Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano. “TOL SIMALUNGUN UNTUK SIAPA?”

Vien J.Siregar,#RepublikFabeliano.

“TOL SIMALUNGUN UNTUK SIAPA?”

Sore tadi (7/10) baru saja sampai rumah, tiba-tiba tukang pos datang mengantar surat. “Horas Lae, ada surat lagi nih”, saya lihat pengirim adalah dari 3 orang Kabinet asal Kab. Simalungun – Asahan, Sumatera Utara. “Terimakasih pak, mampir dulu?”, si tukang pos tersenyum, menggeleng dan tancap gas sepeda ontelnya. Setelah saya buka rupanya saya dapat tembusan. Berikut isi surat itu,
.
Kab.Simalungun, Tgl. 07 Oktober 2026.
Nomor : 07010/RF-KJ/Sim/X/2026.
Kepada Yth,
Presiden Republik Fabeliano
Miss Pussy Noni
di tempat

Perihal : Laporan hasil investigasi Proyek Tol Simalungun 2026
Tembusan :

-KordNas.Koranjokowi.com dan #SahabatKPK!

-Kord.Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! Kab.Simalungun-Asahan, Sdr.Vien J.Siregar.



Dengan hormat,
Yang bertandatangan di bawah ini:

1.Opung Makar (Wapres Bidang KEK)

2.Kembar Babi Tambun/Babun 1 & 2 (Menteri Pekerjaan Umum & Khusus)

3.Mama Mirah (Utusan Urusan PKK Hewan)

Menyampaikan laporan hasil investigasi kami sejak Tgl. 01 – 07 Oktober 2026, sebagai berikut:

1.Bahwa benar di RI khususnya di Kab.Simalungun tengah ada sosialisasi Proyek Tol Simpang Panei–Parapat sepanjang 40,36 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp. 6 – 8 triliun  di mana hampir seluruh jalurnya (38 kilometer) akan membelah wilayah Kabupaten Simalungun. Proyek lanjutan dari Seksi 4 Sinaksak–Simpang Panei ini diklaim sudah menyelesaikan Feasibility Study hingga 90 persen.

2.Manusia di RI jika ada proyek seperti ini akan mengeluarkan kalimat klise seolah “mantra sakti” yang sama: proyek ini diproyeksikan untuk “mendongkrak ekonomi, investasi, serta pariwisata”. Dengan adanya tol ini, para pelancong bermodal besar dari kota bisa langsung tancap gas menuju kawasan wisata super prioritas Danau Toba tanpa hambatan.

3.Realita Lapangan: Mantra yang Berubah Menjadi Kutukan. Mantra pendongkrak ekonomi itu klise, Madam Presiden! Ekonomi siapa yang didongkrak? Jika:

>Warung-Warung Rakyat Menjadi Sepi: Jalur lintas lama yang selama puluhan tahun menghidupi ribuan UMKM satwa—mulai dari kedai kopi, warung makan, hingga kios oleh-oleh khas—kini berpotensi lumpuh dan sepi seperti kota mati karena kendaraan dialihkan penuh ke jalan bebas hambatan.

>Perputaran Uang Daerah Melemah: Alih-alih membawa berkah, uang para pelancong hanya lewat begitu saja di atas aspal tol tanpa sempat menyentuh kantong pedagang kecil di Simalungun.

>Rest Area Bukan Solusi: Klaim pemerintah yang menjanjikan wadah UMKM di rest area dinilai hanya pemanis buatan. Pada realitasnya, biaya sewa lapak di rest area tol modern sangat mahal dan persyaratannya rumit, sehingga rest area tersebut dipastikan akan dikuasai oleh waralaba raksasa korporasi besar, bukan warga lokal.

Kemiskinan dan Pengangguran siapa yang jamin tidak akan meningkat?

Data riil Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, Kabupaten Simalungun saat ini masih ‘Terseok-seok’ memulihkan ekonomi warganya karena jumlah orang miskin di Kabupaten Simalungun saat ini tercatat sebanyak 61.120 orang (6,91 persen)  dan jumlah pengangguran terbuka mencapai 27.080 orang.

Jika proyek tol ini dibangun tanpa proteksi ketat bagi pedagang kecil, angka pengangguran dan kemiskinan  di Simalungun justru akan melonjak tajam karena kehilangan mata pencaharian. Saat ini kehidupan warga Simalungun terbagi atas: Sektor Pertanian (Dominan): 46,56 persen, Sektor Jasa: 36,99 persen, dan Sektor Manufaktur / Industri & Konstruksi: 16,46 persen (termasuk buruh pengolahan KEK Sei Mangkei dan pekerja bangunan).

Dalam setiap jengkal tanah ada kehidupan lain yang manusia tidak pikirkan, yaitu bangsa kita sendiri:

>Hewan Kasat Mata: Cacing Tanah (Sang pembajak alami), Semut dan Rayap (Pembuat jaringan aerasi tanah), Kumbang Tanah dan Larvanya (Pengendali hama daun), Kaki Seribu & Kelabang (Pengurai sampah organik dan predator alami), serta Mamalia Pengerat (Tikus tanah/mole, tikus mondok telanjang, tupai tanah).

>Hewan Tingkat Menengah (Mesofauna, 0,1 mm – 2 mm): Ekor Pegas (Collembola) sebagai perombak jamur tanah humus dan Tungau Tanah (Acarina) pengunyah sisa tanaman.

>Hewan Mikroskopis (Mikrofauna): Makhluk bersel tunggal berjumlah miliaran dalam segenggam tanah seperti Nematoda (cacing gilig penyedia nutrisi/parasit) dan Protozoa (pelepas zat nitrogen untuk tanaman).

KORUPSI PEMBEBASAN TANAH
Ibu presiden Yth, di negara RI itu jika sudah bicara jalan tol dsb pasti akan banyak ‘musang bermain, tidak terhitung kasus korupsi pembebasan lahan di Indonesia  yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanian, serta panitia pengadaan tanah daerah. Modus operandi mereka biasanya berupa penyalahgunaan wewenang, memalsukan dokumen objek pengadaan, hingga kongkalikong nilai appraisal.
Secara akumulatif, keterlibatan oknum PNS dalam pengadaan tanah ini umumnya terbagi dalam tiga kluster instansi: Pemerintah Daerah (selaku pemohon anggaran/PPK), Kementerian ATR/BPN (selaku ketua pelaksana pengadaan pertanahan), dan Dinas Teknis (seperti Pertanian atau PUPR selaku verifikator lapangan)
MILIARAN HEWAN SERANGGA JADI TUMBAL ?
Jadi Ibu Presiden, kita harus sampaikan kepada manusia bahwa dalam setiap jengkal tanah itu terdapat jutaan hingga miliaran individu hewan kasat mata atau tidak. Lalu bagaimana jika kemudian tanah itu dibongkar, lalu ditutup aspal atau jalan tol? Mau kemana mereka kita selamatkan?
Pintu tol boleh dibuka, namun pertanyaan besarnya tetap sama: Tol Simalungun ini sebenarnya dibangun untuk siapa?, bagi pejabat, jalan tol itu simbol kemajuan ekonomi; tapi bagi bangsa hewan di Simalungun, aspal tol itu harfiah adalah “kiamat beton” yang merenggut ruang hidup mereka.
.
Demikian, laporan kami. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan.
Ikan hiu muter-muter, see you later!
Hormat kami,

Opung Makar (Wapres Bidang KEK)

Kembar Babi Tambun/Babun 1 & 2 (Menteri Pekerjaan Umum & Khusus)

Mama Mirah (Utusan Urusan PKK Hewan)

Tentang Koran Jokowi 4523 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan