I Nyoman Parta Adi, “BALI MARAH SOAL BBM LANGKA !?”

I Nyoman Parta Adi,

“BALI MARAH SOAL BBM LANGKA !?”

Orang Bali itu terlalu sabar .Gunung Agung meletus sejak pertama tahun  1808, 1963,1964, 2017 dan 2019  entah berapa ribu korban tewas, luka luka, rumah dan infrastruktur hancur.  Bali tetap sembahyang,  ‘ngayah, ikhlas dan tegar.

Saat Covid-19 , yang menewaskan >4.908 orang Bali, 173 ribu terinfeksi, pariwisata anjlok 96%, pengangguran baru >76.000 dan  kerugian Rp 9,7 triliun/bulan. Namun,Bali pun  tetap sembahyang,  ‘ngayah, ikhlas dan tegar.

BALI BANGKIT 2019 – 2026

Tahun 2024, dengan tertatih tatih pasca Covid 19. Bali menyumbang devisa pariwisata Rp 176 triliun, atau 55% dari total devisa pariwisata nasional > Rp 319,9 triliun.

Tahun 2025, 16,3 juta wisatawan (7,05 juta wisman + 9,3 juta domestik)

Tahun 2026, Jan – September 2026 >23,2 juta wisatawan ke Bali

Rincian Kunjungan Wisatawan ke Bali (Januari–Agustus/September 2026)

Kategori Wisatwan Jumlah Perjalanan / Kunjungan Catatan Penting
Wisatawan Mancanegara (Wisman) ~4,5 – 5,2 Juta Turis asing langsung via bandara dan pelabuhan (didominasi Australia).
Wisnus Intraprovinsi 14,54 Juta Pergerakan warga lokal Bali yang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah Bali sendiri.
Wisnus Interprovinsi 3,60 Juta Wisatawan domestik yang benar-benar datang dari luar Pulau Bali (luar provinsi).

Total Akumulasi ~23 Juta+ Gabungan seluruh pergerakan wisata di Bali.

LALU APA YANG BALI TERIMA?

1.Dana desa yang biasanya terima >Rp.665 miliar kini hanya Rp.565 miliar ,terpotong >Rp.100 miliar.Akibat  kebijakan pemerintah pusat untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

2.Di Bali hanya punya 277 unit SPPG ,  12.503 petugas dapur dan lapangan dan >618.000 penerima MBG.

3.Di Bali hanya punya 716 unit KDMP  dengan 1.740 hingga 2.900 orang pekerja.

SEJARAH HITAM BBM LANGKA

“Jika Bali tegar tentang Gunung Agung dan Covid 19, namun dengan langkanya BBM hampir sepekan ini , Bali marah!”, demikian I Nyoman Parta Adi – Kord.#SahabatKPK! Prov.Bali saat ditanya pagi ini (14/10) melalui seluler.

BALI MARAH !?

Wajar, apalagi pemerintah melalui PT. Pertamina beralasan karena Kapal MT Klasogun telat sandar di Terminal Sanggaran karena kesulitan pasang jangkar. Bongkar muat molor dari 06.30 sampai 22.00 WITA. Akibatnya stok SPBU anjlok 30-40%.

Antrean horor sepanjang kota Denpasar, Badung, Kuta, Kapal, Tabanan, Gianyar, Buleleng, Jembrana, Klungkung yang  lumpuh menjdi cemooh dunia internasional.   Warga antre jam 10 malam baru dapat jam 1 pagi.Padahal konsumsi Bali cuma 2.200 KL/hari, kuota tahunan 5,6 juta KL sudah 74% kepakai.

Negara tahu kuota mau jebol, tapi kapal baru dikirim setelah rakyat teriak.Ini bukan force majeure. Ini kelalaian.! MAU SALAHKAN SIAPA?. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus: Gagal mitigasi distribusi. Tahu Bali pulau pariwisata dengan 16 juta wisatawan, kok distribusi cuma andalkan 1 terminal?, Dewan Energi Nasional (DEN): Sudah tahu stok turun 30-40% tapi baru klarifikasi setelah 3 hari. Fungsi pengawasan di mana?, Kementerian ESDM: Bilang stok nasional aman, tapi di lapangan Pertamini pun kosong. Aman di atas kertas, ‘Nol di lapangan. Pemprov Bali: Terlalu lama diam, baru manggil Pertamina hari ke-3.

APA HUKUMAN YANG PANTAS !?

Pastinya bukan sekedar minta maaf, Rakyat Bali sudah terlalu sering dikasih kata maaf sambil disuruh sabar.Kalau di desa adat, ada awig-awig. Kalau melanggar, ada sanksi adat.Maka untuk level nasional:Pecat Manager Supply Chain Pertamina Regional Jatimbalinus.

Memang ada cara lain untuk membuat

BALI TIDAK MARAH?

(Red-01/Foto.ist)

 

Tentang Koran Jokowi 4534 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan