Vien J. Siregar, #RepublikFabeliano,
“KAMI BUTUH 365 PANGULU BALANG BARU DI KABUPATEN SIMALUNGUN !”
Pagi tadi (13/10) saya ditelepon KordNas Koranjokowi.com & #SahabatKPK!, agar segera buka WA karena ada surat. Mak, padahal aku lagi tungguin tukang yang lagi perbaiki bak air yang bocor. “Sekarang Lae, gak pake lama!”, tulis KordNas. ‘Hmm, repot ini!
.
Kebetulan saat itu dirumah kami sedang berkumpul; Saya,istri , dan ke-2 anak. Waktu WA kami buka ,Benar, memang ada surat berkop Istana Negara berikut isinya:


Kabupaten Simalungun, Tgl. 13 Oktober 2026.
Kepada Yth,
Koordinator Nasional
Koranjokowi.com & #SahabatKPK!
Up.Sdr. Vien J. Siregar
[Kord.Kab.Simalungun – Asahan, Sumatera Utara]
di tempat.
.
Horas, mejuah juah,
1.Atas ijin Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni, kami memohon kepada bapak pimpinan kiranya sudi menjadi ‘fasilitator imajiner mistis’ komunikasi dengan alam gaib para leluhur (Karamat) Simalungun. Targetnya satu: Memohon diturunkannya “Tanah Sisa Ragi” yang baru dan memperbanyak batu-batu Pangulu Balang kuno di gerbang-gerbang pintu desa!
.
2.Ini adalah budaya leluhur kami yang terlupakan oleh generasi muda, Bagi masyarakat luar, Simalungun mungkin hanya dikenal dengan keindahan Danau Toba di Parapat atau hamparan kebun teh. Namun bagi kami, para satwa kuno, wilayah ini adalah tanah spiritual yang dijaga oleh hukum adat purba yang tak kasat mata.

.
3.Sejak ratusan tahun lalu, zaman raja-raja Simalungun purba, dikenal istilah “Tanah Sisa Ragi” atau Tanah Purba. Ini adalah kawasan hutan, bukit, atau koordinat rahasia yang secara historis sengaja ditinggalkan dan dipagari secara mistis oleh para leluhur. Di tempat-tempat sunyi (Sima-sima ninalungun) inilah, diletakkan Pangulu Balang—patung atau batu alam yang dikunci dengan roh penjaga wilayah melalui ritual adat tingkat tinggi. Selain dari batu, ada beberapa juga sumber lain menyebut dari kayu kuno yang di dalamnya diisi pupuk (ramuan sakti) oleh Datu/dukun lewat ritual
.
4.Batu-batu ini memancarkan aura magis penolak bala. Siapa pun manusia yang berniat jahat, serakah, merusak alam, atau membawa sial ke dalam kampung, akan langsung terkena Tulah (kutukan adat) berupa penyakit aneh, kegilaan, atau nasib buruk yang instan. Kini, batu-batu purba itu tersembunyi di pedalaman hutan Nagori Dolok, puncak Bukit Sipigol, hingga area cagar alam Dolok Tinggi Raja.
.

5.Seharusnya waktu KoordNas dan ibu ke Simalungun datang mampir dan melihat semua itu ada sampai saat ini kalau pun tidak semua orang mampu ‘melihatnya’. Memang miris, pemerintah pun seolah ‘masabodoh’ apalagi generasi muda. Sedangkan ditanah leluhur ini benteng hukum buatan manusia saat sudah kami anggap keropos dan bisa diatur sesuai pesanan. Kami sebagai hewan sedih melihatnya.
.
“Maka kami bertiga selaku putra daerah Kab. Simalungun – Kab. Asahan; Opung Makar (Wakil Presiden Bidang KEK), Kembar Babun 1 & 2 (Menteri Pekerjaan Umum & Khusus), dan Mama Mirah (Utusan Presiden Urusan PKK Hewan). Melihat dengan mata kepala sendiri di sepanjang tahun 2024 hingga 2026 ini, manusia-manusia khsusunya pejabat / pemangku kebijakan Simalungun sudah tidak takut lagi pada Polisi, Jaksa, KPK, bahkan mereka sudah kehilangan rasa takut kepada Tuhan!”

Mau bukti?, berikut catatan kami,
a.Korupsi Dana Desa BUMNag Nagori Dolok Merangir II: Merugikan uang negara >Rp 533 juta. Padahal uang sebesar itu bisa dipakai modal usaha ibu ibu PKK di 32 kecamatan @Rp.16,6 juta untuk mengembangkan UMKM kecamatan masing masing
b.Mega Skandal Korupsi Bimtek Pangan Desa 2026: Ini lucu sudah hampir satu tahun lamanya nilai kerugian negara pun belum bisa diumumkan Kejaksaan Negeri Simalungun sampai saat ini. Jika memang perlu, para jaksa dan relawan dari Repubik Fabeliano siap membantu ikut menghitungnya.

c.Penyelewengan Infrastruktur: Proyek air minum (SPAM) >Rp.16,7 miliar, dengan cara ‘menyulap’ materil dsb terkait perbaikan jalan di Dinas PUPR serta program tangki septic tahun anggaran 2023–2025.
“Jika penjara, hukum negara, dan sumpah di bawah kitab suci tidak dianggap,maka biarlah hukum adat purba dan mistisnya leluhur yang turun tangan!” tegas Kembar Babun 1 & 2 dalam poin suratnya.
.
6.Melalui KoranJokowi.com dan #SahabatKPK!, Mama Mirah – sesepuh ayam Mirah Simalungun pun meminta agar segera koordinasi dengan kekuatan gaib purba untuk mulai kembali ‘di-aktifkan’ keskralannya di 32 kecamatan, 27 kelurahan, dan 386 nagori (desa).

“Kami memohon, para leluhur membangun kembali batu-batu Pangulu Balang baru diturunkan dan diletakkan persis di gerbang masuk 386 nagori tersebut. Biarlah batu-batu mistis itu berdiri tegak menjaga desa. Sehingga setiap pejabat provisnis dan kabupaten, kepala desa, atau siapapun yang berniat korupsi akan terkutuk dengan sendirinya. Jika dibutuhkan pun, Republik Fabeliano siap mengerahkan para perusahaan kontraktor handalnya membantu para leluhur membangun batu batu sakti itu, gratis alias cuma-cuma!”

.
“…. Banci saja la kam tek man kerina enda, tapi ula kam lupa ise si ngarak-ngarak taneh enda ope denga lit kam. Emaka adi manusia-manusia i Simalungun – Asahan nggo merajalela korupsi, i bas izin Dibata kitange pe mindo penampat i Nini Karo si ndube, sabap kalak si korupsi e seri ras la ngaku litna Dibata. Mari si lawan ras Nini Karo ta!” —- Kalian boleh saja tidak percaya atas ini semua namun kalian jangan lupa siapa yang menjaga bumi ini sebelum kalian ada. Maka jika manusia manusia di simalungun – asahan sudah semakin liar korupsi atas ijin tuhan kita pun minta bantuan para leluhur karena korupsi sama dengan tidak menganggap tuhan itu ada, mari kita lawan bersama para leluhur!” –

Bruuk!
Saya , istri dan ke-2 anak saya ;Devis dan Jelita pun pingsan.
Ikan hiu muter muter, see you later!
(Red-01/Foto.ist)
Be the first to comment