depan lapangan padel, yaitu;

Estetika yang Tercekik: Tengok saja pintu keluar Tol Pasteur. Kabel-kabel utilitas bergelantungan acak-acakan layaknya benang kusut yang mencekik keindahan gerbang masuk kota.

Problem Sosial di Lampu Merah: Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian menjamur dan berkeliaran bebas di berbagai lampu merah pusat kota, tanpa solusi pemberdayaan yang jelas.

Napas Kota yang Tersumbat: Drainase di pusat kota yang buruk dan hobi meluapkan banjir cileuncang setiap kali hujan melanda, ditambah tumpukan sampah yang kerap kedodoran diurus.

Begal & Knalpot Brong : Warga kota masih trauma untuk melakukan aktifitas malam karena masih banyaknya kasus begal dan bisingnya knalpot R2/R4 yang ‘ugal-ugalan

Urusan Kecil Jangan Mematikan Keadilan Besar

Kemudian ke-2 aki aki ini bersiap siap break karena sudah masuk adzan dhuhur, “Nah karena urusan ini bukan lagi urusan kota Bandung, dan dunia purba saja namun sudah sampai ke dunia internasional, pesan kami tolong sampaikan semua tadi melalui koranjokowi.com tanpa ada yang di-edit. Sekali lagi, bagi kami kasus ini harus diletakkan pada porsi yang pas. Ketika manusia sibuk berdebat tentang prosedur segel tempat usaha, satwa purba justru melihat ada lubang besar dalam sistem manajemen birokrasi kota. Menghukum pelaku penebangan memang perlu, tetapi melakukan reformasi total pada sistem pengawasan operasional internal Pemkot jauh lebih mendesak, dari pada ngurusin NINJA BANDUNG“, tambah AKI STEGODON.
\
AKI CIPAN menambahkan, Walikota Bandung harus berani melakukan ‘bersih bersih’ jajarannya dalam segala sektor jika ingin dipilih menjadi walikota selanjutnya, ingat masyarakat kota Bandung itu ‘medsos-ism. Apapun bisa langsung tersebar cepat dijagat maya hingga dunia internasional, ahaha”, tutup AKI CIPAN, kemudian kami pun berpamitan karena ke-2 aki aki ini punya skedul lain sebagai pembicara ‘Seminar Nasional Public Speaking Pejabat Publik Hewan Thn.2026’ di Lembang, Bandung Barat.
Sebelum meninggalkan cafe, AKI CIPAN berbisik kepada saya, “Bro ATM kami tertinggal di apartemen, ‘bill-nya  tolong talangin dulu ya”, merekapun berlalu sambil tertawa tawa.
BERSAMBUNG
(Red01/Foto.ist)

#FabelismJournalism 

#FABJOUR 

#SahabatKPK 

#KoranJokowi 

#DanauPurbaBandung

 #BandungIntrospeksi 

#KabelKusutPasteur 

#CCTVKotaBandung

#BandungKotaKabelDanGepeng

#NinjaKotaBandung

#WalikotaBandung

#PemkotBandung

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu,Tgl. 2 Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

======================

“ONE BLOOD: POLRI, KPK, DAN KEJAKSAAN”

 

Tentang Koran Jokowi 4398 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan