Di Desa Dihirakul, wilayah Mayurbhanj, Odisha, India, sebuah peristiwa pada akhir April 2026 mengubah pandangan warga terhadap seekor ‘anjing liar’ yang selama ini hanya dianggap bagian biasa dari lingkungan sekolah. Anjing itu bernama Kali, hidup tanpa pemilik dan sering terlihat beristirahat di sekitar area sekolah taman kanak kanak.
Pada pagi hari di waktu kejadian, sekitar 30 anak kecil sedang beraktivitas di area bermain sekolah Sri Jagannath Sishu Vidya Mandir. Suasana yang awalnya normal berubah menjadi kepanikan ketika seekor ular kobra berbisa muncul dari area semak dan bergerak mendekati anak anak yang tidak menyadari bahaya tersebut.
Kali yang berada tidak jauh dari lokasi langsung bereaksi. Tanpa menunggu bantuan manusia, ia berlari dan menghadang ular itu di depan anak anak. Tubuh kecilnya berdiri sebagai penghalang sementara situasi berubah menjadi pertarungan singkat namun brutal. Kobra itu beberapa kali menggigit bagian wajah dan mulut Kali, namun ia tetap bertahan dan terus menyerang hingga ular tersebut akhirnya mati.
Setelah ancaman berakhir, anak anak berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. Namun racun dari gigitan kobra sudah menyebar di tubuh Kali. Dalam waktu singkat kondisinya melemah dan ia akhirnya roboh di hadapan warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Tidak lama kemudian Kali menghembuskan napas terakhirnya di tempat yang sama ia menyelamatkan anak anak.
Kematian Kali meninggalkan kesedihan mendalam di desa itu. Warga yang sebelumnya menganggapnya sebagai anjing liar memberikan penghormatan terakhir dengan membungkus tubuhnya menggunakan kain putih, menghiasinya dengan bunga, lalu mengaraknya keliling desa. Pandangan terhadap anjing di India sangat beragam, berkisar dari penghormatan spiritual, ketakutan, dsb kemudian akankah punah melihat kasus Kali ini.
“Apapun Anjing adalah makhluk Tuhan, dihormati sebagai penjaga batas antara dunia manusia dan dunia roh. Sebagian disana Anjing dikaitkan dengan Dewa Bhairava (perwujudan Siwa) dan dalam epos Mahabharata, seekor anjing setia menemani Pandawa ke surga. Dalam festival Tihar/Diwali (di beberapa wilayah), anjing dihormati, diberi makan, dan dikalungkan bunga sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan atas kesetiaan mereka. Kali telah memberikan pelajaran kepada manusia, ceritera nyata ini penuh makna”, kata PimRed.
(Red-01/Foto.Ist)
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id kami mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu tgl.1o Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id tidak bisa di-akses karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan maka untuk sementara seluruh informasi akan kami tayangkan disini , di Koranjokowi.com, mohon maaf atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment