#RepublikFabeliano, “INDONESIAMU, BUKAN INDONESIA KAMI !?”

#RepublikFabeliano,

“INDONESIAMU, BUKAN INDONESIA KAMI !?”

Hari ini (2/10) , Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni kembali mendapatkan kiriman suratkabar ‘INDONESIAMU’. “Nona ini kita langganan atau bagaimana?, tanya Miss Pussy kepada Nona Ontaonti – Wakil Menkeu yang juga menjabat sebagai Corporate Secretaris kabinet. “Sepertinya gratis bu”, “Oh oke, jangan lupa siang ini laporan hewan korban Karhutla kita di RI update ya karena kebakarannya semakin meluas ,Nona”,...”Waduh Kemenhut RI bilang >202.000 hektar bu”, ..“Ini laporan dari yayasan lingkungan seperti Madani Berkelanjutan, mengatakan ada >1,36 juta hektar“, …“Maaf ibu, mungkin Madani mencakup area yang terbakar sekecil apapun,  jika itu betul berarti setara lebih dari 1,8 juta lapangan sepak bola,bu”, jawab Nona Onta.

“Masa bodohlah,Nona. Mana ada data di RI yang ‘kompak, satusama lainnya pasti berbeda. Dari mulai jumlah kemiskinan, pengangguran, penerima bansos, dsb – yang kita pertanyakan adalah bagaimana nasib hewan hewan korban Karhutla. Bukan hanya orang utan , gajah, harimau dsb. Bagaimana dengan para serangga?.  Mari kita hitung sederhana, jika luas lahan 202.000 hektar ×  200 pohon per hektar = 40,4 juta pohon lalu  x 200 ekor serangga/pohon maka jumlah serangga yang tewas akibat Karhutla >8,08 miliar serangga, Nona!. Bayangkan, 8 miliar lebih serangga hilang. Itu bukan sekadar angka — itu kehancuran ekosistim;  penyerbukan, kesuburan tanah, rantai makanan hancur. Seharusnya Menhut RI – Raja Juli mengundurkan diri, Nona!”

‘Bruuk !!, Nona Onta Pingsan.

Tiba tiba masuk Jenderal Gori – Wapres Bidang Politik, Hukum & Keamanan (Polhukam), “Assalamualaikum ibu dan Nona, siap perintah”, … “Maaf, saya dengar banyak ormas yang bertingkah sekarang ya, Jenderal. Barusan saya banyak ditelepon para investor, tolong bereskan. Negara ini tidak memelihara hewan hewan pembegal, soal hukum dan keamanan kita ada Polisi, kejaksaan, KPK-Hewan dan Tentara. Tangkap mereka dan benamkan dalam rawa selama satu minggu”, “Siap,laksanakan!”, Jenderal Gori  memberi hormat dan pamit keluar.

Nona Onta perlahan sadar dan kembali bekerja. Sementara itu, berita-berita dari suratkabar INDONESIAMU membuat kening Miss Pussy makin berkerut:

1.Saat Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menkeu di RI, banyak pejabat yang di-geser karena kinerjanya lemah diantaranya adalah Luky Alfirman – Dirjen Anggaran Kemenkeu RI , Lulusan Teknik Industri ITB, MA & PhD Ekonomi dari University of Colorado, Boulder. Purbaya punya alasan, Luky dianggap main-mata dalam Pengadaan 21.801 motor listrik untuk SPPG/BGN program MBG senilai ±Rp1,05 triliun , mengapa bisa lolos padahal Purbaya sudah menolak pengadaan itu. Namun hari ini  (2/9) Presiden Prabowo melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk periode 2026-2029.

-Miss Pussy mengurut-urut keningnya , ingin rasanya menelepon KPK menanyakannya –

2.Kolonel Cpl Budi Utomo menjadi  tersangka dalam kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026. Budi diduga ikut  mengatur supaya PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) sebagai pemenang tender pengadaan sepeda motor listrik >Rp.1,2 triliun. Jabatan  Budi Utomo saat itu adalah Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan sepeda motor listrik.

Anggaran pengadaan sepeda motor listrik sebesar Rp 1,2 triliun, untuk 25.644 unit. Jumlah itu kemudian direvisi menjadi 21 ribu unit. Ternyata hingga sekitar Maret 2026, realisasi motor yang diproduksi cuma 2.117 unit. Namun, data laporan realisasi pengadaan dinyatakan sudah selesai sekitar 21.800 unit. Anang menyebut total kerugian negaranya masih dihitung oleh BPKP.

-Miss Pussy mengurut-urut keningnya lagi-

3. Kasus LP Cibinong terus ‘memakan korban, kali ini menyasar  Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Mashudi , dia mengundurkan diri dari jabatan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) karena dianggap gagal membenahi tata kelola lapas yang menjadi tanggungjawabnya.

– Miss Pussy kembali mengurut-urut keningnya –

4.Masih terkait lapas, temuan Ombudsman mengenai pungutan liar di Rutan Kelas I Pondok Bambu, Jaktim, antara lain “restu” menggunakan ponsel untuk tahanan sebesar Rp 250 juta, menyebabkan Nur Mariyana Putri (NMP) –  Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Pondok Bambu pun dipecat.

– Miss Pussy mengurut-urut keningnya dengan keras  –

‘Bruukkk…!

Miss Pussy pun pingsan.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat Tgl. 2 Oktober  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

=======

 

Tentang Koran Jokowi 4516 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan