RepublikFabeliano, “AKAN DIBANGUN DANAU TOBA II DI KAB. BOGOR!?”

RepublikFabeliano,
“AKAN DIBANGUN DANAU TOBA II DI KAB. BOGOR!?”Pagi tadi (3/10), kami — Trio Sihombing (Marwedi, Jeck, dan Nerko) — sedang asyik menikmati kopi hitam di depan jalan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tiba-tiba, dari sebuah angkot turun seseorang bergaya eksekutif lalu menghampiri kami.
.
“Horas! Namaku MURAS — Si Musang Rase” (Viverricula indica), dikenal juga sebagai Small Indian Civet. biasanya badan kami hanya 70–120 cm dengan berat 5–8 kg. Kalau pun ada disekitar hutan kab.Bogor kami banyak tinggal di Malaysia,  India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Vietnam dan China Saya bosan keluar negeri terus, kalian pernah ke negara negera itu?”, tanya si Muras meledek, kami diam.
Katanya lagi, dia hewan malam, ada yang berbulu coklat dan hitam bintik. Makanannya ayam, tikus, serangga dsb. Ekornya panjang guna memudahkan bergelantungan dipohon pohon tinggi. “Itukan mereka, kalau aku musang pengusaha, jadi bedalah. Maka tinggi aku hampi 1,7 meter dan berat lebih dari 72 Kg. Tapi karena aku pengusaha, bedalah — tinggiku hampir 1,7 meter, berat 78 kg. Itu bedanya, Lae Laeku!” katanya sambil duduk dan langsung memesan kopi serta cemilan ayam goreng. Tidak lama hidangan pun datang, dia langsung melahap habis tiada sisa. Kami bertiga diam saja — sombong, pikir kami.
Marwedi berbisik pada Jeck dan Nerko dalam bahasa batak, ..“Jeck, Nerko. Adong do perasaanku baoa Muras on marpangalaho na asing jala curiga. Alai tabege ma ibana saonnari—unang muruk. Molo mulai ibana marhata na so marlapatan, holan tu *lapo* do hita mangalompa :  Jeck, nerko aku merasakan si Muras ini gerak geriknya aneh dan mencurigakan. Tapi kita dengarkan saja dulu, jangan marah. Kalau ngaco kita bawa saja ke lapo biar direbus !”
..
Kemudian si Muras ini  menuju kasir dan memesan mie goreng dan berkata, “Maaf aku memang belum sarapan karena buru buru kesini. Lae lae sekalian. Saya datang atas perintah Presiden Republik Fabeliano — Miss Pussy Noni. Ada misi khusus.” Kami saling pandang. Hmm, aneh!. Biasanya Koordinator Nasional – Arief P. Suwendi memberi info lebih dulu kalau ada apa apa, Marwedi mengedipkan mata . Jeck dan Nerko pun paham dan mencoba menelepon KordNas— nomornya tidak aktif hingga beberapa kali. Muras tersenyum.

“Begini saja, kita langsung ke intinya. Dua hari lalu Presiden mengutusku ke Danau Toba untuk studi banding. Laporannya sudah kuserahkan kemarin sore. Ini fotokopinya.” Kami pun bergantian membaca, intinya:
.
1. Danau Toba di Sumatera Utara adalah keajaiban vulkanik dunia berusia >74.000 tahun, berada di ketinggian >800 mdpl, luas permukaan 1.135 km², panjang 100 km, lebar 30 km, kedalaman 300–600 meter.

2. Danau raksasa ini menjadi urat nadi kehidupan bagi 8 kabupaten di sekelilingnya: mengairi sawah rakyat, memutar turbin PLTA Asahan, hingga menyumbang PAD belasan miliar rupiah dari pariwisata Samosir dan Pangururan.  “Lalu apa hubungannya Danau Toba itu dengan kami disini, Muras?”,  tanya Marwedi penasaran. Jeck dan Nerko terlihat sudah pegang batu-bata entah untuk apa, ehehe.
.
Muras menghela napas panjang, memperbaiki posisi duduknya: “Begini, Trio Sihombing. Presiden Miss Pussy Noni sudah muak melihat tabiat manusia di Bogor dan Jakarta — yang hobi bertengkar memperebutkan lahan, saling lempar tanggung jawab banjir hulu-hilir, merusak zona konservasi. Padahal  mereka tahu cara menyelesaikannya, hanya pura-pura tidak tahu dan pamer saja. Daripada terus berkonflik, Presiden punya solusi radikal!”

3. Pemkab Bogor sebenarnya punya Perda Perlindungan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) yang melindungi 46.630 hektare sawah. Namun saat peta disinkronkan ke RTRW baru bersama BIG dan Kementerian ATR/BPN, angkanya menyusut misterius, ‘wussss…! — hilang 5.000–10.000 hektare !?
.
4. Selisih itu diduga sengaja diubah dari zona hijau (pertanian) menjadi zona kuning/merah (komersial) demi izin proyek pengembang swasta. “Jadi, daripada ribut tak berujung — Presiden membelinya secara terang dan transparan. Bahkan minggu lalu, beliau sudah bertemu empat mata dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Menawar Rp 1.000 triliun untuk 10.000 hektar lahan itu.”, jawabnya sambil mengorek ngorek giginya pakai batang sapu lidi, jorok!. Kemudian dia berbisik pada Marwedi.

.“Kalau mau dengar ceritra lebih lanjutnya. Bantu dulu belikan jisokam, asem ini Lae,” kata Muras. Jeck dan Nerko segera berangkat, sambil masih memegang batubata dan  10 menit kemudian mereka kembali. “Mauliate, Lae-laeku!” Muras menyalakan rokoknya lalu melanjutkan.
..
“Kalau sudah sah dibeli, lahan itu akan disulap menjadi DANAU TOBA KE-2 di Kabupaten Bogor!, mungkin akan lebih baik dalam segala hal daripada manajemen Danau Toba aslinya. Awalnya mau investasi d Danau Toba tapi melihat disana masih ada korupsi maka Ibu Presiden membatalkannya”, kemudian Muras memperlihatkan dokumennya.
1.Hampir 2 tahun ini terjadi penurunan Kualitas Air & Eutrofikasi (Air Keruh) bahkan  sudah masuk kategori tercemar.
2.Deforestasi Berat di Kawasan Hulu (Daerah Tangkapan Air), Hutan di pegunungan sekitar Danau Toba berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Sayangnya, kawasan hulu ini mengalami kerusakan parah akibat pembalakan liar hingga >12 – 29% dari luas asal 248.000 hektar.
3.Krisis Air Bersih yang Ironis, Salah satu kontradiksi terbesar di kawasan ini adalah banyaknya warga lokal (terutama di Pulau Samosir) yang justru kesulitan mendapat air bersih. Padahal mereka tinggal dikelilingi oleh danau raksasa.
…. Presiden Miss Pussy paham — kadang langkah
tak masuk akal justru perlu dilakukan demi ketenangan. Lebih baik terbuka, daripada bersembunyi sambil mengatur di belakang layar. UMKM maju, wisata air maju, kuliner maju, guesthouse maju, lapangan kerja masyarakat lokal optimal, antikorupsi dalam hal apapun karena korupsi satu rupiahkan hukumannya tetap HUKUM MATI karena kita tidak punya HAM namun HAH – Hak Asasi Hewan, dsb”
.
“Dan, dengan adanya Danau Toba II, dongeng perantau Batak bisa melepas rindu kapan saja! Naik KRL ke Stasiun Bogor atau lewat Tol Sentul, sudah bisa melihat replika Samosir dan air jernih — tanpa harus menguras dompet jauh-jauh ke Toba. APBD Jawa Barat dan Kabupaten Bogor pun tetap terjaga,” jelasnya.

Kami terdiam. Ada benarnya juga.
Ide Presiden Miss Pussy memang radikal dan tidak masuk akal
namun kita sangat pahami daripada mereka yang  tidak ‘berakal!
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Redaksi — 01 / Foto: Ilustrasi)

Trio Sihombing, #RepublikFabeliano: “JAKARTA TERBENAM LUMPUR, EMANG GUA PIKIRIN!”

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl. 4  Oktober  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

=======

Tentang Koran Jokowi 4518 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan