Feri Manurung, #SahabatKPK!,” OPUNG  BADAK AKAN PIMPIN KOTA MEDAN !?”

Feri Manurung, #SahabatKPK!,

” OPUNG  BADAK AKAN PIMPIN KOTA MEDAN !?”

“Sekitar 120.000 hingga 18.000 tahun yang lalu, wilayah Kota Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya adalah daratan kering yang sangat luas. Masa itu disebut sebagai Zaman Es (Pleistosen Akhir), di mana Pulau Sumatera masih menyatu dengan Jawa dan Kalimantan dalam satu daratan raksasa bernama Paparan Sunda. Di daratan luas inilah kehidupan hewan purba berkembang, termasuk badak purba bercula dua (Badak Sumatera) dan Badak Jawa yang dipimpin oleh sang legenda ‘Bang Ketua‘, seekor badak kekar perkawinan badak Sumatera dan Jawa – yang menjaga wilayah Kota Medan hingga ke hulu pegunungan Sungai Deli dan Sungai Babura di Sibolangit.
Namun, lanskap ini berubah total ketika era suhu bumi memanas dengan cepat sehingga es kutub mencair secara masif (The Great Thaw). Memasuki Kala Holosen (sekitar 11.000 hingga 6.000 tahun yang lalu), air laut naik kembali dan menenggelamkan dataran rendah Paparan Sunda dalam fenomena yang disebut ‘Era Laut Transgresi’. Air Selat Malaka meluap jauh ke selatan, menenggelamkan wilayah jelajah kuno ‘Bang Ketua’ dan mengubah Medan serta Deli Serdang menjadi lautan purba.
Selanjutnya, sejak 6.000 tahun yang lalu, mulailah terjadi fase transisi di mana pengendapan tanah (sedimentasi) berlangsung secara intensif. Dan wilayah ini berubah menjadi hamparan rawa payau berlumpur dan hutan mangrove yang sangat luas. Hingga akhirnya, semenjak 4.000 tahun yang lalu, kawasan ini mengering total dan menjelma menjadi daratan kokoh yang kini kita kenal sebagai wilayah Kota Medan, Deli Serdang dan sekitarnya.
Mereka diam saat Sungai Deli menjadi dangkal dan menyempit. Saat ini, sungai tersebut hanya tersisa kedalaman < 10 meter, panjang 73 kilometer, dan lebar < 25 meter. Padahal pada masa purba, ukurannya bisa lebih dari 3 hingga 4 kali lipat dari kondisi sekarang—termasuk aliran Sungai Babura. Semua menyusut demi alasan pembangunan untuk manusia Kota Medan dan sekitarnya.
Kemarin saya diminta oleh KordNas, Arief P. Suwendi, untuk menemui ‘Bang Ketua alias Opung Badak’ ini  di satu tempat yang kami rahasiakan. Setibanya di sana, Ya Tuhan… ribuan hewan purba tampak bersiap masuk ke Kota Medan!
“Kamu Ferianto Manurung dari Koranjokowi.com?”, tanya dua ekor Harimau Loreng dengan mata penuh curiga. Saya hanya bisa mengangguk pasrah. Seketika mata saya ditutup dengan kain hitam oleh mereka . Saya dibawa entah ke mana, namun kulit saya merasakan sensasi seolah sedang dibawa masuk ke dasar laut yang dingin dan berombak besar. Tidak lama kemudian, penutup mata dibuka, dan saya sudah terduduk di depan ‘Bang Ketua’. Dengan suara berat menahan amarah, ‘Bang Ketua’ menceritakan banyak hal dan meminta semuanya ditayangkan di koranjokowi.com, yaitu:

Hidup Seimbang Tanpa Keserakahan: Ribuan hewan purba saat itu hidup berkecukupan dari apa yang disediakan oleh alam. Tidak ada konsep kepemilikan tanah, tidak ada batas wilayah yang dipatok paksa, dan yang paling penting: tidak ada keserakahan atau korupsi! Hewan-hewan hanya mengambil apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup hari itu, sesuai kesepakatan yang diatur ‘Bang Ketua’. Sungai Deli dan Babura mengalir jernih tanpa limbah, dan hutan menyediakan pucuk daun segar tanpa ada ancaman gergaji mesin atau rekayasa konsesi lahan.

Peringatan untuk Manusia Kota Medan: Malapetaka datang seiring berakhirnya Zaman Es. Suhu bumi memanas, es kutub mencair, dan air laut naik merendam Paparan Sunda. “Kami bertahan, sabar, ikhlas, dan menerima takdir kami sebagaimana yang Tuhan berikan hingga saat ini. Namun, saat manusia Kota Medan dan sekitarnya menafikan itu semua, kami akan turun untuk membereskan kota agar kembali seperti lalu! Manusia Kota Medan dan sekitarnya harus TAKUT TUHAN sebelum azab pedih menimpa. Jika boleh meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bangkitkanlah kembali jasad-jasad kami semua agar menjadi pengawas di Balai Kota, di kantor-kantor dinas, desa, kelurahan, kecamatan, hingga di sepanjang jalur kereta api Tanah Deli. Kami siap mengunyah dan merobek siapa saja manusia serakah! Dan kami sedang menunggu persetujuan Tuhan!”

Titipan Pesan Khusus ‘Bang Ketua’:

(a) Tentang Tragedi Medan Zoo: Kami menangis melihat keturunan kami, para Harimau Sumatera dan Beuang Benggala di Medan Zoo, kota Medan mati satu per satu dalam kandang yang merana karena tiada makan, pegawai pun hingga 5 bulan tak bergaji. Bagaimana ini Gubernur Bobby Nasution dan Walikota Medan tiadakah dana APBD kalian 10% saja untuk itu?

(Dulu mereka bebas dan sehat)

(b) Tentang Kasus DJKA Medan–Binjai: Jalur rel besi yang mereka bangun di atas bekas jalur migrasi purba kami, ternyata dikotori oleh aroma busuk suap miliaran rupiah. Berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, kasus ini terus melebar. KPK tengah mendalami adanya dugaan aliran dana sebesar Rp3,5 miliar dari salah satu BUMN konstruksi, PT Waskita Karya, yang mengalir ke mantan Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari. KPK mengungkap bahwa para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan sengaja mengatur tender proyek sejak awal. Sebelum lelang resmi dimulai, oknum pejabat mengumpulkan calon rekanan swasta yang disasar untuk menjadi pemenang. ‘Apa kata Dunia!!?

“Bung Feri, terima kasih atas kedatangan Anda. Sampaikan salam kami kepada seluruh squad koranjokowi.com, #SahabatKPK!, dan kabinet FABJOUR-nya Miss Pussy Noni. Tolong sampaikan juga kepada rakyat Medan; Tuhan Maha Kuasa untuk mengembalikan Kota Medan dan sekitarnya seperti era purba. Kelak, mereka akan hidup di antara dengus napas dan hentakan kaki kami, siap kami kunyah setiap waktu! Kami sangat setuju dengan slogan Kabinet Fabelism Journalism (FABJOUR) versi kalian: ‘Di saat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi, maka hewan yang akan ambil alih!’” teriak ‘Bang Ketua’ yang membuat dinding gua bawah laut itu bergetar hebat.
(Red-01/Foto.ist)
#koranjokowi.com
#sahabatKPK!
@squad-sahabatkpk
#fabelismJournalism
#Fabjour
#2029PresidenSipil
#2029GantiPresiden
#2029TolakJokowiCapreskanPrabowo

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa,Tgl. 4 Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

======================

Feri Manurung, Wkl.Ketua #Sahabat KPK!, ” KOMITMEN &  #SAHABAT KPK! “

https://koranjokowi.com/2026/06/16/feri-manurung-wkl-ketua-sahabat-kpk/
Tentang Koran Jokowi 4403 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan