#Republik Fabeliano,
“MENGAPA HARUS CAPRESKAN PRABOWO LAGI !?”


Yth. teman-teman relawan,
Mohon maaf surat ini baru dapat kami kirim sekarang, Rabu tgl. 30 September 2026, setelah tertunda sejak Tgl. 4 Mei 2026 lalu karena kami harus melalui diskusi panjang dengan para anggota kabinet dan tokoh masyarakat di negara kami, Republik Fabeliano.
Kami harus berhati-hati agar surat ini tidak menambah keresahan dan kegaduhan baru di pentas politik nasional Indonesia. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kelahiran Republik Fabeliano pada Tgl. 4 Mei 2026 pun merupakan mahakarya para relawan yang, menurut keyakinan kami, akan abadi sampai bumi berhenti berputar.

Teman-teman relawan,
Hak setiap warga negara untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi , UUD 1945 , dsb. Kebebasan tersebut juga mencakup hak warga negara untuk menentukan sikap politiknya secara merdeka. Kami memahami bahwa prinsip tersebut diuji berat pada Pilpres 2024. Dan, bagi kalian , 2024 adalah tahun dilema yang tidak sederhana.Itu kami sadari!
Selama sepuluh tahun, sejak 2014 hingga 2024, kalian sebagai Komunitas Relawan Jokowi non-parpol juga pernah berada di posisi yang berseberangan dengan Prabowo dan para pendukungnya. Kalian berdebat, berhadapan, bahkan mungkin berselisih di akar rumput — demi memenangkan Jokowi.

Kemudian panggung politik berubah.
Pada saat itu tersedia berbagai pilihan: tidak mendukung pasangan Anies–Muhaimin, tidak mendukung Ganjar–Mahfud, memilih golput, atau mengikuti arah politik Jokowi untuk mendukung Prabowo–Gibran.
Perpecahan internal di antara relawan pun bukan sesuatu yang asing.
Bagi sebagian relawan yang sudah berada di lingkar kekuasaan, mungkin pilihan tersebut terasa lebih mudah. Tetapi bagi relawan non-parpol — relawan jalanan yang DNA-nya terbentuk sejak 2012 — seperti kalian, perubahan tersebut tentu tidak selalu mudah diterima.

Ada luka politik yang tidak bisa begitu saja dihapus oleh pergantian pasangan calon.
Kami juga melihat satu fakta politik yang menjadi pertimbangan penting saat itu, Prabowo telah berulang kali bertemu Jokowi meminta restu untuk mencawapreskan Gibran. Media dan ruang publik gaduh , pro dan kotra. Di titik itu pulalah sebagian kalian akhirnya menentukan arah. Setuju atau tidak, pro dan kontra. Perahu sejak thn.2012 ditimpa badai, pilihannya turun kedarat atau terus melaju dengan segala resiko. Dan kalian memilih untuk ‘terus melaju’ bersama Jokowi, Prabowo dan Gibran. Kami memahami pilihan itu, kalian dicemooh sebagai penghianat.
Kami juga surprise sejak 1 Januari 2025 kalian membangun KoranPrabowo.id sebagai simpul baru perjuangan. Dua portal itu kemudian menjadi satu napas: KoranJokowi.com dan KoranPrabowo.id. Berdiri bersama. Dan harapan kalian saat itu sederhana, ‘Pemerintahan baru yang berpihak kepada rakyat dan meneruskan hal-hal baik yang telah diwariskan pemerintahan sebelumnya!


LALU, APA YANG TERJADI?
Hampir dua tahun perjalanan pemerintahan baru telah memberikan cukup banyak pengalaman untuk direnungkan. Bahkan KoranPrabowo.id sendiri mengalami gangguan dan tidak dapat diakses sejak 2 Mei 2026. Sepuluh bendera SOS telah kalian kibarkan keberbagai instansi terkait. Namun sampai surat ini ditulis, persoalan tersebut belum memberikan jawaban. Kemarahan atas kinerja kabinet bukan dengan cacimaki , tapi kalian bungkus dengan narasi satir.

Rakyat hanya bisa bertanya:
Kalau rakyat dan relawan menghadapi persoalan, kepada siapa mereka harus berharap?. Sementara itu, jarak antara harapan sebagian relawan dengan kenyataan politik pemerintahan tentu boleh dipertanyakan. Bukan berarti seluruh kebijakan pemerintah salah. Bukan pula berarti seluruh kerja pemerintah harus ditolak. Tetapi dalam demokrasi, pemerintah yang didukung rakyat juga harus siap mendengar ketika sebagian pendukungnya mulai bertanya.

ANGKA 37 PERSEN
Kami juga memahami pro kontra di negara kalian setelah muncul hasil Survei Nasional Tempo Data Science pada 31 Juli–11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi, yang menyebutkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran pada Agustus 2026 berada di angka 37%. Sedangkan sebelumnya >75% diDesember 2025 dan 58% di Maret 2026.
Jadi, angka 37 persen itu bukan dari Istana Republik Fabeliano. Itu adalah angka survei. Dan justru karena itu, angka tersebut layak dibaca dengan kepala dingin. Survei bukan berarti seluruh rakyat Indonesia tidak puas. Survei juga bukan berarti pemerintah tidak mempunyai pendukung.

Tetapi angka tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat kepuasan publik yang patut diperhatikan. Dalam demokrasi, angka seperti ini seharusnya bukan alasan untuk marah kepada rakyat. Sebaliknya, ia dapat menjadi alasan untuk bertanya, “Apa mau rakyat?”

LALU, MENGAPA HARUS CAPRESKAN PRABOWO LAGI?
Nah! Di sinilah pertanyaan kecil dari Republik Fabeliano mulai muncul.
Jika seorang relawan telah memberikan dukungan dengan penuh keyakinan pada 2024, apakah dukungan tersebut otomatis harus diteruskan pada 2029?. Ataukah setiap lima tahun warga negara tetap mempunyai hak untuk melihat kembali rekam jejak, kebijakan, kondisi rakyat, serta arah pemerintahan sebelum menentukan sikap politiknya?
Betul seperti apa yang kalian katakan, ‘jangan pusingkan itu karena kalian kerja untuk rakyat yang ditinggalkan. Dukungan politik adalah pilihan. Pilihan dapat dipertahankan. Pilihan juga dapat dievaluasi. Dan pilihan dapat berubah. Itulah demokrasi.
Karena itu, ketika dari Bandung muncul berbagai simbol dan suara politik seperti:



kami melihatnya sebagai bagian dari ‘Ekspresi politik’ yang harus dibaca dan diperdebatkan dengan hati dan kepala dingin, karena itu bukan semata sebagai kebencian, pengkhianatan, ataupun permusuhan.Itulah demokrasi sejatinya. “Siap bersama, siap berbeda!”
‘Kibarkan terus bendera ANTIKORUPSI!
‘Terus berbuat baik, Tuhan pun akan tersenyum.

Pesan kami sebagai penutup,
“Jangan ada lagi Pengkhianatan G30S/PKI Diantara kita’
Ehehehe
Demikian, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan untuk kalian ,
Salam hangat kami selalu,
Ikan hiu muter-muter, see you later!
DARI BANDUNG KITA LAWAN!
Bandung, Tgl.4 Mei 2026
Hormat kami,

PRESIDEN REPUBLIK FABELIANO
MISS PUSSY NONI
(Red-01/Foto.ist)









“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl. 30 September 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=
=======
- Suratman, #RepublikFabeliano, “APA, SIAPA,UNTUK & MAU APA G30S/PKI DI JAMBI !?”
- Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano, “APA, SIAPA,UNTUK & MAU APA G30S/PKI DI SIMALUNGUN!?”
- Tarzuki i’o, #RepublikFabeliano, “APA, SIAPA,UNTUK & MAU APA G30S/PKI DI CIREBON !?”
- #RepublikFabeliano, “MENCARI KEJUJURAN JOKOWI & GIBRAN !?”
- #RepublikFabeliano, “PESAN HEWAN 50 JUTA TAHUN LALU TENTANG G30S/PKI?!”
- Budi D.Ginting #RepublikFabeliano, “KESAKSIAN PANGLIMA KRAKEN, PERJUANGAN BPRPI DI SUMUT”
- #Republik Fabeliano, “ARIEL DAN MALAM AMAL REPUBLIK FABELIANO”
- Gusmar,A. #RepublikFabeliano, “LONGSOR KAB.SOLOK, SIAPA YANG MENANG BANYAK!?”
- #RepublikFabeliano, “BKSDA YOGJA JANGAN SOMBONG KEPADA MONYET EKOR PANJANG!”
- Nasution Bersaudara. #RepublikFabeliano, “KEJAR BANDAR WAK IYONG & BANDAR PETI DI KAB. MADINA !”
Be the first to comment