Imajiner,
“ALIANSI SAHABAT KPK & SUKARNO”
Koranjokowi.com, Politik :
Alhamdulillah , kemarin (12/5) menjelang adzan ashar kami telah tiba di teras belakang Istana Cipanas, Jawa barat sebagaimana waktu yang telah disediakan oleh Paduka Yang Mulia Ir. H. Sukarno , sambil menunggu beliau kami ditemani cemilan – cepuluh dari sejak ubi rebus, kue sus Bandung, hingga kopi pahit.
Ya kemarin Saya, Arie Kurniawan – Bengkulu, Budi D.Ginting – Sumut, Vien J.Siregar – Sumut, Arifluthfi – Cianjur, Rigel Belatrix – Jakarta, Riki FB – Lampung, Jumadi – Sumut, Anggiat S – Jakarta, Ferianto Manurung – Sumut, Saalid – Cirebon, Supriyanto – Bangka/OKI, dan Edo MM – Cianjur memang diundang bertemu beiau.

![]()
Tidak lama beliau datang bersama ibu Hartini, kami pun bersalaman. “Kapan terakhir kalian kesini?”, tanya Paduka sambil duduk ditemani ibu Hartini. “10 April lalu, Paduka”, jawab Budi, Paduka manggut – manggut. Kemudian kami langsung menceritakan bahwa sebagai bentuk dukungan kepada KPK – Komisi Pemberantasan Korupsi yang dibentuk thn.2003 berdasarkan UU.No.19/2003 dengan 3 dasar /Trisula strategi; Pendidikan, Pencegahan dan Penindakan , kami telah membentuk “ALIANSI SAHABAT KPK”, atau ALIS KPK.

Tidak lama mobil datang menjemput ibu Hartini, “Maaf ya ibu tinggal, mau kepasar”, kami pun sontak berdiri, ibu mencium pipi Paduka kemudian masuk mobil. Paduka tersenyum, “Nama ALIS KPK itu sangat sederhana, hangat namun penuh makna, jaga itu baik baik”, kata beliau kemudian bicara.
(1).Alis bertindak seperti “talang air” alami yang mengalihkan keringat dari dahi dan air hujan menjauh dari mata. Alis juga menyaring debu dan kotoran. — (2).Alis berperan penting dalam menunjukkan emosi seperti terkejut, marah, sedih, atau bingung. Pergerakan alis membantu memperjelas ekspresi wajah dalam interaksi sosial. —(3).Alis memberikan sedikit naungan untuk melindungi mata dari cahaya matahari langsung, yang membantu mengurangi silau. — (4).Alis adalah fitur wajah yang penting untuk mengenali seseorang, memberikan karakter dan bentuk pada wajah.

“Kemudian apa langkah yang akan kalian lakukan “, tanya paduka, kami pun bergantian menjelaskan sambil menyerahkan proposal yang akan kami kirimkan ke KPK. Beliau manggut – manggut, senyum senyum sambil pegang dagu. “Keren, kreatif, inovatif dan ini bagian dari kepedulian kalian kepada KPK, apalagi ini khusus siswa SMP dan SMA. Pendidikan anti korupsi sejak dini. Hmmm, …Lanjutkeun”, kata beliau kemudian memanggil ajudannya yang bernama Khasuki – mantan sniper polisi Jepang yang sedang magang disana untuk menyimpan proposal kami di ruang kerjanya. Kashuki mengangguk sambil melirik tajam saya, ‘Lagh…

- MRT Jakarta Fase 2 (Bundaran HI – Ancol): Proyek strategis nasional ini mengalami kendala teknis dan pembebasan lahan, menyebabkan beberapa target penyelesaian meleset dari rencana awal.
- Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall – Pantura Jawa): Proyek ambisius yang membentang dari Banten hingga Gresik ini direncanakan membutuhkan waktu 15 tahun, namun sering kali mengalami keterlambatan progres teknis dan pendanaan.
- Emeralda Resort Padalarang (Bandung Barat): Proyek perumahan yang dilaporkan mangkrak, dengan kerugian konsumen mencapai Rp.62,3 miliar per Mei 2026.
- Pelabuhan Ujung Jabung (Tanjungjabung Timur): Proyek ini mangkrak lebih dari satu dekade. Meskipun telah menyedot anggaran APBN dan APBD senilai ratusan miliar rupiah, pelabuhan ini belum fungsional dan menjadi temuan aparat hukum.
- Proyek Jalan Lingkungan Paket II (Bungo): Proyek senilai Rp.1,34 miliar yang dinyatakan gagal oleh BPK RI dan kontraktornya telah di-blacklist.
- Irigasi Gantung Rawa Jitu (Mesuji): Saluran irigasi sepanjang 93 km yang dibangun sejak 2020 dengan nilai Rp.97,8 miliar disorot karena kerusakan fisik dan potensi kerugian negara mencapai Rp.14,3 miliar (per Mei 2026).

- Pembangkit Listrik (Kalbar): Proyek pembangkit listrik dengan anggaran sekitar Rp.1,3 triliun yang seharusnya menjadi solusi krisis listrik justru berakhir mangkrak.
- SMK Negeri 1 Terentang: Proyek pembangunan sekolah yang terbengkalai, dengan potensi kerugian negara akibat ketidakpatuhan kontrak dan minimnya pengawasan.
- Terminal Kapal Pesiar (Tanah Ampo): Proyek yang mangkrak karena ketidakpastian kepemimpinan (perubahan pemerintah daerah) dan inkonsistensi swasta, dengan kerugian negara yang tercatat sempat mencapai Rp.60 miliar.

- 58 Proyek Strategis Nasional (PSN) Terancam: Evaluasi menunjukkan 58 PSN dengan nilai total investasi sekitar Rp.470 triliun terancam mangkrak karena tidak dapat diselesaikan tepat waktu (sesuai target 2024-2025), termasuk beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap 2 dan tol Getaci.

Imajiner, “SUKARNO, JOKOWI, PELACUR, DANA DESA & ….”
Imajiner, “SUKARNO, JOKOWI, PELACUR, DANA DESA & ….” https://koranprabowo.id/imajiner-sukarno-jokowi-pelacur-dana-desa-dusun-pancasila-jatirejo/
Imajiner, “BERTEMU IBU INGGIT DAN PRABU SILIWANGI DI ISTANA CIPANAS?”
Imajiner, “BERTEMU IBU INGGIT DAN PRABU SILIWANGI DI ISTANA CIPANAS?” Imajiner, “SUMUT & JABAR III DI ISTANA CIPANAS BERTEMU IBU INGGIT DAN PRABU SILIWANGI?”
Imajiner, “SUKARNO, YAKUZA, IRAN & NEGARA YANG HILANG ?”
Imajiner, “SUKARNO, YAKUZA, IRAN & NEGARA YANG HILANG ?” Imajiner, “SUKARNO, YAKUZA, IRAN & NEGARA YANG HILANG ?”
Imajiner, “BUNG KARNO, SUMATERA UTARA & MAU DIRACUN SAAT DI BERASTAGI”
Imajiner, “BUNG KARNO, SUMATERA UTARA & MAU DIRACUN SAAT DI BERASTAGI” Imajiner, “BUNG KARNO, SUMATERA UTARA & MAU DIRACUN SAAT DI BERASTAGI” https://koranjokowi.com/category/imajiner/ https://koranjokowi.com/category/imajiner/
Imajiner, “BUNG KARNO, KORUT & KORSEL THN.1950 – 2025”
Imajiner, “BUNG KARNO, KORUT & KORSEL THN.1950 – 2025” Imajiner, “BUNG KARNO, KORUT & KORSEL THN.1950 – 2025”
Imajiner, “Sukarno Iedul Adha 1962 & 2025”
Imajiner, “Sukarno Iedul Adha 1962 & 2025” Imajiner, “Sukarno Iedul Adha 1962 & 2025”
Imajiner, “SUKARNO DAN IKN YANG PROGRESS”
Imajiner, “SUKARNO DAN IKN YANG PROGRESS” Imajiner, “SUKARNO DAN IKN YANG PROGRESS”
Imajiner, Bung Karno diantara Castro & Che Guevera.
Imajiner, Bung Karno diantara Castro & Che Guevera. Imajiner, Bung Karno diantara Castro & Che Guevera.
Be the first to comment