Bapak, kami tahu bapak adalah relawan senior dan saya banyak dengar ceritera bapak berjuang mempublikasikan saudasa saudara kita dari SAD – Suku Anak Dalam sejak thn. 2019 melalui media ini, dsb. Kali ini saya Doktor Kongkang , hewan Katak Langka asal Prov.Jambi yang juga menjabat sebagai Menteri Kesehatan Jasmani & Rohani di Kabinet FABELISM JOUNALISM (FABJOUR), Republik Fabeliano merasa perlu untuk menyampaikan surat ini agar bapak teruskan ke meja redaksi koranjokowi.com dan #SahabatKPK! agar kiraya dimuat sebagai bagian edukasi dan informasi untuk publik di Repblik Indonesia. Berikut pernaytaan kami;
Bismillahirahmanirahiim, Salam anti-korupsi untuk seluruh makhluk bumi.
Saya, Doktor Kodok (Kongkang asli Provinsi Jambi), yang baru saja menerima amanah sebagai Menteri Kesehatan Jasmani & Rohani Republik Fabeliano, merasa terpanggil untuk melompat keluar dari peredaman rawa dan menyuarakan jeritan hati rakyat dari tanah kelahiran saya: Kabupaten Batang Hari, Jambi. Sebagai menteri yang bertugas menjaga kesehatan rohani, saya melihat ada kanker moral yang sedang menggerogoti urat nadi bumi melayu ini. Kanker itu bernama ‘keserakahan bipedal-mahluk 2 kaki/manusia’ bernama koruptor!
Mari kita buka lembaran fakta daerah ini. Kabupaten Batang Hari memiliki bentangan wilayah yang sangat luas, mencapai 5.804,83 kilometer persegi. Di atas tanah yang mengitari urat nadi Sungai Batanghari ini, hidup 307.361 jiwa penduduk yang tersebar di 8 kecamatan dan 110 desa (serta 14 kelurahan). Mayoritas dari saudara-saudara kami di sini menyambung hidup dengan memeras keringat di sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit, karet, serta perikanan. Mereka adalah manusia-manusia tangguh yang jujur mencari rezeki halal dari alam.
Namun, di balik hijaunya hamparan kebun sawit, ketimpangan masih nyata menganga. Data mencatat masih ada sekitar 22.830 jiwa penduduk miskin yang berjuang keras sekadar untuk makan esok hari. Ditambah lagi, tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 4,21% terus membayangi angkatan kerja muda kita. Di tengah perjuangan rakyat kecil yang tertatih-tatih inilah, para elite yang bermental predator tega merampas hak-hak dasar mereka demi memperkaya diri sendiri!
Kesehatan rohani kabupaten ini runtuh seketika saat kita melihat rentetan kasus yang memuakkan belakangan ini:
Pertama,Kasus Penipuan Dokumen (DO) Kelapa Sawit (2026). Sungguh ironis dan memalukan! Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Batang Hari, Ilhamsyah, yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat, justru dituntut 3 tahun 8 bowling penjara akibat memanipulasi dokumen delivery order (DO) sawit. Kerugiannya tidak main-main, mencapai Rp 7,5 miliar! Kebun sawit yang menjadi tumpuan profesi masyarakat bawah, justru dijadikan ladang tipu-tipu oleh oknum wakil rakyat bermental musang berbulu domba.
Kedua,Kasus Korupsi Dana BOP Pendidikan Kesetaraan (2026). Ini adalah puncak kebiadaban yang merusak masa depan bangsa. Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Pendidikan Kesetaraan pada PKBM Anugrah > Rp416.7 juta—yang sejatinya dialokasikan untuk memberi kesempatan belajar bagi anak-anak miskin dan putus sekolah—justru dikorupsi oleh terdakwa Nur Asia demi syahwat dunianya. Hakim telah memvonisnya 3 tahun penjara, namun kerusakan moral atas hak pendidikan anak-anak Batang Hari tidak akan pernah bisa dinilai dengan uang.
Ketiga, jangan lupa diatas tanah Prov. Jambi ini disesaki 96,72% pemeluk agama Islam. Mereka si mahluk berkaki dua ini hidup, makan, dan meraup suara di atas tanah mulia, tetapi perilaku kalian justru mengkhianati nilai-nilai suci Al-Qur’an. Kebencian Allah SWT sangat nyata dan mutlak bagi orang-orang yang memakan harta sesamanya dengan cara yang batil (korupsi/suap).
Bahkan mahluk 2 kaki itu lupa jika Allah SWT telah menegaskan ancaman-Nya secara keras di dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 188:
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum negara hukum, melainkan sebuah bentuk kebusukan rohani yang akan menyeret pelakunya ke dalam kerak api neraka. Skuad Koran Jokowi di Batang Hari, Jambi, bersama gerakan squad koranjokowi.com sejak thn.2020 lalu dan #SahabatKPK! tidak akan pernah berhenti bersuara! Ketika manusia mulai bungkam dan takut karena silau harta, maka kami dari elemen Fabelism Journalism yang akan mengambil alih panggung keadilan!, “Disaat manusia bingung dan takut bicara antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”.
Ikan hiu muter-muter, see you later!
Salam Fabelist Antikorupsi,
Doktor Kongkang Menteri Kesehatan Jasmani & Rohani FABJOUR
(Red-01/Foto: Ist)
BERSAMBUNG
(Catatan: Narasi ini adalah bagian dari satire fiksi Republik Fabeliano, di mana hewan digambarkan layaknya manusia, sebagai bentuk sindiran sosial. Mohon maaf jika ada yang tersinggung, Egp!)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.19 Juli 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment